EUR/USD tetap bergerak dalam kisaran; payroll AS yang kuat menopang dolar, sementara euro stabil di tengah likuiditas yang menipis akibat libur panjang

    by VT Markets
    /
    Apr 6, 2026
    EUR/USD bergerak dalam kisaran sempit pada Jumat saat likuiditas (kemudahan transaksi karena banyaknya pelaku pasar) tipis karena libur Good Friday. Pasangan ini berada di sekitar 1,1534, turun untuk hari kedua setelah menyentuh level tertinggi satu minggu di 1,1627 pada Rabu. Dolar AS mendapat sedikit dukungan setelah laporan pekerjaan AS bulan Maret, sementara Euro tetap cukup stabil. Indeks Dolar AS (DXY, ukuran kekuatan dolar terhadap beberapa mata uang utama) bergerak di sekitar 100.

    Data Pekerjaan AS Mendukung Dolar

    Nonfarm Payrolls (NFP, jumlah pekerjaan baru di luar sektor pertanian) AS naik 178K pada Maret, di atas perkiraan 60K. Data Februari direvisi menjadi turun 133K dari sebelumnya turun 92K, sementara Tingkat Pengangguran turun ke 4,3% dari 4,4%. Average Hourly Earnings (rata-rata upah per jam) naik 0,2% dibanding bulan sebelumnya (month-on-month, dibanding bulan lalu), di bawah perkiraan 0,3% dan turun dari 0,4% sebelumnya. Upah naik 3,5% dibanding tahun sebelumnya (year-on-year, dibanding tahun lalu), di bawah perkiraan 3,7% dan turun dari 3,8%. Data tenaga kerja terbaru mendukung perkiraan bahwa Federal Reserve (The Fed, bank sentral AS) mungkin menahan suku bunga (interest rates, biaya pinjaman) lebih lama. Pasar mengurangi perkiraan pemotongan suku bunga sejak perang AS–Israel dengan Iran dimulai, karena risiko inflasi (kenaikan harga) terkait minyak meningkat. 2026-04-03T19:53:45.719Z

    Proyeksi The Fed Dan Volatilitas

    Bulan lalu, laporan pekerjaan AS lebih kuat dari perkiraan, tetapi reaksi pasar tenang karena libur. Penambahan 178.000 pekerjaan menegaskan pasar tenaga kerja masih kuat, sehingga The Fed punya sedikit alasan untuk menurunkan suku bunga. Ini memperkuat pandangan bahwa suku bunga akan tetap tinggi lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Namun, pertumbuhan upah yang lebih lemah menambah ketidakpastian dan kemungkinan menjadi alasan mengapa dolar tidak naik lebih tajam. Tarik-menarik antara pasar kerja yang kuat dan inflasi upah yang melambat menunjukkan kita bisa melihat pergerakan harga mendadak saat para trader kembali dan mencerna sinyal yang campur. Dengan CBOE Volatility Index (VIX, indeks yang mengukur perkiraan gejolak di pasar saham AS) baru-baru ini naik lagi di atas 17, kita perlu bersiap untuk kenaikan volatilitas (gejolak naik-turun harga) di pasar mata uang. Dengan konflik geopolitik yang berlanjut dan dampaknya pada harga minyak—yang bertahan di sekitar $95 per barel untuk Brent crude (minyak mentah Brent, patokan harga minyak dunia)—inflasi tetap menjadi perhatian utama The Fed. Data inflasi AS terbaru untuk Februari 2026 menunjukkan core CPI (CPI inti, inflasi tanpa komponen yang sangat bergejolak seperti makanan dan energi) masih di sekitar 3,7%, jauh di atas target The Fed. Kondisi ini membuat sulit untuk bertaruh melawan dolar AS dalam waktu dekat. Situasi ini mirip dengan 2022, saat inflasi yang sulit turun memaksa The Fed menaikkan suku bunga secara agresif, sehingga Indeks Dolar AS melonjak melewati 110. Walau kita tidak memperkirakan sikap seagresif itu, ini menunjukkan The Fed yang hawkish (cenderung mengetatkan kebijakan dan menahan/menaikkan suku bunga) bisa membuat dolar menguat cukup lama. Level DXY saat ini di sekitar 100 adalah titik penting yang bisa menjadi dasar untuk kenaikan berikutnya. Di sisi lain, Euro bertahan sebagian karena European Central Bank (ECB, bank sentral zona euro) juga menghadapi inflasi yang sulit turun, dengan Harmonised Index of Consumer Prices (HICP, ukuran inflasi standar di Uni Eropa agar bisa dibandingkan antarnegara) terbaru untuk Zona Euro di 3,5%. Ini membuat ECB tidak bisa terlalu dovish (cenderung melonggarkan kebijakan dan menurunkan suku bunga), sehingga menjadi penahan penurunan untuk EUR/USD untuk sementara. EUR/USD yang tetap bergerak sempit di sekitar 1,1550 meski ada data AS menunjukkan keseimbangan kedua kekuatan ini. Untuk trader derivatif (produk turunan seperti opsi dan kontrak lain yang nilainya mengikuti aset dasar), ini menunjukkan bahwa menjual volatilitas kenaikan pada EUR/USD bisa menjadi strategi yang masuk akal. Menjual opsi call out-of-the-money (opsi beli dengan harga strike yang lebih tinggi dari harga pasar saat ini, sehingga kecil peluangnya langsung untung) atau membuat bearish risk reversals (strategi opsi yang menargetkan potensi turun: biasanya menjual call dan membeli put) memungkinkan kita mendapat untung jika pasangan ini tetap bergerak dalam kisaran atau turun perlahan. Posisi ini membantu memanfaatkan pandangan bahwa kenaikan besar pada EUR/USD kecil kemungkinannya dalam beberapa minggu ke depan.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code