Prospek Suku Bunga dan Geopolitik
Bank ini memperkirakan perang Iran akan berakhir pada musim semi. Bank ini juga memperkirakan ekspektasi kenaikan suku bunga AS akan mereda. Commerzbank memperkirakan Federal Reserve (bank sentral AS) akan kembali menurunkan suku bunga pada akhir tahun ini. Bank ini memperkirakan total penurunan 75 basis poin (0,75%) hingga pertengahan tahun depan. Bank ini juga memperkirakan imbal hasil riil AS (real yields, yaitu imbal hasil setelah dikurangi inflasi) akan turun bertahap seiring waktu. Artikel ini mencatat bahwa konten dibuat dengan alat AI (kecerdasan buatan) dan ditinjau oleh editor.Rencana Transaksi untuk Trader Derivatif
Keyakinan ini didasari harapan bahwa Federal Reserve akan berbalik arah dan kembali menurunkan suku bunga akhir tahun ini. Laporan terbaru Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI, ukuran inflasi) Februari 2026 menunjukkan inflasi inti (core inflation, inflasi tanpa komponen yang sangat bergejolak seperti makanan dan energi) turun ke 2,8%. Laporan tenaga kerja terbaru juga menunjukkan pasar kerja melambat, sehingga mendukung kemungkinan perubahan kebijakan. Kami memperkirakan total penurunan 75 basis poin hingga pertengahan tahun depan. Bagi trader derivatif (produk turunan seperti opsi dan futures/kontrak berjangka), ini berarti dalam beberapa minggu ke depan, membuka posisi naik (bullish, yaitu bertaruh harga akan naik) bisa tepat. Ini bisa dilakukan dengan membeli opsi call (hak untuk membeli pada harga tertentu) pada futures emas atau ETF (reksa dana yang diperdagangkan di bursa) dengan tanggal berakhir pada akhir 2026. Posisi seperti ini memungkinkan trader mendapat manfaat jika harga memantul naik sambil membatasi risiko penurunan. Daya tarik utama emas juga diperkirakan menguat saat ketegangan geopolitik mereda, dengan konflik Iran diperkirakan mereda pada musim semi ini. Saat The Fed menurunkan suku bunga, imbal hasil riil AS kemungkinan turun, sehingga mengurangi “biaya peluang” memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas (artinya Anda tidak kehilangan banyak potensi bunga dibanding instrumen lain). Ini membuat emas makin menarik dibanding obligasi pemerintah. Melihat kembali dari 2025, ada pola serupa saat siklus pelonggaran kebijakan uang (monetary easing, yaitu penurunan suku bunga/penambahan likuiditas) yang dimulai pada 2019. Saat The Fed menurunkan suku bunga dan imbal hasil riil turun, emas mengalami kenaikan besar hingga 2020. Contoh sejarah itu mendukung pandangan bahwa kondisi saat ini bisa mendahului kenaikan besar berikutnya untuk emas.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.