Emas pulih menuju $4.415 setelah sempat turun sebelumnya, meski sentimen bearish tetap bertahan di tengah bank-bank yang hawkish dan dolar yang lebih kuat

    by VT Markets
    /
    Mar 26, 2026
    Emas memangkas penurunan ke sekitar $4,415 setelah tertahan oleh *simple moving average* (SMA: rata-rata harga bergerak sederhana) 100 hari. Kenaikan dibatasi oleh bank sentral yang *hawkish* (lebih fokus menahan inflasi sehingga cenderung menahan/menaikkan suku bunga) dan Dolar AS yang lebih kuat, setelah ada penopang (support) dekat SMA 200 hari di sekitar $4,100. Iran menolak klaim adanya pembicaraan dan mengatakan tidak ada peluang kesepakatan, serta menolak proposal gencatan senjata AS 15 poin. Tambahan pengerahan pasukan AS dan risiko konflik meluas mendukung Dolar AS dan menekan emas.

    Penggerak Pasar Dan Risiko Geopolitik

    Tekanan pada infrastruktur energi Iran berlanjut, dan Selat Hormuz disebut pada praktiknya tertutup, sehingga mengangkat harga minyak mentah dan kekhawatiran inflasi. Trader hampir sepenuhnya menghapus kemungkinan pemotongan suku bunga Federal Reserve (bank sentral AS) dan menaikkan taruhan untuk kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun. Hal ini mendorong imbal hasil (yield: tingkat pengembalian) obligasi pemerintah AS (Treasury) naik dan mengurangi minat pada emas. Volatilitas (naik-turun harga yang cepat) diperkirakan tetap tinggi karena pasar sangat sensitif pada berita geopolitik, termasuk spekulasi tentang kemungkinan operasi darat AS yang menargetkan Pulau Kharg. Sinyal teknikal tetap *bearish* (cenderung turun) di bawah SMA 100 hari, dengan MACD (indikator momentum berbasis perbedaan dua rata-rata bergerak) negatif dan RSI (Relative Strength Index: indikator untuk menilai jenuh beli/jenuh jual) di kisaran rendah 30 setelah sempat turun di bawah 30. Resistance (batas atas yang sulit ditembus) berada di SMA 100 hari dan level Fibonacci 38.2% (Fibonacci: alat teknikal untuk memperkirakan area support/resistance). Jika tembus, jalur bisa menuju $4,770 (50.0%). Support (batas bawah) berada dekat $4,422 (23.6%) dan $4,407, lalu $4,300; pergerakan di atas $4,614 akan melemahkan nada bearish.

    Strategi Trading Dan Penempatan Posisi

    Konflik yang meningkat di Timur Tengah, terutama di sekitar Selat Hormuz, menciptakan kondisi *risk-off* (pasar menghindari aset berisiko dan memilih aset aman) yang justru menekan emas. Biasanya ketegangan geopolitik mendukung emas, tetapi kali ini lebih banyak menguatkan status Dolar AS sebagai *safe haven* (aset pelindung saat krisis), dengan indeks DXY (US Dollar Index: ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang) mencapai level tertinggi 16 bulan di 107.50 kemarin. Pola ini mirip saat dolar menguat pada periode inflasi tinggi 2022–2023, sehingga emas yang tidak memberi imbal hasil (non-yielding: tidak memberi bunga/kupon) menjadi kurang menarik. Bagi trader, ini mengarah pada penempatan posisi untuk potensi penurunan lanjutan harga emas. Membeli opsi put (kontrak yang memberi hak menjual di harga tertentu) pada XAU/USD dengan strike (harga kesepakatan) dekat titik rendah terbaru $4,407, atau menargetkan level $4,300, bisa menjadi cara langsung memanfaatkan tren ini. Resistance di area $4,600 dinilai kuat, sehingga cocok untuk membuka posisi short (untung saat harga turun) atau menjual *call credit spread* (strategi opsi: menjual call dan membeli call lain di strike lebih tinggi untuk membatasi risiko) untuk mendapatkan premium (biaya opsi). Namun, RSI menunjukkan kondisi *oversold* (jenuh jual: harga turun terlalu cepat sehingga berpotensi memantul), yang bisa memicu pantulan jangka pendek. Untuk melindungi dari pembalikan mendadak, trader dapat mempertimbangkan membeli opsi call *out-of-the-money* (OTM: strike di atas harga pasar saat ini) atau memakai *bull call spread* (strategi opsi: beli call dan jual call lain di strike lebih tinggi) dengan strike di atas resistance $4,614. Ini cara berbiaya lebih rendah untuk melindungi portofolio yang condong short dari berita positif tak terduga bagi emas. Kekuatan Dolar AS sendiri memberi peluang trading yang jelas. Posisi long (untung saat naik) pada dolar dapat dilakukan dengan membeli opsi call pada indeks DXY. Strategi ini diuntungkan oleh arus *safe haven* dan perbedaan suku bunga (interest rate differentials: selisih tingkat bunga antarnegara) yang menguntungkan AS. Volatilitas diperkirakan tetap tinggi karena derasnya berita geopolitik, terutama terkait Iran. Volatilitas yang tinggi, dengan VIX (indeks “ketakutan” pasar yang mengukur volatilitas tersirat) naik di atas 20 minggu lalu, membuat premium opsi mahal. Kondisi ini lebih cocok bagi penjual opsi yang bisa diuntungkan dari *time decay* (nilai opsi menyusut seiring waktu) dan turunnya volatilitas jika situasi mulai stabil. Dampak konflik pada harga energi juga penting bagi trader derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan futures). Kontrak berjangka WTI (WTI crude oil futures: kontrak untuk membeli/menjual minyak WTI di masa depan) untuk pengiriman Mei baru-baru ini menembus di atas $115 per barel, sehingga tekanan inflasi makin kuat dan mendukung sikap hawkish The Fed. Opsi call pada minyak mentah diperkirakan tetap menguntungkan selama ketegangan di jalur pengiriman utama berlanjut.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code