Saham NuScale Power menyentuh support yang menyempit, mengindikasikan peluang swing trade yang menarik dengan potensi kenaikan sekitar 40%

    by VT Markets
    /
    Mar 30, 2026
    Saham NuScale Power Corporation (SMR) mencapai area penopang (support, yaitu zona harga yang sering menahan penurunan) pada Jumat, 27 Maret 2026. Level ini menggabungkan garis tren mendatar (horizontal trendline, yaitu garis yang menghubungkan harga pada level yang sama) dengan garis tren menurun (descending trendline, yaitu garis yang menghubungkan puncak yang makin rendah). Saham ini turun 82% dari puncak Oktober 2025 di $57,50. Teks tersebut membingkai penurunan ini sebagai dasar untuk pantulan jangka pendek. Artikel itu menyebut saham sudah “jenuh jual” (oversold, artinya tekanan jual dianggap berlebihan sehingga berpotensi memicu pantulan) setelah penurunan 82% selama enam bulan. Artikel juga mengaitkan potensi permintaan listrik tenaga nuklir dengan perang Iran–AS dan gangguan di Selat Hormuz. Tulisan tersebut memproyeksikan potensi kenaikan hingga 40% dalam hitungan minggu. Target kenaikannya adalah $14,30. Dengan NuScale Power (SMR) berada di level penopang teknikal yang kuat, ini dipandang sebagai peluang utama untuk transaksi naik (bullish trade, yaitu strategi yang berharap harga naik) dalam jangka pendek. Saham ini sudah jatuh tajam sejak puncaknya pada Oktober 2025, sehingga kondisinya sangat jenuh jual. Ini menunjukkan peluang pantulan yang cepat dalam beberapa minggu ke depan. Bagi trader, ini mengarah pada penggunaan opsi beli (call options, yaitu kontrak yang memberi hak untuk membeli saham pada harga tertentu sebelum tanggal tertentu) untuk memanfaatkan potensi kenaikan dengan risiko yang terukur. Terlihat lonjakan volume opsi (options volume, yaitu jumlah kontrak opsi yang diperdagangkan), terutama untuk jatuh tempo (expirations, yaitu tanggal berakhirnya kontrak) April dan Mei 2026, dengan pembelian call mengungguli put (puts, yaitu opsi yang memberi hak menjual) hampir 4 banding 1 pada Jumat lalu. Dengan target $14,30, memilih strike di luar uang (out-of-the-money, artinya harga strike berada di atas harga saham saat ini sehingga belum menguntungkan bila langsung dieksekusi) seperti call $12 atau $13 dapat memberi daya ungkit (leverage, yaitu potensi dampak keuntungan/kerugian yang lebih besar dibanding modal) yang besar jika saham bergerak sesuai perkiraan. Situasi geopolitik di Selat Hormuz menjadi pemicu besar, karena laporan terbaru mengonfirmasi gangguan yang masih berlangsung dan membuat harga berjangka minyak (oil futures, yaitu kontrak untuk membeli/menjual minyak di masa depan) melonjak. Ini memaksa fokus baru pada kemandirian energi, dan ETF Global X Uranium (URA) sudah naik 8% minggu lalu. Dukungan satu sektor ini menambah kekuatan pada gagasan bahwa NuScale bisa cepat dinilai ulang oleh pasar (re-rating, yaitu pasar memberi penilaian harga yang lebih tinggi). Namun, ketegangan yang meningkat mendorong volatilitas tersirat (implied volatility, yaitu perkiraan besar-kecilnya pergerakan harga di masa depan yang tercermin pada harga opsi) pada opsi SMR di atas 95%, sehingga opsinya mahal. Biaya tinggi ini menaikkan risiko peluruhan nilai waktu (theta decay, yaitu nilai opsi berkurang seiring waktu jika harga tidak bergerak sesuai harapan) bila saham bergerak mendatar, bukan naik. Trader harus yakin pergerakan naik terjadi segera agar bisa menutupi peluruhan ini.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code