OPEC+ memutuskan untuk menaikkan kuota produksi minyak Mei sebesar 206.000 barel per hari, lapor Reuters, di tengah krisis energi

    by VT Markets
    /
    Apr 6, 2026
    OPEC+ sepakat pada hari Minggu untuk menaikkan kuota (batas produksi) minyak sebesar 206.000 barel per hari untuk bulan Mei, menurut laporan Reuters. Kelompok ini menyebut perlunya melindungi jalur pelayaran laut internasional agar pasokan energi bisa bergerak bebas. OPEC+ juga menyampaikan kekhawatiran tentang serangan terhadap infrastruktur energi (fasilitas penting seperti kilang, pipa, terminal, dan pelabuhan). Mereka mengatakan serangan tersebut mengurangi ketersediaan pasokan secara keseluruhan.

    Reaksi Pasar Dan Keamanan Pasokan

    Minyak mentah WTI naik 1,73% ke $105,35 pada saat laporan ini dibuat. Kami menilai keputusan OPEC+ menaikkan produksi hanya 206.000 barel tidak berdampak besar bagi pasokan global. Pasar tampaknya sependapat, karena harga tetap naik meski ada berita kenaikan produksi. Fokus utama seharusnya pada kekhawatiran kelompok ini soal keamanan pasokan, yang mengisyaratkan pasar akan ketat dan rapuh. Sentimen bullish (keyakinan harga cenderung naik) ini didukung oleh keseimbangan pasar yang memang ketat. Menurut U.S. Energy Information Administration (EIA) (lembaga pemerintah AS yang mengumpulkan dan menerbitkan data energi), persediaan minyak global (stok minyak yang tersimpan) terus menurun, dan diperkirakan turun 0,9 juta barel per hari hingga pertengahan 2026. Karena cadangan pengaman pasokan (stok ekstra untuk keadaan darurat) tipis, gangguan nyata di lapangan akan berdampak besar pada harga. Pernyataan yang menyinggung keamanan jalur pelayaran dan infrastruktur adalah sinyal bahwa risiko geopolitik (risiko karena konflik dan ketegangan antarnegara) merupakan pendorong utama. Serangan di Laut Merah pada akhir 2023 dan 2024 menambah premi risiko yang besar pada minyak mentah (tambahan harga karena risiko meningkat), dan pernyataan ini menunjukkan kekhawatiran itu masih berlanjut. Kondisi ini berarti volatilitas tersirat (perkiraan naik-turun harga yang tercermin dari harga opsi) pada opsi minyak kemungkinan tetap tinggi, sehingga premi opsi (biaya membeli opsi) mahal, sekaligus mencerminkan potensi pergerakan harga yang tajam.

    Posisi Untuk Harga Yang Lebih Tinggi

    Dengan melihat dari sudut pandang kami pada 2025, kami mengingat lonjakan harga di atas $120 per barel pada 2022 ketika pasokan sangat terancam setelah invasi Rusia ke Ukraina. Karena Cadangan Minyak Strategis AS (Strategic Petroleum Reserve/SPR: stok minyak darurat milik pemerintah AS) masih berada dekat level terendah dalam 40 tahun setelah pelepasan besar saat itu, pasar tidak punya bantalan pasokan seperti sebelumnya. Kenaikan produksi kecil ini tidak mengubah kerentanan tersebut. Dengan kondisi ini, arah yang paling mungkin untuk harga minyak tetap naik, dengan volatilitas sebagai tema utama. Kami menilai trader perlu mempertimbangkan posisi dengan membeli opsi call (hak untuk membeli pada harga tertentu) atau call spread (strategi opsi: membeli call dan menjual call lain untuk menekan biaya) pada kontrak berjangka (futures: kontrak jual-beli untuk tanggal mendatang) WTI dan Brent, dengan target strike (harga patokan dalam opsi) di atas harga saat ini. Penurunan harga karena kekhawatiran ekonomi global sebaiknya dipandang sebagai peluang, karena ketatnya pasokan dan ketegangan geopolitik kemungkinan menjadi penopang kuat.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code