Seorang pejabat tinggi Iran mengatakan Iran menerima, melalui Pakistan, usulan gencatan senjata AS dan sedang meninjaunya

    by VT Markets
    /
    Apr 7, 2026
    Iran mengonfirmasi bahwa mereka menerima usulan gencatan senjata (penghentian sementara pertempuran) dari AS melalui Pakistan dan sedang meninjaunya, menurut Reuters yang mengutip seorang pejabat senior Iran. Iran mengatakan tidak akan menerima usulan apa pun di bawah tekanan atau tenggat waktu yang ditetapkan. Teheran mengatakan telah menerima usulan Pakistan dan sedang ditinjau. Iran juga mengatakan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz sebagai imbalan “gencatan senjata sementara”, dan menilai AS belum siap untuk gencatan senjata permanen (penghentian konflik jangka panjang).

    Reaksi Pasar Dan Pergerakan Harga Langsung

    Setelah pengakuan Iran, Indeks Dolar AS (DXY—ukuran kekuatan Dolar AS terhadap beberapa mata uang utama) turun 0,2% ke sekitar 100,00. Minyak WTI (West Texas Intermediate, patokan harga minyak AS) juga turun 1,6% ke sekitar $102,00. Dalam istilah pasar, “risk-on” berarti periode saat pelaku pasar lebih memilih aset berisiko (misalnya saham), sedangkan “risk-off” berarti pergeseran ke aset yang lebih aman. Risk-on sering terkait dengan kenaikan saham, mayoritas komoditas selain emas, menguatnya mata uang negara pengekspor komoditas, dan naiknya harga kripto (aset digital seperti Bitcoin). Risk-off sering terkait dengan naiknya harga obligasi (surat utang), meningkatnya permintaan emas, dan penguatan mata uang “safe-haven” (mata uang yang sering dicari saat krisis) seperti Dolar AS, Yen Jepang, dan Franc Swiss. Mata uang terkait komoditas yang biasanya naik saat risk-on mencakup Dolar Australia, Dolar Kanada, Dolar Selandia Baru, serta Rubel dan Rand Afrika Selatan.

    Risiko Pasokan Di Selat Hormuz

    Karena pembicaraan itu pada akhirnya gagal, situasi menjadi lebih tegang dengan fokus baru pada Selat Hormuz. Sekitar 21% pasokan minyak harian dunia melewati jalur sempit ini, sehingga gangguan apa pun akan langsung dan besar dampaknya pada harga energi global. Ketegangan yang belum selesai ini berarti pasar saat ini menilai risiko “guncangan pasokan” (gangguan pasokan mendadak yang mendorong harga naik) terlalu rendah. Pelaku pasar derivatif (produk turunan seperti opsi dan futures/kontrak berjangka) dapat mempertimbangkan membeli call option (opsi beli, memberi hak membeli di harga tertentu) pada minyak WTI untuk beberapa bulan ke depan. Strategi ini memberi peluang keuntungan jika harga melonjak di atas $110–$120 per barel, sambil membatasi potensi kerugian pada premi opsi (biaya yang dibayar untuk membeli opsi). Ini cara dengan risiko terukur untuk bersiap menghadapi peristiwa besar. Kita juga perlu mengantisipasi kenaikan volatilitas pasar (naik-turunnya harga yang lebih besar), sehingga opsi akan menjadi lebih mahal secara umum. Indeks VIX (indikator perkiraan volatilitas pasar saham AS) sempat naik di atas 30 saat gangguan pengiriman di Laut Merah pada akhir 2023, dan konflik langsung bisa mendorongnya di atas 40. Membeli VIX call option atau VIX futures (kontrak berjangka VIX) bisa menjadi lindung nilai (hedge, perlindungan) terhadap penurunan pasar yang luas akibat krisis seperti itu. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code