Prospek Pertumbuhan, Inflasi, dan Kebijakan
Prospek ini mengasumsikan harga minyak mentah Brent (patokan harga minyak global) di USD70–90. Untuk kebijakan moneter (kebijakan bank sentral terkait suku bunga dan uang beredar), BNM diperkirakan mempertahankan Overnight Policy Rate/OPR (suku bunga acuan) di 2,75% untuk sisa tahun ini. BNM diperkirakan menjaga kebijakan tetap stabil untuk mempertahankan ruang gerak bagi tindakan di masa depan. Penurunan suku bunga disebut bergantung pada perlambatan pertumbuhan yang nyata (penurunan yang jelas dan besar).Dampak Pasar bagi Trader
Kekhawatiran soal inflasi tampaknya masih terkendali untuk saat ini, karena minyak Brent diperdagangkan sekitar USD 85 per barel, masih dalam kisaran asumsi bank sentral. Ini mendukung proyeksi bahwa kenaikan harga akan tetap moderat, sehingga mengurangi satu faktor besar yang tidak pasti bagi trader. Prospek ini menyiratkan risiko perubahan kebijakan mendadak akibat inflasi relatif rendah. Kita tidak perlu mengantisipasi perubahan OPR, yang diperkirakan tetap 2,75% hingga akhir tahun. Seperti tahun lalu, Bank Negara Malaysia memberi sinyal lebih memilih stabilitas, artinya swap suku bunga (kontrak untuk menukar pembayaran bunga) dan derivatif terkait (produk keuangan turunan yang nilainya mengikuti aset atau suku bunga) kemungkinan bergerak dalam kisaran yang mudah diperkirakan. Perubahan harga besar-besaran hanya akan terjadi jika ada perlambatan ekonomi yang besar dan tidak terduga. Lingkungan ekonomi yang stabil ini mendukung Ringgit Malaysia, yang belakangan menguat terhadap dolar. Demikian juga, indeks FTSE Bursa Malaysia KLCI (indeks utama saham Malaysia) berada dalam tren naik perlahan, mencerminkan sentimen domestik yang positif. Trader dapat bersiap untuk penguatan bertahap pada aset-aset ini, bukan pergerakan yang tiba-tiba dan ekstrem.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.