Ketegangan geopolitik akibat konflik AS-Israel-Iran menjaga Dolar tetap kuat, mendorong EUR/USD turun selama tiga hari

    by VT Markets
    /
    Mar 27, 2026
    EUR/USD turun untuk hari ketiga pada Kamis, diperdagangkan dekat 1,1529 dan turun sekitar 0,26%. Dolar AS tetap kuat karena ketegangan terkait perang AS-Israel dengan Iran. Iran menolak usulan AS berisi 15 poin dan mengatakan kesepakatan apa pun harus mencakup jaminan keamanan (komitmen perlindungan agar tidak diserang) serta pengakuan atas wewenangnya atas Selat Hormuz (jalur laut sempit yang penting untuk pengiriman minyak). Selat Hormuz masih pada praktiknya tertutup, sehingga menambah premi risiko (biaya tambahan karena ketidakpastian) pada harga Minyak.

    Inflasi Minyak Dan Perkiraan Suku Bunga

    Harga minyak yang lebih tinggi menambah kekhawatiran inflasi global (kenaikan harga barang/jasa secara umum) dan bisa membuat suku bunga tetap tinggi lebih lama. Pasar memperkirakan Federal Reserve (bank sentral AS) menahan suku bunga hingga 2026, dengan inflasi masih di atas target 2%. Fed menghadapi risiko pelemahan di pasar tenaga kerja (labour market: kondisi pekerjaan seperti perekrutan dan pengangguran) sambil tetap menjalankan kebijakan yang ketat (restrictive: menahan ekonomi dengan suku bunga tinggi). Fed diperkirakan tetap bergantung pada data (data-dependent: keputusan mengikuti rilis data ekonomi) dan menunggu tanda pekerjaan melemah sebelum mengubah kebijakan. Di Zona Euro, inflasi dekat target 2%, tetapi biaya energi yang lebih tinggi bisa menekan pertumbuhan dan belanja rumah tangga. Harga pasar kini sepenuhnya mencerminkan dua kali kenaikan suku bunga ECB (Bank Sentral Eropa), dengan April semakin dianggap sebagai langkah pertama. Data Zona Euro melemah minggu ini, dengan GfK Consumer Confidence (indeks kepercayaan konsumen) Jerman untuk April di -28 dan indeks Ifo Business Climate (indeks iklim bisnis/sentimen perusahaan) di 86,4, terendah dalam 13 bulan. Data PMI (Purchasing Managers’ Index: survei aktivitas bisnis) juga menunjukkan aktivitas bisnis melambat.

    Strategi Perdagangan Dan Volatilitas

    Karena kekuatan dolar AS yang bertahan akibat ketegangan geopolitik, tren yang jelas adalah memilih posisi yang diuntungkan dari Euro yang lebih lemah. Kita bisa mempertimbangkan strategi yang memanfaatkan penurunan lebih lanjut pada pasangan EUR/USD, seperti membeli opsi put (kontrak yang untung jika harga turun) atau melakukan short pada kontrak berjangka/futures (posisi jual untuk untung saat harga turun). Penembusan turun di bawah level dukungan 1,1550 (support: area harga yang sering menahan penurunan) memberi sinyal peluang turun lebih lanjut dalam beberapa minggu ke depan. Lingkungan konflik dan ketidakpastian bank sentral biasanya memicu volatilitas tinggi (volatility: seberapa besar harga berayun). Volatilitas tersirat (implied volatility: perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi) pada opsi EUR/USD tenor satu bulan sudah naik ke atas 12%, meningkat tajam dibanding kondisi lebih tenang di akhir 2025. Ini menunjukkan strategi opsi untuk mendapat untung dari pergerakan besar, seperti straddle (membeli opsi call dan put sekaligus pada harga yang sama), bisa efektif, terutama menjelang rapat ECB April. Perbedaan kebijakan yang melebar antara Federal Reserve yang menahan suku bunga dan ECB yang dipaksa mempertimbangkan kenaikan suku bunga adalah tema utama. Dengan data inflasi Core PCE (Personal Consumption Expenditures inti: ukuran inflasi AS yang mengabaikan komponen yang sangat berubah-ubah seperti makanan/energi) AS untuk Februari tetap tinggi di 2,9%, Fed tidak punya ruang untuk melonggarkan kebijakan. Perbedaan kebijakan ini dapat terus menekan Euro, sehingga dolar yang lebih kuat menjadi skenario yang paling mungkin. Akar tekanan ini tetap pasar minyak, di mana penutupan Selat Hormuz yang berlanjut menciptakan guncangan pasokan yang serius (supply shock: pasokan tiba-tiba berkurang). Harga minyak mentah West Texas Intermediate/WTI (patokan harga minyak AS) naik melewati $125 per barel, level yang mengingatkan pada krisis energi 2022. Perdagangan langsung pada pendorong ini adalah membeli opsi call pada futures minyak (opsi yang untung jika harga naik) untuk memanfaatkan kenaikan harga lebih lanjut. Data ekonomi Zona Euro menguatkan pandangan bearish (pandangan harga cenderung turun) pada mata uang tunggal. Turunnya indeks Ifo Business Climate Jerman ke 86,4, terendah 13 bulan, menunjukkan ekonomi sudah rapuh sebelum guncangan harga energi ini. ECB kini menghadapi risiko menaikkan suku bunga saat ekonomi melambat, yang bisa mempercepat pelemahan ekonomi dan menambah tekanan turun pada Euro.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code