Gambaran Teknis Dan Level Terdekat
Iran dan Israel terus saling serang pada Kamis. Selat Hormuz ditutup selama empat minggu berturut-turut, mendorong minyak Brent ke $99 per barel. Pada grafik 4 jam, GBP/JPY diperdagangkan di 212,83 dan tetap berada di atas **garis tren naik** (garis pada grafik yang menghubungkan titik-titik harga untuk menunjukkan arah naik) dari 210,59. **Relative Strength Index/RSI** (indikator untuk melihat kuat-lemahnya dorongan beli/jual; angka di atas 50 biasanya lebih kuat ke arah naik) turun ke 53 dari sekitar 60, dan **MACD** (indikator yang membandingkan dua rata-rata harga untuk membaca arah dorongan; “negatif” berarti dorongan turun) berubah sedikit negatif dengan garis MACD di bawah garis sinyal. Harga menguji dukungan garis tren di 212,70, dengan level berikutnya di 212,26 dan 211,60. **Resistance** (batas atas tempat harga sering tertahan) berada di 213,30, dengan level atas di 213,75 dan 214,05.Pertimbangan Strategi Dalam Kondisi Volatilitas Lebih Rendah
Dengan kondisi **volatilitas** (tingkat besar-kecilnya pergerakan harga) yang lebih rendah, trader **derivatif** (instrumen turunan nilainya mengikuti aset acuan) bisa mempertimbangkan strategi **opsi** (kontrak yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli/menjual pada harga tertentu) yang diuntungkan bila terjadi ayunan harga. Tahun lalu pasar yang sangat bergejolak membuat kontrak opsi mahal, tetapi kondisi sekarang membuat strategi seperti **long straddle** (membeli opsi beli dan opsi jual pada harga kesepakatan yang sama agar untung jika harga bergerak besar ke salah satu arah) lebih terjangkau. Cara ini memungkinkan trader bersiap untuk pergerakan besar tanpa menebak arah, sekaligus melindungi dari perubahan kebijakan tak terduga dari Bank of England atau Bank of Japan. **Carry trade** (meminjam mata uang berbunga rendah untuk membeli mata uang berbunga lebih tinggi demi selisih bunga) yang kurang menarik pada kondisi risk-off Maret 2025, kini kembali menarik. Dengan suku bunga acuan Bank of England tetap 5,25% dan Bank of Japan baru saja mengakhiri kebijakan bunga negatif, selisih imbal hasil masih besar. Trader yang memakai kontrak **futures** (kontrak untuk membeli/menjual di masa depan pada harga yang disepakati) dapat memanfaatkan selisih ini, jika pasar tetap stabil. Meskipun level 213,30 adalah resistance utama yang dipantau tahun lalu, trader kini sebaiknya fokus pada area 206,00 sebagai kemungkinan **ceiling** (batas atas tempat kenaikan bisa tertahan). Jika gagal menembus level ini, bisa terjadi koreksi turun seperti yang terlihat pada 2025. Demikian juga, penembusan tegas di bawah support saat ini di sekitar 204,50 akan menjadi sinyal bearish (sinyal arah turun), mirip saat garis tren di 212,70 jebol setahun lalu. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.