Cara Menghitung Harga Emas di UEA
FXStreet menghitung harga emas UEA dengan mengubah harga internasional menggunakan kurs USD/AED dan satuan ukuran lokal. Harga diperbarui setiap hari memakai harga pasar saat artikel diterbitkan, dan harga di toko lokal bisa berbeda. Bank sentral menambah 1.136 ton emas senilai sekitar US$70 miliar (miliar: billion) ke cadangan pada 2022, menurut World Gold Council. Ini adalah pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai, dengan pembelian dilaporkan dari negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki. Emas sering bergerak berlawanan arah dengan Dolar AS dan US Treasuries (obligasi pemerintah AS), dan juga bisa bergerak berlawanan dengan aset berisiko seperti saham. Harga juga bisa bereaksi terhadap ketegangan geopolitik, kekhawatiran resesi (perlambatan ekonomi besar), dan perubahan suku bunga. Emas juga dihargai dalam dolar AS (XAU/USD: simbol perdagangan emas terhadap dolar AS).Permintaan Bank Sentral dan Strategi Pasar
Kita perlu memperhatikan permintaan yang terus ada dari bank sentral, yang membantu menahan harga agar tidak jatuh terlalu dalam. Dilihat dari sudut pandang tahun 2026, tren ini makin cepat setelah mereka membeli lebih dari 1.000 ton pada 2023, dan laporan akhir 2025 menegaskan negara berkembang masih mengurangi ketergantungan pada dolar. Pembelian institusi (pembelian oleh lembaga besar seperti bank sentral) ini menjadi dukungan kuat yang kemungkinan tidak hilang. Hubungan terbalik dengan Dolar AS adalah faktor penting sekarang, karena dolar melemah setelah arahan Federal Reserve (bank sentral AS) pada kuartal pertama 2026. Sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding: tidak memberi bunga atau kupon), emas biasanya bagus saat suku bunga riil (real interest rate: suku bunga setelah memperhitungkan inflasi) turun, yang diperkirakan terjadi hingga sisa tahun ini. Data ekonomi yang melemah kemungkinan menekan dolar lebih jauh dan mendorong emas naik. Ketidakstabilan geopolitik tetap menjadi pendorong penting, sehingga emas mempertahankan daya tariknya sebagai aset lindung nilai (safe-haven: aset yang cenderung dicari saat pasar takut). Ketegangan belum mereda, jadi kejadian mendadak bisa membuat harga naik cepat. Trader derivatif (instrumen turunan: kontrak yang nilainya mengikuti aset seperti emas) bisa mempertimbangkan call option jangka panjang (opsi beli: hak membeli pada harga tertentu hingga tanggal tertentu) untuk menangkap potensi kenaikan karena lonjakan volatilitas (naik-turunnya harga), sambil membatasi risiko maksimum. Dengan stabilitas saat ini, menjual cash-secured put (strategi menjual opsi jual sambil menyediakan uang tunai untuk berjaga-jaga jika harus membeli aset) di bawah harga pasar sekarang bisa menarik untuk beberapa minggu ke depan. Ini memungkinkan kita menerima premi (premium: uang yang diterima dari menjual opsi) dari volatilitas yang masih tinggi, sekaligus menyiapkan kemungkinan titik masuk lebih rendah jika harga turun lagi. Pendekatan ini bisa mendapat manfaat saat harga bergerak datar dan saat harga naik. Kita juga perlu memantau korelasi terbalik (inverse correlation: satu naik saat yang lain turun) antara emas dan aset berisiko seperti saham. Pasar saham belakangan tampak melemah, dan penurunan besar biasanya memicu perpindahan ke aset aman (flight to safety: investor beralih ke aset yang lebih aman), yang menguntungkan emas. Memantau pelemahan indeks utama bisa menjadi indikator awal untuk kekuatan logam mulia.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.