Ahli strategi OCBC memandang pemulihan harga emas sebagai bersifat teknikal, setelah penurunan 20% sejak konflik Iran dimulai

    by VT Markets
    /
    Mar 30, 2026
    OCBC ahli strategi Sim Moh Siong dan Christopher Wong mengatakan kenaikan kembali harga emas terbaru terutama bersifat teknikal (pergerakan harga karena pola grafik/indikator, bukan karena perubahan besar pada ekonomi) setelah harga sempat turun hampir 20% sejak konflik Iran dimulai. Mereka mencatat masih ada peluang kenaikan jangka pendek, tetapi belum jelas apakah bisa bertahan. Mereka menilai area “resistance” (batas atas tempat harga sering sulit naik lebih jauh) berada di 4.624 (100DMA, rata-rata pergerakan 100 hari), 4.670 (38,2% Fibonacci retracement, ukuran koreksi harga berdasarkan rasio Fibonacci), dan 4.850 (50% Fibonacci). Mereka mengatakan pemulihan yang lebih tahan lama kemungkinan perlu emas menembus level-level ini dan bertahan di atasnya.

    Technical Rebound With Limited Follow Through

    Mereka juga menyatakan bahwa “real yields” yang lebih tinggi (imbal hasil setelah dikurangi inflasi) dan lebih sedikit perkiraan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve AS (bank sentral AS) membuat kondisi semakin sulit bagi emas. Pantulan emas belakangan ini terlihat terutama teknikal, khususnya setelah penurunan tajam hampir 20% yang terjadi. Ini membuka ruang untuk kenaikan jangka pendek, tetapi ada keraguan apakah pergerakan ini punya dukungan dasar ekonomi yang cukup untuk bertahan. Lingkungan ekonomi luas (“makro”, kondisi seperti inflasi, suku bunga, dan pertumbuhan) yang menekan harga pada akhir 2025 juga belum banyak berubah. Hambatan terbesar tetap “real yields” yang tinggi. Data terbaru menunjukkan imbal hasil TIPS 10 tahun (obligasi pemerintah AS yang nilainya disesuaikan dengan inflasi) bertahan di atas 2,3% minggu lalu, sehingga aset yang tidak memberi imbal hasil seperti emas menjadi kurang menarik. Selain itu, rilis CPI AS terbaru (indeks harga konsumen, ukuran inflasi) sedikit lebih tinggi dari perkiraan di 2,9%, yang menguatkan pesan Federal Reserve bahwa pemangkasan suku bunga belum dekat. Ini mengurangi pemicu utama yang biasanya bisa mendorong reli emas yang lebih kuat. Untuk trader derivatif (instrumen turunan, produk yang nilainya mengikuti aset dasar seperti emas), ini menunjukkan bahwa menjual opsi call (kontrak yang memberi hak membeli pada harga tertentu) atau membuat bear call spread (strategi opsi yang diuntungkan jika harga tidak naik banyak) bisa menjadi langkah yang lebih aman dalam beberapa minggu ke depan. Mereka melihat resistance kunci di sekitar 4.624 dan 4.670 sebagai “ceiling” (batas atas kuat) untuk reli saat ini. Menjual call dengan strike price (harga patokan dalam kontrak opsi) di level tersebut atau sedikit di atasnya memungkinkan trader menerima premium (biaya yang dibayar pembeli opsi) dengan pandangan bahwa kenaikan ini kemungkinan melemah.

    Options Positioning Around Key Resistance

    Situasi ini mirip dengan pasar pada 2023, ketika siklus kenaikan suku bunga agresif The Fed terus membatasi kenaikan emas meskipun ada ketegangan geopolitik. Bahkan saat emas mencoba naik, “opportunity cost” (biaya peluang, yaitu keuntungan yang hilang karena memilih memegang emas daripada aset yang memberi imbal hasil) yang tinggi membuat harga sulit menembus dan bertahan. Mereka menilai tekanan serupa sedang terbentuk sekarang, sehingga membatasi seberapa tinggi pantulan teknikal ini bisa naik.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code