Setelah empat sesi penurunan, GBP/USD naik mendekati 1,3270 di Asia, sementara tekanan kanal bearish masih bertahan

    by VT Markets
    /
    Mar 30, 2026
    GBP/USD naik tipis ke sekitar 1,3270 pada perdagangan Asia hari Senin setelah turun empat sesi berturut-turut, tetapi tetap bergerak di dalam *descending channel* (pola harga menurun dalam “lorong” garis tren turun). Grafik harian tetap bernuansa bearish (cenderung turun) karena pasangan ini masih berada di bawah EMA 9 hari dan EMA 50 hari (EMA = *exponential moving average*, yaitu rata-rata pergerakan yang memberi bobot lebih besar pada data terbaru). RSI 14 hari berada di dekat 41, di bawah angka 50, yang menunjukkan momentum penurunan masih berlanjut (RSI = *relative strength index*, indikator untuk melihat kekuatan dorongan naik/turun harga). Penutupan harga yang makin rendah belakangan ini juga menunjukkan aksi jual berlanjut saat harga memantul.

    Latar Pasar Dan Sentimen Risiko

    Pada awal pekan, GBP berada di sekitar 1,3240 terhadap USD, level terendah dalam hampir dua minggu. Laporan soal kemungkinan aksi darat AS di Iran mengurangi minat pada aset berisiko dan mendukung dolar. Kontrak berjangka S&P 500 turun 0,5% pada saat itu (kontrak berjangka = transaksi untuk membeli/menjual di harga yang disepakati untuk waktu mendatang). Indeks Dolar AS naik untuk sesi kelima berturut-turut ke dekat 100,35 (Indeks Dolar AS/DXY = ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama). Keputusan BoE baru-baru ini untuk menahan suku bunga membantu menopang GBP dibanding level sebelumnya (BoE = Bank of England, bank sentral Inggris). Meski begitu, ketidakpastian seputar pembicaraan AS–Iran membuat prospek jangka dekat pasangan ini tetap agak bearish.

    Perbedaan Kebijakan Dan Selisih Suku Bunga

    Gambaran fundamental sejak itu bergeser dari geopolitik ke perbedaan kebijakan bank sentral. Pada 2025, BoE mencoba *hawkish hold* (menahan suku bunga tetapi memberi sinyal tegas soal risiko inflasi/kemungkinan tetap ketat), sementara Federal Reserve AS mempertahankan sikap lebih agresif. Per Maret 2026, suku bunga acuan The Fed di 5,0% masih jauh lebih tinggi daripada BoE di 4,5%. Selisih ini terus menarik aliran dana ke dolar dan menekan pound. Selisih suku bunga ini didukung data inflasi terbaru: CPI Inggris turun ke 2,8% (CPI = indeks harga konsumen), sementara *core PCE* AS masih “lengket” di 3,1% (core PCE = ukuran inflasi belanja konsumen tanpa komponen yang mudah bergejolak seperti makanan/energi). Ini membuat The Fed punya ruang lebih sempit untuk melonggarkan kebijakan. Indeks Dolar AS (DXY) mencerminkan kondisi ini, kini bertahan kuat di sekitar 104,50, jauh di atas 100,35 pada periode *risk-off* 2025 (*risk-off* = pasar menghindari risiko dan cenderung memilih aset aman). Kekuatan dolar yang bertahan ini menjadi hambatan besar bagi pemulihan GBP/USD yang berarti. Bagi trader, kondisi ini menunjukkan bahwa menjual saat harga menguat masih layak dipertimbangkan. Momentum bearish yang terlihat pada 2025, yang dikonfirmasi RSI di bawah 50, masih terlihat secara teknikal, dengan pasangan ini berulang kali gagal bertahan di atas EMA 50 hari. Opsi volatilitas bisa menarik (opsi = kontrak yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli/menjual; volatilitas = besarnya naik-turun harga). Trader dapat mempertimbangkan membeli *put option* (opsi jual, biasanya untung jika harga turun) untuk memanfaatkan potensi penurunan lanjutan, terutama bila harga turun menembus level dukungan psikologis utama di 1,2500 (level psikologis = angka bulat yang sering jadi acuan pelaku pasar).

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code