Di tengah mediasi, AS dan Iran mempertimbangkan gencatan senjata 45 hari, meski kesepakatan dalam 48 jam tampaknya tidak mungkin

    by VT Markets
    /
    Apr 6, 2026
    AS, Iran, dan mediator regional membahas syarat untuk kemungkinan gencatan senjata 45 hari yang bisa mengarah pada berakhirnya pertempuran, lapor Bloomberg pada Senin, mengutip Axios. Laporan itu menyebut peluang mencapai kesepakatan dalam 48 jam ke depan rendah. Presiden AS Donald Trump memperpanjang tenggat waktunya 20 jam. Ia menetapkan tenggat baru untuk Selasa pukul 8:00 malam waktu EST (Waktu Standar Timur AS). Saat berita ini ditulis, WTI turun 0,95% pada hari itu ke $102,85.

    Pembicaraan Gencatan Senjata Dan Reaksi Minyak Dalam Waktu Dekat

    Terlihat pola yang sudah sering terjadi pada pembicaraan damai Timur Tengah saat ini. Jika melihat situasi serupa pada 2025, bahkan kemungkinan kecil gencatan senjata membuat WTI turun di bawah $103 per barel. Contoh ini menunjukkan bahwa tanda penurunan ketegangan yang cukup meyakinkan akan segera menekan harga minyak mentah dalam beberapa minggu ke depan. Dengan WTI saat ini diperdagangkan sekitar $95 per barel per April 2026, pasar sudah memasukkan *premi risiko geopolitik*—tambahan harga karena risiko konflik dan gangguan pasokan. Laporan terbaru EIA (Badan Informasi Energi AS) menunjukkan kenaikan persediaan minyak mentah yang tidak terduga sebesar 2,1 juta barel, sinyal bearish (cenderung menekan harga) yang bisa memperbesar penurunan jika ada kesepakatan damai. Kesepakatan yang berhasil kemungkinan menghapus premi risiko, terutama saat kondisi pasar fisik (perdagangan minyak nyata, bukan kontrak) mulai melemah.

    Posisi Opsi Dan Sinyal Volatilitas

    Kegelisahan pasar terlihat pada CBOE Crude Oil Volatility Index (OVX), yaitu indeks yang mengukur perkiraan naik-turunnya harga minyak berdasarkan harga opsi, yang diperdagangkan dekat 45—jauh di atas rata-rata historisnya. Ini membuat pembelian *put option* pada kontrak berjangka (futures) WTI atau Brent menarik: put option adalah kontrak yang memberi hak untuk menjual pada harga tertentu, sehingga bisa untung jika harga tiba-tiba turun saat kesepakatan terjadi. Menjual *out-of-the-money call spreads* juga bisa dimanfaatkan: out-of-the-money berarti harga targetnya masih jauh dari harga pasar saat ini, sedangkan call spread adalah strategi opsi yang membatasi potensi untung/rugi, biasanya untuk mendapat keuntungan saat harga turun atau tidak naik banyak, sambil memanfaatkan *implied volatility* (perkiraan volatilitas dari harga opsi) yang tinggi. Namun, perlu mempertimbangkan risiko besar jika pembicaraan gagal, yang bisa membuat harga melonjak kembali di atas $100 hampir seketika. Kegagalan pembicaraan pada 2025 akhirnya memicu kenaikan tajam pada kuartal berikutnya. Karena itu, tetap punya perlindungan lewat *long-dated call options* (opsi beli dengan jatuh tempo lebih lama) bisa menjadi *hedge* penting—cara mengurangi risiko—jika negosiasi tiba-tiba runtuh.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code