Permintaan Sektor Resmi Melemah
Disebutkan perang di Timur Tengah merusak ekonomi negara Teluk dan mengurangi surplus di Asia Timur, sehingga untuk sementara menekan permintaan sektor resmi (official sector—lembaga pemerintah seperti bank sentral). Ditambahkan, partisipasi lembaga besar (institutional investors—misalnya dana pensiun, manajer aset) menjadi lebih rentan, dengan pembeli lebih sedikit saat terjadi aksi jual (sell-off—penjualan besar-besaran yang menekan harga). TD Securities mengatakan sebagian pelaku pasar menyalahkan penurunan ini pada pengurangan utang/modal pinjaman (deleveraging—mengurangi penggunaan dana pinjaman), tetapi perkiraannya menunjukkan penggunaan pinjaman oleh dana kuantitatif (quant fund leverage—tingkat penggunaan dana pinjaman oleh dana yang memakai model matematis) tidak berubah sejak hari ke-2 perang. Ini dinilai menunjukkan struktur pasar melemah (market structure—kondisi dasar pasar seperti ketersediaan pembeli/penjual dan kedalaman likuiditas). Disebutkan aksi penjualan paksa/penutupan posisi (liquidations—menutup posisi, sering karena batas risiko atau margin) memang besar, tetapi pasar masih jauh dari penyerahan total (capitulation—kepanikan massal saat banyak pihak menyerah dan menjual). Mereka menyarankan menunggu CTA menyerah pada posisi belinya (CTA long capitulation—CTA menutup posisi long karena tren berbalik) sebelum membeli saat harga turun (buying dips—membeli ketika harga sedang turun). Mereka juga mencatat kemungkinan pembalikan lanjutan dari “perdagangan pelemahan nilai uang” (“debasement trade”—strategi membeli aset seperti emas karena khawatir nilai mata uang turun akibat kebijakan uang longgar), termasuk keputusan Mahkamah Agung yang terkait perkara Lisa Cook.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.