Risiko Geopolitik Dan Pergerakan Harga Harian
Di sesi berikutnya, GBP/USD diperdagangkan di sekitar 1.3190 dan tetap berada di area negatif untuk hari ketiga berturut-turut. Dolar AS tetap mendapat dukungan karena ketidakpastian di Timur Tengah meningkatkan permintaan aset aman. Presiden AS Donald Trump menetapkan hari Selasa sebagai batas waktu bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, disertai ancaman terhadap pembangkit listrik, jembatan, dan infrastruktur lain. Iran mengatakan akan membalas terhadap aset serupa yang terkait dengan AS dan selat itu akan tetap ditutup sampai ada kompensasi atas kerusakan terkait perang. GBP/USD mencatat penurunan mingguan kedua berturut-turut, terutama karena geopolitik. Pasar tidak memperkirakan Bank of England (bank sentral Inggris) akan menurunkan suku bunga tahun ini dan memperkirakan sekitar 50 basis poin pengetatan (kenaikan suku bunga; 50 basis poin = 0,50%) hingga akhir tahun. Kami mengingat bagaimana tahun lalu, pada 2025, pasar kesulitan mendorong GBP/USD di sekitar level 1.3200 karena tekanan geopolitik besar. Walaupun pelaku pasar memperkirakan Bank of England akan menaikkan suku bunga, permintaan kuat terhadap Dolar AS sebagai aset aman membatasi kenaikan. Periode ini menunjukkan bahwa risiko global bisa mengalahkan perkiraan kebijakan dalam negeri.Latar Belakang Saat Ini Dan Strategi Ke Depan
Melihat pasar hari ini, pada 6 April 2026, pasangan ini diperdagangkan jauh lebih rendah, dekat 1.2550. Walaupun Bank of England menahan suku bunga di 5,25% untuk melawan inflasi yang masih tinggi (data terbaru sekitar 3,5%), sikap ketat ini sudah sepenuhnya diperhitungkan pasar (harga sudah mencerminkan informasi itu). Kenaikan suku bunga yang diperkirakan pada 2025 sudah terjadi, tetapi tidak memberi dorongan yang bertahan lama untuk pound. Kekuatan dolar AS tetap menjadi faktor utama, didorong ekonomi AS yang kuat yang terus menambah lebih dari 250.000 pekerjaan per bulan. Ini mengurangi peluang Federal Reserve (bank sentral AS) segera berbalik arah kebijakan (mengubah dari ketat menjadi lebih longgar). Kondisi ini menekan GBP/USD, sehingga setiap kenaikan cenderung dimanfaatkan untuk jual. Dengan gambaran ini, kami menilai volatilitas tersirat (perkiraan besar-kecilnya pergerakan harga di masa depan yang tercermin dari harga opsi) pada pasangan ini mungkin terlalu rendah, terutama jika pasar terlalu merasa aman. Karena itu, respons strategi untuk beberapa minggu ke depan adalah membuka posisi bearish (posisi yang menguntungkan saat harga turun) atau melakukan lindung nilai (hedging: mengurangi risiko) atas posisi beli. Kami mempertimbangkan membeli opsi put GBP/USD (kontrak yang memberi hak untuk menjual pada harga tertentu; biasanya dipakai untuk untung dari penurunan) dengan jatuh tempo Mei untuk memanfaatkan potensi pelemahan lanjutan. Bersiap untuk penembusan di bawah level psikologis 1.2500 (angka bulat yang sering jadi perhatian pasar) terlihat masuk akal berdasarkan kondisi dasar.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.