Dolar Berhenti Sejenak Dekat Level Tertinggi saat Taruhan Suku Bunga Mereda

    by VT Markets
    /
    Mar 26, 2026

    Poin-poin penting

    • USDX turun tipis ke 99.576, setelah sesi sebelumnya menguat tajam.
    • Kontrak berjangka (futures, yaitu kontrak untuk memperkirakan arah harga/tingkat di masa depan) suku bunga Fed menunjukkan peluang 64,4% tidak ada perubahan suku bunga hingga Desember.
    • Pasar masih sangat dipengaruhi berita terbaru karena ketidakpastian di Timur Tengah.

    Dolar AS melemah tipis pada perdagangan Asia. USDX turun 0,1% ke 99.576, setelah mencatat kenaikan harian terkuat dalam sepekan.

    Pelemahan ini menunjukkan perubahan perkiraan soal kebijakan Federal Reserve (The Fed) (bank sentral AS). Pelaku pasar mengurangi taruhan bahwa suku bunga akan terus dinaikkan. Kini pasar menilai peluang 64,4% The Fed menahan suku bunga pada Desember (tidak menaikkan atau menurunkan), naik dari 60,2% sehari sebelumnya.

    Perubahan ini menunjukkan sentimen pasar cepat bergeser saat perkiraan inflasi (kenaikan harga) dinilai ulang berdasarkan perkembangan terbaru.

    Dolar berpotensi bergerak mendatar di area saat ini sambil menunggu arah kebijakan yang lebih jelas.

    ‘Strait Talk’ Membuat Pasar Tetap Tegang

    Suasana pasar masih hati-hati, dengan pelaku pasar memantau perkembangan di Timur Tengah.

    Iran memberi sinyal sedang meninjau usulan AS untuk mengakhiri konflik, tetapi juga menyatakan tidak berniat melakukan pembicaraan langsung, sehingga ketidakpastian tetap tinggi.

    Pasar merespons setiap berita. Analis menyebut kondisi “sangat bergantung pada berita terbaru”. Trader mencoba menilai apakah sinyal terbaru mengarah pada penurunan ketegangan atau konflik berkepanjangan.

    Ketidakpastian ini membatasi keyakinan pasar untuk menentukan arah pada mata uang dan saham.

    Sinyal yang campur aduk bisa membuat volatilitas (naik-turun harga yang cepat) tetap tinggi dan mencegah terbentuknya tren yang kuat.

    Harga Minyak dan Perkiraan Inflasi Mempengaruhi Arah Kebijakan

    Penutupan Selat Hormuz sebelumnya mendorong harga energi naik, sehingga pasar menilai ulang risiko inflasi.

    Namun saat harga minyak stabil, trader mulai mempertanyakan apakah lonjakan inflasi ini akan bertahan cukup lama untuk membuat kebijakan uang diperketat.

    Muncul pandangan bahwa bank sentral, termasuk The Fed, bisa memilih mengabaikan lonjakan inflasi yang dipicu energi, alih-alih merespons terlalu agresif.

    Perubahan ini menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga dan memengaruhi posisi trader di pasar mata uang.

    Sinyal Bank Sentral yang Berbeda Memicu Ketegangan Mata Uang

    Pasar mata uang makin dipengaruhi perbedaan perkiraan arah kebijakan antar bank sentral.

    Euro naik 0,1% ke $1.1570, didukung komentar European Central Bank (ECB) (bank sentral zona euro) bahwa kenaikan suku bunga masih mungkin jika inflasi bertahan.

    Di saat yang sama, dolar turun 0,1% ke 159,39 terhadap yen, meski masih dekat level terkuat sejak 2024.

    Di Jepang, naiknya imbal hasil obligasi (bond yield, yaitu tingkat “hasil/keuntungan” dari obligasi) dan perkiraan pengetatan kebijakan menambah rumit situasi. Pasar menilai peluang 61,9% kenaikan suku bunga ke 1% pada rapat Bank of Japan tanggal 28 April.

    Ini bisa mengubah perbandingan kekuatan suku bunga antar negara, terutama jika The Fed menahan suku bunga sementara bank sentral lain cenderung menaikkan.

    Pasangan mata uang bisa tetap bergerak dalam kisaran (naik-turun terbatas) saat perbedaan kebijakan jadi pendorong utama.

    Analisis Teknikal

    Indeks Dolar AS (USDX) diperdagangkan dekat 99,45, sedikit lebih tinggi pada sesi ini, karena dolar masih bergerak mendatar tepat di bawah level 100. Pergerakan harga menunjukkan jeda setelah pemulihan dari titik rendah 95,33, dengan momentum (kekuatan gerak harga) melemah dalam jangka pendek.

    Secara teknikal, strukturnya masih cukup baik tetapi belum jelas arahnya. MA 5 hari (99,20) dan MA 10 hari (99,38) (MA/moving average adalah garis rata-rata harga untuk melihat arah tren) berhimpit dekat harga sekarang, menandakan belum ada arah kuat. Sementara itu, MA 20 hari (99,06) dan MA 30 hari (98,52) masih menanjak, sehingga tren pemulihan yang lebih besar tetap ada.

    Level penting yang perlu diperhatikan:

    • Dukungan (support): 99,00 → 98,50 → 97,80
    • Hambatan (resistance): 100,30 → 100,70 → 101,00

    Saat ini indeks bergerak dalam kisaran sempit 99,00 hingga 100,30, dan beberapa kali gagal menembus zona hambatan 100,30. Level ini masih jadi penghalang utama. Jika berhasil menembusnya, biasanya itu memberi sinyal dorongan naik baru menuju 100,70 dan seterusnya.

    Dari sisi bawah, 99,00 menjadi dukungan terdekat. Jika turun menembus level ini, harga berpotensi melemah ke 98,50, area yang juga didukung MA 20 hari.

    Volume (jumlah transaksi) sedikit menurun, menguatkan bahwa pasar sedang konsolidasi (bergerak mendatar dalam rentang) dan belum membentuk tren.

    Secara umum, USDX terlihat menumpuk tenaga di bawah hambatan besar, dengan kecenderungan masih sedikit naik. Pergerakan tegas di atas 100,30 atau di bawah 99,00 kemungkinan menentukan arah berikutnya, terutama karena dolar bereaksi pada perubahan perkiraan suku bunga dan kondisi ekonomi global.

    Yang Perlu Dipantau Trader Selanjutnya

    Pasar sangat reaktif terhadap sinyal ekonomi dan geopolitik. Pendorong utama meliputi:

    • Perkembangan negosiasi di Timur Tengah.
    • Arah harga minyak dan kondisi pasokan.
    • Sinyal kebijakan The Fed dan data inflasi.
    • Perbedaan arah kebijakan antar bank sentral dunia.

    Untuk sementara, dolar masih bertahan tetapi belum punya dorongan kuat, karena trader menunggu sinyal yang lebih jelas sebelum menentukan arah berikutnya.

    Pertanyaan Pengingat

    Mengapa Dolar AS Melemah Meski Risiko Geopolitik Masih Ada?

    Dolar melemah karena trader menurunkan perkiraan kenaikan suku bunga lanjutan dan menunggu kepastian apakah ketegangan akan mereda.

    Bagaimana Situasi Selat Hormuz Mempengaruhi Dolar AS?

    Gangguan pasokan mendorong harga minyak naik sehingga awalnya mendukung dolar, tetapi saat situasi mereda, kekhawatiran inflasi turun dan permintaan dolar melemah.

    Mengapa Perkiraan Suku Bunga The Fed Berubah?

    Pasar menilai ulang risiko inflasi. Trader kini memperkirakan peluang 64,4% The Fed menahan suku bunga hingga Desember.

    Apa Arti The Fed “Menahan” Suku Bunga untuk Dolar?

    Jeda kenaikan suku bunga bisa membatasi penguatan dolar, terutama jika bank sentral lain menjadi lebih “hawkish” (cenderung mendukung kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi).

    Mengapa Euro Bisa Menguat terhadap Dolar?

    Jika ECB menaikkan suku bunga saat The Fed menahan, selisih imbal hasil (perbedaan tingkat hasil antara dua negara) bisa lebih menguntungkan euro dan mendukung kenaikan EURUSD.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code