Data RBI menunjukkan defisit perdagangan India pada kuartal ketiga melebar menjadi -87,4 miliar dari -68,5 miliar sebelumnya

    by VT Markets
    /
    Mar 31, 2026
    Defisit perdagangan India melebar pada kuartal ketiga, dari -$68,5 miliar menjadi -$87,4 miliar. Ini menunjukkan jarak yang lebih besar antara impor (barang yang masuk dari luar negeri) dan ekspor (barang yang dijual ke luar negeri) selama periode tersebut. Perubahan ini berarti kondisi memburuk sebesar $18,9 miliar dibanding angka sebelumnya. Data ditulis sebagai saldo negatif untuk menunjukkan kekurangan (defisit) dalam perdagangan. Data Q3 2025 itu, yang menunjukkan defisit perdagangan melebar menjadi $87,4 miliar, menegaskan tren yang kami amati. Ini memberi sinyal bahwa tagihan impor (total biaya impor) tumbuh jauh lebih cepat daripada pendapatan ekspor. Ketidakseimbangan mendasar ini memberi tekanan turun langsung pada Rupee India (nilai mata uang melemah). Situasinya belum membaik sejak itu. Kami melihat satu tahun fiskal penuh yang berakhir pada Maret 2025 mencatat defisit rekor lebih dari $275 miliar, dan data bulanan terbaru untuk Februari 2026 menunjukkan selisihnya masih lebar di $20,2 miliar. Kondisi yang terus terjadi ini terutama karena harga minyak global bertahan di atas $90 per barel dan impor elektronik untuk pasar domestik (pasar dalam negeri) terus melonjak. Bagi trader mata uang (pelaku jual-beli valuta asing untuk mencari untung), ini membuat posisi long USD/INR menarik. Posisi long berarti bertaruh dolar AS akan menguat terhadap rupee. USD/INR adalah pasangan mata uang yang menunjukkan berapa rupee untuk 1 dolar AS. Rupee kesulitan bertahan di level 85,00, dan kami memperkirakan turun menuju 86,50 pada kuartal berikutnya. Kami membeli opsi call USD/INR untuk jatuh tempo (tanggal berakhir kontrak) April dan Mei 2026 guna mendapat manfaat dari pelemahan yang diperkirakan. Opsi call adalah kontrak yang memberi hak (bukan kewajiban) untuk membeli pada harga tertentu, sehingga menguntungkan jika USD/INR naik. Bank Sentral India (Reserve Bank of India/RBI) harus bertindak, dan cadangan devisanya (forex reserves: simpanan mata uang asing untuk menjaga stabilitas nilai tukar) sudah turun menjadi $595 miliar dari puncaknya pada 2025 saat bank sentral mempertahankan mata uang. Jika tekanan ini berlanjut, kenaikan suku bunga menjadi kemungkinan nyata untuk menarik arus modal masuk (capital inflows: dana dari investor asing/luar negeri). Kami melihat peluang dengan mempertimbangkan swap suku bunga (interest rate swaps: kontrak untuk menukar pembayaran bunga, biasanya tetap vs mengambang) yang akan diuntungkan jika suku bunga jangka pendek naik. Di sisi ekuitas (pasar saham), rupee yang lebih lemah dan ancaman suku bunga lebih tinggi menjadi hambatan bagi pasar saham. Perusahaan yang sangat bergantung pada impor akan melihat margin (selisih laba) mereka tertekan. Karena itu, kami melindungi portofolio saham dengan membeli opsi put pada indeks NIFTY 50. Opsi put adalah kontrak yang memberi hak untuk menjual pada harga tertentu, sehingga membantu melindungi nilai jika pasar turun.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code