Lowongan pekerjaan JOLTS AS bulan Februari tercatat 6,882 juta, meleset 38.000 dari perkiraan 6,92 juta

    by VT Markets
    /
    Mar 31, 2026
    Lowongan kerja JOLTS (laporan Survei Pembukaan Lowongan dan Pergantian Tenaga Kerja di AS) untuk Februari tercatat 6,882 juta. Angka ini di bawah perkiraan 6,92 juta.

    Kelanjutan Pendinginan Pasar Tenaga Kerja

    Laporan JOLTS hari ini untuk Februari menunjukkan lowongan kerja turun tipis menjadi 6,882 juta, sedikit di bawah perkiraan. Ini menandakan pasar tenaga kerja masih mendingin secara bertahap, tren yang sudah dipantau selama berbulan-bulan. Bagi kami, ini menguatkan gagasan bahwa Federal Reserve (bank sentral AS) semakin kecil tekanannya untuk tetap mempertahankan kebijakan ketatnya (kebijakan yang menahan ekonomi, biasanya lewat suku bunga tinggi). Data ini mendorong untuk melirik derivatif (produk turunan dari aset lain, seperti kontrak berjangka dan opsi) yang diuntungkan saat suku bunga turun dalam beberapa bulan ke depan. Kami melihat minat meningkat untuk membeli kontrak futures SOFR September. SOFR adalah patokan suku bunga pinjaman jangka pendek di AS, sementara futures adalah kontrak untuk membeli/menjual di harga tertentu pada waktu tertentu. Pasar kini memperhitungkan peluang pemangkasan suku bunga yang lebih besar sebelum akhir musim panas. Rasio lowongan kerja terhadap jumlah penganggur kini turun ke 1,1, menunjukkan pendinginan jelas dibanding level 1,4 yang terlihat selama sebagian besar 2025. Untuk pasar saham, data tenaga kerja yang lebih “dingin” ini bisa dianggap positif karena mendukung narasi “soft landing” (ekonomi melambat tanpa masuk resesi). Kita bisa mempertimbangkan membeli opsi call dekat harga pasar (near-the-money, yaitu harga opsi mendekati harga indeks saat ini) pada S&P 500 (indeks saham utama AS). Ini terutama relevan karena indeks tersebut bergerak mendatar (konsolidasi) di sekitar level 5.500 selama beberapa minggu terakhir. Data baru ini bisa menjadi pemicu untuk menembus kisaran pergerakan terakhir ke arah naik. Berita ini juga menyiratkan volatilitas pasar (tingkat naik-turunnya harga) bisa menurun jika investor makin yakin pada arah kebijakan The Fed. Ini membuat strategi menjual volatilitas menarik, misalnya dengan melakukan short pada futures VIX (bertaruh harga kontrak turun; VIX adalah indeks “ketakutan” yang mengukur perkiraan volatilitas S&P 500) atau menjual strangle (strategi opsi: menjual call dan put sekaligus di harga berbeda, umumnya untuk mendapat premi saat harga tetap stabil) pada saham besar yang pergerakannya cenderung stabil. Komentar Gubernur The Fed Waller pekan lalu tentang perlunya melihat “perlambatan yang berkelanjutan” di pasar tenaga kerja selaras dengan laporan ini dan bisa meredakan kekhawatiran investor. Kami mengingat pola serupa pada musim gugur 2025, ketika serangkaian laporan tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan terjadi sebelum The Fed melakukan jeda kebijakan terakhirnya (menghentikan kenaikan suku bunga). Periode itu memicu kenaikan besar pada aset yang sensitif terhadap pertumbuhan dan penurunan imbal hasil obligasi (bond yields, yaitu tingkat keuntungan dari obligasi). Kemiripan sejarah ini menunjukkan bahwa mengambil posisi untuk kebijakan yang lebih longgar (lebih “ramah” pada pertumbuhan, biasanya lewat suku bunga lebih rendah) adalah langkah yang bijak dalam beberapa minggu ke depan.

    Posisi Menghadapi Suku Bunga Lebih Rendah

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code