Commerzbank mengatakan BI semakin berhati-hati seiring melemahnya rupiah; inflasi Maret mereda, namun biaya pengangkutan yang didorong konflik mungkin naik

    by VT Markets
    /
    Apr 7, 2026
    CPI (Indeks Harga Konsumen, ukuran inflasi) Indonesia pada Maret melambat menjadi 3,5% dibanding tahun sebelumnya, kembali ke kisaran target Bank Indonesia. Inflasi diperkirakan terus turun dalam beberapa bulan ke depan. Risiko masih ada dari konflik Timur Tengah yang berkepanjangan, yang bisa menaikkan biaya pengiriman (freight) dan mengganggu rantai pasok (jalur distribusi barang dari produsen ke pembeli). Penumpukan stok persediaan sebagai langkah berjaga-jaga juga bisa menambah tekanan harga, meski subsidi BBM tetap ada.

    Prospek Kebijakan Bank Indonesia

    Bank Indonesia diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya (policy rate, suku bunga utama yang memengaruhi bunga pinjaman dan simpanan) di 4,75% pada rapat 22 April. Pada rapat Maret, bank sentral menghapus kecenderungan untuk melonggarkan kebijakan (easing bias, sinyal bahwa suku bunga mungkin akan diturunkan) dan mengambil sikap lebih hati-hati. Perubahan ini terjadi setelah volatilitas rupiah (naik-turun nilai tukar yang tajam) meningkat, dengan USD/IDR diperdagangkan di atas 17.000 pekan lalu di tengah sentimen yang melemah.

    Implikasi Trading untuk USD/IDR

    Karena itu, trader dapat mempertimbangkan posisi yang diuntungkan dari volatilitas yang tetap tinggi atau meningkat pada pasangan USD/IDR. Membeli opsi (options, kontrak yang memberi hak—bukan kewajiban—untuk membeli/menjual pada harga tertentu) seperti straddle atau strangle (strategi opsi untuk mengambil peluang pergerakan besar ke dua arah) bisa menangkap pergerakan naik atau turun, karena tarik-menarik antara inflasi domestik dan tekanan nilai tukar luar negeri menciptakan kondisi yang tidak stabil. Mengutamakan posisi long USD/IDR (bertaruh USD menguat terhadap rupiah) lewat kontrak forward (kontrak untuk transaksi di tanggal mendatang dengan harga yang disepakati), sambil memakai opsi untuk lindung nilai (hedge, mengurangi risiko), adalah strategi yang masuk akal. Kita bisa melihat jalur mata uang menguatkan pandangan ini: USD/IDR sempat mencapai puncak mendekati 17.450 pada kuartal ketiga 2025, lalu turun ke sekitar 16.900 saat ini. Ini menegaskan bahwa BI akan menerima perlambatan ekonomi untuk mencegah pelemahan mata uang yang tajam. Artinya, tanda kembalinya sentimen global “risk-off” (pelaku pasar menghindari aset berisiko dan mencari aset aman) dapat dianggap sebagai pemicu ekspektasi rupiah melemah. Dengan BI menahan suku bunga acuannya di 4,75% hingga akhir 2025 dan baru memulai penurunan hati-hati sebesar 25 basis poin (bps; 1 bps = 0,01%) pada kuartal ini, pelajarannya jelas. Kita perlu menyusun posisi interest rate swap (IRS, kontrak untuk menukar arus bunga—misalnya bunga tetap dengan bunga mengambang) agar sesuai dengan realitas “lebih tinggi lebih lama” (higher for longer, suku bunga bertahan tinggi lebih lama). Tindakan bank sentral pada 2025 menunjukkan ambang untuk menurunkan suku bunga sangat tinggi ketika mata uang sedang tertekan.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code