Di tengah ketegangan di Timur Tengah, Sterling tetap rapuh terhadap Dolar, mempertahankan kenaikan pemulihan pekan lalu yang didukung BoE

    by VT Markets
    /
    Mar 27, 2026
    Pound Sterling mempertahankan kenaikan yang dibuat setelah Bank of England (bank sentral Inggris) mempertahankan suku bunga tetap. GBP/USD tetap agak bearish (cenderung melemah) karena pembicaraan AS–Iran tentang penurunan ketegangan atau gencatan senjata masih belum pasti. GBP/USD tetap dalam konsolidasi bearish (bergerak datar dalam kisaran, tetapi dengan arah condong turun) untuk minggu kedua. Pergerakan harga campuran karena pasar menimbang risiko perang di Timur Tengah dan ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of England pada akhir tahun ini.

    Pendorong Pasar Dan Arah Dalam Waktu Dekat

    Pada Jumat pagi waktu Eropa, GBP/USD berada di dekat 1,3330 setelah mengakhiri penurunan tiga hari berturut-turut. Pasangan ini stabil setelah Inggris merilis data Penjualan Ritel. Penjualan Ritel Inggris turun 0,4% dibanding bulan sebelumnya (month-on-month, perbandingan dengan bulan sebelumnya) pada Februari, dibanding perkiraan -0,8%. Penjualan Ritel tahunan naik 2,5% (perbandingan dengan periode yang sama tahun lalu), dibanding perkiraan 2,1%. Jika melihat kembali awal 2025, Pound sempat kesulitan di sekitar 1,3330, tertekan oleh ketakutan geopolitik (risiko dari konflik antarnegara) di Timur Tengah. Kerentanan itu menjadi tema utama, dengan pasangan ini kini diperdagangkan jauh lebih rendah di sekitar 1,2550. Ini menunjukkan bahwa risiko dasar, meski tidak lagi sering diberitakan, bisa membentuk tren jangka panjang. Sikap hawkish (cenderung mendukung suku bunga lebih tinggi untuk menekan inflasi) Bank of England yang disebut pada 2025 masih berpengaruh, karena inflasi tetap di atas target di 2,8%. Namun, dengan data terbaru yang menunjukkan pertumbuhan PDB (GDP, ukuran total produksi ekonomi) Inggris lemah di sekitar 0,4% dalam laju tahunan (annualized, angka periode pendek yang “disetarakan” menjadi setahun), bank sentral punya ruang terbatas untuk menaikkan suku bunga lagi. Benturan antara menekan inflasi dan menghindari resesi (kontraksi ekonomi) menambah ketidakpastian, yang sering menekan nilai mata uang.

    Strategi Berbasis Opsi Untuk Eksposur Sterling

    Dengan latar ini, pertimbangkan strategi yang diuntungkan dari Pound yang terus turun atau lonjakan volatilitas (naik-turunnya harga). Membeli opsi put (kontrak yang memberi hak menjual pada harga tertentu) pada GBP/USD bisa menjadi cara langsung untuk bersiap terhadap pelemahan lanjutan, dengan risiko yang jelas jika Pound tiba-tiba naik. Volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan volatilitas yang “tercermin” dari harga opsi) saat ini 7,5% untuk opsi 3 bulan, tergolong sedang, sehingga biaya perlindungan tidak terlalu mahal. Untuk pendekatan yang lebih hemat biaya, bisa memakai bear put spread, yaitu membeli put dengan strike (harga patokan dalam kontrak opsi) lebih tinggi dan menjual put dengan strike lebih rendah. Ini membatasi potensi untung, tetapi menurunkan premi (biaya awal membeli opsi) secara signifikan, sesuai dengan pandangan bahwa Pound tetap rentan tetapi mungkin tidak jatuh tajam. Strategi ini membantu menyatakan pandangan bearish sambil mengendalikan biaya dalam beberapa minggu ke depan.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code