Permintaan safe-haven mendorong DXY mendekati 100,50 saat Trump memperingatkan Iran; pasar menantikan laporan NFP mendatang

    by VT Markets
    /
    Mar 31, 2026
    Indeks Dolar AS (DXY) naik ke sekitar 100,50 dan berpeluang mencatat kenaikan harian kelima berturut-turut setelah komentar “hawkish” (cenderung mendukung suku bunga lebih tinggi untuk menekan inflasi) dari Presiden AS Donald Trump soal Iran. EUR/USD turun ke sekitar 1,1460, level terendah dalam satu minggu, sementara GBP/USD jatuh ke level terendah tiga bulan di 1,3174. USD/JPY mengakhiri tren naik empat hari dan diperdagangkan dekat 159,60 karena permintaan terhadap Yen (mata uang Jepang yang sering dipakai sebagai aset aman) sempat meningkat. AUD/USD turun ke level terendah dua bulan dekat 0,6850, sementara Reserve Bank of Australia (bank sentral Australia) bersiap untuk rapat berikutnya dengan sikap hati-hati namun tetap “hawkish” (condong mengetatkan kebijakan).

    Komoditas Dan Aset Aman

    Minyak mentah WTI diperdagangkan dekat $103,20 per barel setelah empat hari kenaikan berturut-turut yang dikaitkan dengan Iran yang mempertahankan penutupan Selat Hormuz (jalur laut penting untuk pengiriman minyak global). Emas diperdagangkan dekat $4,515, didukung permintaan aset aman meski Dolar lebih kuat. Data yang dijadwalkan rilis Selasa hingga Jumat mencakup penjualan ritel Zona Euro, CPI (inflasi/kenaikan harga konsumen), HICP (ukuran inflasi versi standar Uni Eropa), dan pengangguran, serta PDB Kanada dan beberapa rilis AS seperti kepercayaan konsumen, JOLTS (laporan lowongan kerja), ADP (perkiraan data ketenagakerjaan sektor swasta), ISM PMI (indeks aktivitas bisnis/manufaktur), dan nonfarm payrolls (data jumlah pekerjaan di luar sektor pertanian). Rilis lain mencakup Tankan Q1 Jepang (survei sentimen bisnis) dan PMI Maret China (indeks aktivitas bisnis). WTI adalah patokan minyak mentah AS dari Cushing (pusat penyimpanan minyak di Oklahoma), dan harganya dipengaruhi oleh pasokan dan permintaan, gangguan geopolitik, produksi OPEC (kartel negara pengekspor minyak), dan Dolar AS. Laporan persediaan API (perkiraan stok minyak dari lembaga industri) dan EIA (data stok resmi pemerintah AS) dirilis Selasa dan Rabu; hasilnya berada dalam selisih 1% sekitar 75% dari waktu, dan OPEC memiliki 12 anggota. Melihat kembali sentimen pasar pada periode yang sama tahun lalu, pada Maret 2025, terlihat kombinasi Dolar AS yang kuat dan risiko geopolitik yang tinggi. Indeks Dolar naik menuju 100,50, dan minyak berada di atas $103 per barel akibat ketegangan dengan Iran. Kondisi “risk aversion” (pelaku pasar menghindari aset berisiko dan memilih aset aman) ini menjadi acuan penting untuk strategi saat ini.

    Pertimbangan Strategi Untuk Pekan Ini

    Hari ini, Indeks Dolar AS diperdagangkan lebih tinggi, baru-baru ini menyentuh level tertinggi tahunan 104,55 karena Federal Reserve (bank sentral AS) mempertahankan sikap “hawkish” (kebijakan cenderung ketat dan suku bunga lebih tinggi) selama 12 bulan terakhir. Situasi pada 2025 mengingatkan bahwa melawan penguatan Dolar sering merugikan. Dengan rilis data pekerjaan utama AS, termasuk Nonfarm Payrolls, pada Jumat ini, kita perlu berhati-hati untuk mengambil posisi yang mengandalkan pelemahan Dolar besar. Harga minyak WTI, yang melonjak setahun lalu, sejak itu stabil di sekitar $85 per barel setelah jalur diplomatik meredakan situasi di Selat Hormuz pada akhir 2025. Ini menunjukkan “premi geopolitik” (tambahan harga karena risiko perang/konflik) bisa cepat hilang dari harga energi. Mengingat volatilitas (naik-turun harga yang cepat) ini, membeli opsi call out-of-the-money pada WTI (kontrak hak beli yang harganya di atas harga pasar saat ini, biasanya lebih murah namun butuh kenaikan besar agar untung) dapat menjadi lindung nilai (hedge: perlindungan risiko) yang murah dan efektif terhadap eskalasi mendadak di titik panas global. Kinerja emas menarik, karena tahun lalu tetap kuat dekat $4,515 meski Dolar kuat, dan sejak itu naik ke atas $4,700 per ons. Ini mematahkan hubungan terbalik yang biasanya terjadi (umumnya saat Dolar naik, emas turun), terutama didorong pembelian bank sentral yang mencetak rekor sepanjang 2025, ketika mereka menambah lebih dari 1.050 ton metrik ke cadangan. Permintaan berkelanjutan ini menunjukkan peran emas bergeser menjadi aset inti untuk lindung nilai terhadap inflasi dan risiko sistemik (risiko gangguan besar pada sistem keuangan), bukan sekadar taruhan melawan Dolar. Kelemahan EUR/USD dan GBP/USD tahun lalu makin kuat, dengan EUR/USD kini kesulitan bertahan di level 1,0500 dan GBP/USD di bawah 1,2200. Perubahan sikap European Central Bank (bank sentral Zona Euro) yang lebih “dovish” (cenderung melonggarkan kebijakan/suku bunga lebih rendah) pada paruh kedua 2025, berlawanan dengan kebijakan The Fed, mendorong perbedaan arah ini. Karena itu, penguatan pada pasangan ini dapat dilihat sebagai peluang untuk membuka posisi short (posisi jual untuk mendapat keuntungan saat harga turun), terutama dengan rilis awal data CPI Zona Euro pekan ini. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code