Pembicaraan Gencatan Senjata Dan Ekspektasi The Fed
Bloomberg, mengutip Axios, melaporkan pembahasan gencatan senjata 45 hari yang melibatkan AS, Iran, dan mediator regional (pihak penengah dari kawasan). Ini menyusul peringatan Presiden AS Donald Trump bahwa ia akan membawa “hell” (hukuman/serangan besar) ke Teheran jika tidak ada kesepakatan. Pasar masih memperhitungkan penurunan suku bunga The Fed yang tertunda, dengan peluang biaya pinjaman (bunga pinjaman) lebih tinggi di akhir tahun jika inflasi tetap tinggi. Trader menunggu risalah (catatan rapat) terbaru Federal Open Market Committee/FOMC (komite penentu kebijakan suku bunga The Fed) untuk petunjuk kebijakan tambahan. Menengok ke 2025, harga perak sempat melonjak hingga mendekati $73,50, terutama dipicu ketakutan geopolitik yang kuat dan kekhawatiran The Fed yang hawkish. Hari ini, dengan harga XAG/USD (kode perak dalam dolar AS di pasar) berkonsolidasi (bergerak dalam kisaran sempit) di sekitar $34,75 yang lebih stabil, kondisi jelas berubah dari puncak yang didorong krisis tersebut. Meredanya sebagian ketegangan Timur Tengah setelah pembicaraan gencatan senjata 2025 telah mengurangi daya tarik perak sebagai aset safe-haven (aset “tempat berlindung” saat ketidakpastian). Perdebatan soal kebijakan The Fed yang mendominasi tahun lalu juga banyak berubah. Jika pada 2025 pasar khawatir inflasi yang bertahan bisa memicu kenaikan suku bunga, data terbaru menunjukkan inflasi AS mendingin ke 2,9% year-over-year (dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya) menurut laporan CPI Maret 2026 (CPI adalah indeks harga konsumen, ukuran inflasi). Karena itu, trader derivatif (instrumen turunan seperti kontrak opsi dan futures) kini dapat bersiap untuk The Fed yang lebih dovish (lebih longgar, cenderung menurunkan suku bunga), dengan strategi yang bisa diuntungkan dari potensi penurunan suku bunga di akhir tahun, berbeda dari sentimen hawkish sebelumnya.Permintaan Industri Dan Nilai Relatif
Walau “premi geopolitik” (tambahan harga karena risiko konflik) memudar, permintaan industri perak tetap kuat. Dorongan energi hijau makin cepat, dengan laporan terbaru International Energy Agency/IEA Q1 2026 (lembaga energi internasional) menegaskan pemasangan panel surya global pada 2025 melampaui semua perkiraan, dan 2026 berpotensi mencetak rekor baru. Permintaan ini memberi “lantai” fundamental (penopang dasar) yang kuat bagi harga, sehingga strategi menjual put option (opsi jual, kontrak yang memberi hak menjual di harga tertentu) pada strike yang lebih rendah (harga patokan dalam kontrak opsi) dapat menawarkan peluang menangkap premi (biaya yang diterima penjual opsi). Rasio Gold/Silver (perbandingan harga emas terhadap perak) juga penting sebagai konteks. Setelah koreksi (penurunan) harga perak yang tajam dari puncak 2025, rasio melebar ke sekitar 88:1, jauh di atas rata-rata abad ke-21 sekitar 65:1. Bagi trader, ini menunjukkan perak secara sejarah tergolong murah dibanding emas, sehingga ada peluang pair trade (strategi jual-beli dua aset sekaligus untuk memanfaatkan selisih) atau dasar untuk posisi long perak (posisi beli dengan harapan harga naik) relatif terhadap emas.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.