Fed Policy Outlook
Laporan tersebut menyebut FOMC (Federal Open Market Committee, komite bank sentral AS yang menetapkan kebijakan suku bunga) melakukan tiga kali pemotongan suku bunga pada 2025, total 75 basis poin (bps; 1 bps = 0,01%). Bank memproyeksikan kisaran target Fed Funds (suku bunga acuan AS untuk pinjaman antarbank semalam) akan tetap di 3,5% hingga 3,75% sepanjang 2026. Meski ada prospek pertumbuhan dan inflasi itu, BNP Paribas memperkirakan dolar AS melemah terhadap euro hingga akhir 2026. Bank juga memproyeksikan yen dan pound sterling sedikit turun terhadap dolar, dengan USD/JPY di 160 dan GBP/USD di 1,3 pada Q4 2026 (kuartal 4, tiga bulan terakhir tahun 2026). Artikel ini menyebut dibuat menggunakan alat AI (kecerdasan buatan, program komputer yang membantu membuat teks) dan diperiksa oleh editor. Dengan Federal Reserve diperkirakan menahan kisaran targetnya tetap sepanjang 2026, volatilitas (naik-turun harga yang cepat) di pasar suku bunga jangka pendek kemungkinan tetap rendah. Setelah rangkaian pemotongan pada 2025, kondisi stabil ini menunjukkan trader bisa mempertimbangkan menjual opsi (kontrak yang memberi hak beli/jual pada harga tertentu) pada futures SOFR (kontrak berjangka berbasis SOFR; SOFR adalah suku bunga acuan pinjaman semalam yang dijamin di AS) untuk mengumpulkan premi (biaya yang diterima penjual opsi), dengan taruhan tidak ada pergerakan suku bunga besar. Pandangan ini didukung data CPI (Consumer Price Index/Indeks Harga Konsumen, ukuran inflasi) Februari 2026 terbaru, yang menunjukkan inflasi bertahan di 3,2%, sehingga The Fed punya sedikit alasan untuk mengubah arah.FX Strategy Implications
Kami memperkirakan pelemahan dolar terhadap euro berlanjut dalam beberapa minggu ke depan. Ketahanan ekonomi AS saat ini, dengan data terbaru mengarah pada potensi pertumbuhan PDB Q1 2026 (kuartal 1, tiga bulan pertama 2026) sebesar 2,9%, justru menekan dolar karena mengurangi permintaan safe-haven (aset “tempat aman” yang biasanya diburu saat pasar takut). Karena EUR/USD diperdagangkan dekat 1,10, trader bisa memakai call options (opsi beli) untuk mengambil posisi jika harga naik. Sebaliknya, kami memperkirakan yen dan pound melemah tipis terhadap dolar yang relatif stabil. Dengan USD/JPY saat ini sekitar 155, perbedaan suku bunga (selisih tingkat bunga antarnegara) masih mendukung dolar, sehingga call spreads (strategi opsi: beli call dan jual call lain untuk membatasi biaya dan keuntungan) yang menargetkan level 160 menarik untuk beberapa bulan ke depan. Untuk pound Inggris yang berada dekat 1,33, trader bisa mempertimbangkan membeli puts (opsi jual) untuk mengambil posisi penurunan bertahap menuju 1,30 pada akhir tahun.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.