DBS memperkirakan CPI Indonesia pada Maret mendekati 4% secara tahunan, didorong oleh biaya bahan bakar, festival, dan efek basis

    by VT Markets
    /
    Mar 28, 2026
    DBS Group Research memperkirakan inflasi CPI (indeks harga konsumen, ukuran kenaikan harga barang dan jasa yang dibeli rumah tangga) Indonesia pada Maret sebesar 4% dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year/yoy), turun dari 4,8% pada Februari. Mereka juga memperkirakan laju bulanan (month-on-month/mom, perubahan dibanding bulan sebelumnya) lebih cepat daripada rata-rata sebelumnya. Perkiraan ini mengaitkan tekanan harga dengan biaya energi yang lebih tinggi dan permintaan saat periode liburan. Efek basis (base effects, perbandingan dengan angka periode lalu yang membuat perubahan tahunan terlihat lebih besar atau lebih kecil) juga disebut mendukung tren tersebut.

    Indonesia March Inflation Outlook

    Salah satu opsi kebijakan yang disebut adalah menjaga harga BBM (bahan bakar minyak) eceran tetap dengan memakai penghematan anggaran untuk menutup biaya yang naik. Jika konflik berlanjut dan harga BBM tetap tinggi hingga kuartal kedua (Q2, tiga bulan kedua dalam tahun), peluang kenaikan harga BBM atau pengurangan subsidi meningkat. Kami memantau data inflasi Maret Indonesia, yang kami perkirakan menunjukkan kenaikan yoy yang tetap kuat dari 3,5% pada Februari. Tekanan naik ini berasal dari belanja yang meningkat selama Ramadan dan harga minyak global yang terus tinggi, dengan Brent (minyak mentah acuan global) baru-baru ini diperdagangkan di atas $88 per barel. Faktor-faktor ini menunjukkan kenaikan harga mom yang lebih cepat. Respons pemerintah dalam waktu dekat kemungkinan menahan harga BBM eceran dengan menanggung biaya tambahan, sehingga melindungi konsumen. Namun, kondisi ini menimbulkan ketidakpastian untuk Q2, karena periode harga energi tinggi yang berkepanjangan akan meningkatkan tekanan untuk mengurangi subsidi atau menaikkan harga. Ketidakpastian kebijakan seperti ini sering membuat pasar lebih bergejolak (volatilitas, harga naik-turun lebih besar dan cepat). Dengan tekanan ini, kami melihat peluang yang meningkat bahwa Bank Indonesia akan mempertahankan sikap “hawkish” (cenderung mengetatkan kebijakan, misalnya menahan atau menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi) untuk menjaga ekspektasi inflasi (perkiraan pelaku pasar soal inflasi ke depan). Dari sudut pandang 2025, kami mengingat bagaimana pasar pada 2022 cepat memperhitungkan kenaikan suku bunga yang agresif saat inflasi menguat, pola yang bisa terulang. Trader sebaiknya mempertimbangkan posisi untuk suku bunga “tinggi lebih lama” melalui instrumen seperti interest rate swaps (swap suku bunga, kontrak untuk menukar pembayaran bunga tetap dan mengambang).

    Rupiah Market Implications

    Lingkungan ini juga menekan Rupiah, yang diperdagangkan dekat 15.800 per dolar AS. Kami memperkirakan volatilitas yang lebih tinggi pada pasangan USD/IDR (nilai tukar dolar AS terhadap Rupiah) saat pasar menimbang risiko inflasi dan respons kebijakan. Trader derivatif (kontrak turunan yang nilainya mengikuti aset lain) dapat mempertimbangkan strategi opsi (options, kontrak hak beli/jual), misalnya membeli put pada IDR (opsi jual, mendapat manfaat jika nilai IDR melemah), untuk lindung nilai (hedging, mengurangi risiko) atau berspekulasi atas pelemahan lanjutan mata uang. Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code