Data AS dan dinamika Dolar
Data tenaga kerja AS menunjukkan kondisi yang melemah, dengan lowongan kerja JOLTS (Job Openings and Labor Turnover Survey; survei lowongan dan perputaran tenaga kerja) turun dari 7,24 juta pada Januari menjadi 6,882 juta pada Februari. Perekrutan juga melemah, turun 3,1 poin persentase menjadi 3,4%, menurut Departemen Tenaga Kerja AS. PDB Inggris (GDP; ukuran total nilai produksi ekonomi) naik 0,1% pada Q4 2025, sesuai perkiraan, dan naik 1% dibandingkan setahun sebelumnya, tidak berubah, kata ONS (Office for National Statistics; badan statistik nasional Inggris). OECD (Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi; lembaga internasional yang menganalisis ekonomi) memangkas perkiraan pertumbuhan Inggris menjadi 0,7% dari 1,2% minggu lalu. Pasar uang memperhitungkan pengetatan Bank of England sebesar 59 basis poin (bp; 1 bp = 0,01%), sementara CME FedWatch Tool (alat yang memperkirakan peluang arah suku bunga The Fed berdasarkan harga kontrak berjangka) menunjukkan The Fed menahan suku bunga. Level kunci yang disebutkan mencakup resistance (batas atas harga yang sering menahan kenaikan) di 1,3282 dan 1,3330, dengan support (batas bawah harga yang sering menahan penurunan) di sekitar 1,3180–1,3200, lalu 1,3100 dan 1,3035. Sementara data JOLTS Februari 2026 melemah, data yang lebih baru yaitu S&P Global Flash US Composite PMI untuk Maret menunjukkan kenaikan mengejutkan ke 52,1, didorong sektor jasa. PMI (Purchasing Managers’ Index; indeks aktivitas bisnis, di atas 50 berarti ekspansi) yang bercampur seperti ini membuat arah kebijakan The Fed kurang jelas, sehingga mendukung pandangan bahwa mereka kemungkinan tetap menahan suku bunga. Indeks Dolar mencerminkan ketidakpastian ini, sulit bertahan di bawah level 100,00.Risiko inflasi Inggris dan setup GBP/USD
Di Inggris, risiko stagflasi (pertumbuhan lambat atau stagnan disertai inflasi tinggi) nyata, dengan ekonomi hanya tumbuh 0,1% pada kuartal terakhir 2025. Data inflasi Februari, yang lebih tinggi dari perkiraan di 3,4%, menguatkan perhitungan pasar untuk kenaikan suku bunga Bank of England sebesar 59 basis poin. Ini mengingatkan pada guncangan harga energi 2022 yang menekan konsumen dan ekonomi. Dengan kekuatan yang saling berlawanan ini, volatilitas tersirat (perkiraan gejolak harga ke depan yang tersirat dari harga opsi) pada opsi GBP/USD kemungkinan meningkat dalam beberapa minggu ke depan. Trader dapat mempertimbangkan strategi yang diuntungkan dari pergerakan harga tajam ke dua arah, seperti membeli straddle (membeli call dan put pada strike/harga patokan yang sama) atau strangle (membeli call dan put pada strike berbeda). Ini membantu memanfaatkan ketidakpastian di sekitar level support dan resistance tanpa menebak arah tertentu. Grafik teknikal menunjukkan GBP/USD menguat dan melemah dalam rentang sempit, membentuk level yang jelas untuk dipantau. Terlihat resistance kuat dekat 1,3330, sehingga area ini menarik untuk menjual saat harga memantul naik atau membeli put (opsi jual; memberi hak menjual pada harga tertentu). Penembusan tegas di bawah support 1,3180 kemungkinan memicu penjualan lanjutan dan bisa menjadi sinyal untuk menambah posisi short (posisi jual; untung jika harga turun) atau membeli perlindungan penurunan (hedging; cara mengurangi risiko dari penurunan harga).Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.