Kekuatan Dolar Dan Posisi Risk-Off
Harga pasar kini tidak lagi memperhitungkan pemangkasan suku bunga AS tahun ini. Data tenaga kerja AS tetap kuat, sehingga memperkuat alasan *yield* yang lebih tinggi. Risiko pasokan energi terpusat pada Selat Hormuz. Gangguan yang berkepanjangan di sana bisa membuat harga minyak tetap tinggi, dengan risiko lebih condong ke kenaikan lanjutan. Asia dipandang lebih rentan terhadap gangguan aliran energi. Kondisi ini dapat mendorong pasar menuju USD yang lebih kuat saat periode *risk aversion* (keengganan mengambil risiko). Dengan risiko geopolitik yang bertahan, Dolar AS terlihat tetap kuat. Laporan pekerjaan terbaru bulan Maret menunjukkan penambahan lebih dari 250.000 *payrolls* (jumlah orang yang tercatat menerima gaji; indikator banyaknya pekerjaan), sehingga alasan dasar untuk Dolar kuat makin jelas. Trader dapat mempertimbangkan posisi *long* (bertaruh harga naik) pada Dolar, misalnya melalui *call options* (kontrak opsi untuk membeli di harga tertentu) pada indeks USD (DXY—indeks yang mengukur kekuatan USD terhadap beberapa mata uang utama) untuk memanfaatkan momentum naik ini.Posisi Opsi Untuk Volatilitas Dan Suku Bunga
Situasi di Selat Hormuz terus menjadi “penyangga” harga minyak, dengan Brent (patokan harga minyak global) baru-baru ini diperdagangkan di atas $95 per barel. Ini menunjukkan risiko kenaikan harga energi masih kuat. Karena itu, mempertimbangkan *call options* pada *futures* (kontrak berjangka) WTI atau Brent, atau pada ETF (reksa dana yang diperdagangkan di bursa) sektor energi yang lebih luas, bisa menjadi cara yang lebih aman untuk mendapat eksposur terhadap kenaikan harga. *Yield* AS yang tinggi adalah inti dari pandangan ini, dengan obligasi pemerintah AS tenor 2 tahun bertahan di sekitar 3,95%. Ini berbeda dibanding akhir 2025, ketika banyak pelaku pasar mengambil posisi untuk pemangkasan suku bunga pada paruh pertama tahun ini. Karena pasar *futures* kini menilai peluang pemangkasan suku bunga pada 2026 kurang dari 10%, instrumen terkait suku bunga—seperti opsi pada *Treasury futures* (kontrak berjangka obligasi pemerintah AS)—dapat memberi peluang untuk bertaruh bahwa *yield* tetap tinggi. Sentimen *risk-off* ini—dipicu harga energi tinggi dan Dolar kuat—lebih berat bagi ekonomi Asia yang sangat bergantung pada impor energi. Dinamika ini mendukung prospek mata uang regional yang lebih lemah terhadap Dolar. Trader dapat mempertimbangkan *put options* (kontrak opsi untuk menjual di harga tertentu) pada pasangan mata uang seperti Yen Jepang atau pada dana indeks pasar Asia untuk lindung nilai (mengurangi risiko) atau mengambil untung dari kinerja regional yang lebih lemah. Kombinasi ketegangan geopolitik dan ketidakpastian kebijakan bank sentral kemungkinan membuat volatilitas pasar tetap tinggi. VIX (indeks volatilitas yang sering disebut “indeks ketakutan” pasar saham AS) terus naik, mencerminkan kecemasan pasar. Dalam kondisi pasar yang mudah bergejolak, membeli opsi bisa lebih menguntungkan daripada memperdagangkan *futures* karena risikonya lebih terukur saat menghadapi potensi pergerakan tajam. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.