Nikkei 225 Melonjak saat Gencatan Senjata Menekan Harga Minyak

    by VT Markets
    /
    Apr 8, 2026

    Poin-poin penting

    • Nikkei 225 naik 4,96% ke 56.078,83 pada sesi pagi, sementara angka pada grafik menunjukkan 56.222,87, naik 2.280,82 (+4,23%).
    • Gencatan senjata dua minggu dan pembukaan sementara Selat Hormuz memicu reli karena pasar lebih lega di Asia dan menekan harga minyak mentah.
    • Jepang mencatat surplus transaksi berjalan sebesar 3,933 triliun yen pada Februari, di atas perkiraan 3,549 triliun yen, dengan ekspor naik 2,8% dan impor naik 9,7%.

    Saham Jepang melonjak karena pelaku pasar kembali berani mengambil risiko setelah pengumuman gencatan senjata mengurangi ancaman pada aliran energi dari kawasan Teluk. Nikkei 225 naik 4,96% ke 56.078,83 pada sesi pagi, dan angka grafik di 56.222,87 menunjukkan kuatnya pemulihan.

    Pergerakan ini terjadi setelah harga minyak turun tajam setelah Amerika Serikat dan Iran sepakat gencatan senjata dua minggu yang terkait dengan jalur pelayaran aman melalui Selat Hormuz.

    Minyak yang lebih murah sangat membantu Jepang. Jepang mengimpor sebagian besar energinya, jadi turunnya harga minyak mengurangi beban biaya perusahaan (margin, yaitu sisa keuntungan setelah biaya), menurunkan tekanan inflasi impor (kenaikan harga barang dari luar negeri), dan meringankan beban belanja rumah tangga. Karena itu, kenaikannya meluas, bukan hanya pada sedikit saham.

    Untuk jangka pendek, peluang kenaikan lanjutan masih terbuka selama harga minyak tidak kembali naik, tetapi pasar tetap menganggap gencatan senjata ini sementara sampai arus pelayaran benar-benar normal.

    Eksportir, Bank, dan Saham Chip Memimpin Kenaikan

    Pemulihan menyebar ke hampir semua kelompok saham yang peka terhadap siklus ekonomi (saham siklikal, yaitu saham yang biasanya naik-turun mengikuti kondisi ekonomi). Saham eksportir naik karena turunnya minyak memperbaiki kondisi ekonomi secara umum (makro, yaitu gambaran ekonomi luas seperti inflasi dan pertumbuhan). Saham keuangan naik karena tekanan energi yang mereda mengurangi kekhawatiran stagflasi (stagflasi, yaitu inflasi tinggi saat ekonomi melemah). Saham chip (semikonduktor, komponen utama untuk perangkat elektronik) dan saham besar penggerak indeks memimpin kenaikan setelah pekan lalu pasar cenderung menghindari risiko (risk-off, yaitu investor memilih aset yang lebih aman).

    Dalam ringkasan sesi, SoftBank Group naik lebih dari 6%, Fast Retailing naik hampir 5%, Toyota naik hampir 4%, dan Honda naik lebih dari 2%.

    Di teknologi, Advantest melonjak lebih dari 10%, Screen Holdings naik hampir 8%, dan Tokyo Electron naik hampir 9%. Bank juga ikut menguat, dengan Sumitomo Mitsui Financial dan Mizuho Financial naik lebih dari 4%, sementara Mitsubishi UFJ Financial naik hampir 3%.

    Saham yang tertinggal juga masuk akal. Saham energi turun karena kenaikan harga minyak sebelumnya berbalik turun. Inpex turun lebih dari 5%, sementara saham pelayaran seperti Mitsui O.S.K. Lines, Kawasaki Kisen Kaisha, dan Nippon Yusen melemah karena premi risiko minyak (tambahan harga karena risiko) mulai hilang.

    Karena kinerja Nikkei makin terkait arus dana teknologi global, trader bisa memantau saham AI (kecerdasan buatan) dan semikonduktor utama yang tersedia melalui penawaran CFD Saham kami (CFD, kontrak untuk memperdagangkan selisih harga tanpa memiliki saham).

    Wall Street Memberi Dasar yang Kuat

    Pengaruh dari Amerika Serikat semalam juga membantu. Nasdaq naik 0,1% ke 22.017,85, S&P 500 naik 0,1% ke 6.616,85, dan Dow turun 0,2% ke 46.584,46. Kenaikannya tidak besar, tetapi cukup untuk menjaga sentimen positif saat masuk sesi Asia.

    Pendorong utama tetap gencatan senjata dan turunnya harga minyak, tetapi penutupan pasar AS mengurangi hambatan untuk membeli saat harga turun (dip-buying, yaitu membeli ketika harga turun sementara).

    Di Asia, penguatannya meluas. Korea Selatan dan Taiwan melonjak, sementara Hong Kong, China, Australia, dan Selandia Baru juga menguat. Kekuatan kawasan ini menegaskan bahwa pelaku pasar membeli tema yang sama: minyak lebih murah, tekanan inflasi lebih rendah, dan jeda sementara pada premi perang (kenaikan harga aset karena risiko konflik).

    Prospek Teknikal Nikkei 225

    Nikkei 225 diperdagangkan di sekitar 56.223, bangkit tajam setelah koreksi (pullback, penurunan sementara) yang terjadi usai gagal menembus puncak 60.077.

    Pergerakan harga menunjukkan momentum bullish (bullish, kecenderungan naik) kembali kuat, dengan satu candlestick bullish besar (candlestick, bentuk grafik harga yang menunjukkan buka-tutup-tertinggi-terendah) menembus area konsolidasi (harga bergerak dalam rentang sempit) dan kembali di atas rata-rata bergerak penting.

    Ini menunjukkan pembeli masuk lagi dengan agresif setelah fase koreksi pada Maret.

    Dari sisi teknikal, strukturnya kembali mengarah bullish. Harga kembali di atas rata-rata bergerak 5-hari (54.076) dan 10-hari (53.259) (moving average, rata-rata harga dalam beberapa hari untuk melihat arah tren), dan keduanya mulai naik serta menjadi penopang terdekat (support, area harga yang sering menahan penurunan).

    Rata-rata bergerak 20-hari (53.338) juga mulai datar lalu mengarah naik, menandakan tekanan turun melemah dan momentum kembali terbentuk. Kenaikan terbaru memberi sinyal tren bisa berlanjut jika harga bertahan di atas level sekarang.

    Level kunci untuk dipantau:

    • Support (penopang): 54.300 → 53.300 → 51.000
    • Resistance (hambatan): 56.300 → 57.700 → 60.000

    Fokus terdekat ada di zona 56.300, yang sedang diuji sebagai resistance. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas level ini, jalur menuju 57.700 bisa terbuka, dan bila momentum berlanjut, area 60.000 berpeluang diuji lagi.

    Di sisi bawah, 54.300 menjadi support pertama, sejalan dengan area tembusan (breakout, saat harga keluar dari rentang). Jika turun di bawah level ini, momentum jangka pendek bisa melemah dan memicu penurunan ke 53.300, namun kemungkinan masih berupa koreksi dalam struktur yang membaik.

    Secara umum, Nikkei menunjukkan pemulihan kuat setelah penurunan terakhir, dengan pembeli kembali memegang kendali dalam jangka pendek. Jika harga bertahan di atas area 54.000–54.300, peluang arah naik kembali dominan, dan pasar bisa membangun kekuatan untuk menguji puncak sebelumnya.

    Apa yang Perlu Dipantau Trader Selanjutnya

    Pergerakan berikutnya bergantung pada apakah gencatan senjata benar-benar membuat pasokan energi stabil, bukan hanya jeda singkat. Sejauh ini, turunnya harga minyak menjadi pendorong utama.

    Jika lalu lintas kapal di Hormuz cukup lancar sehingga harga minyak tetap terkendali, Nikkei bisa melanjutkan pemulihan menuju kisaran 50.000-an atas. Jika kesepakatan melemah dan minyak berbalik naik, sektor yang mendorong reli hari ini bisa cepat melemah.

    Pelajari lebih lanjut tentang trading Indeks di VT Markets hari ini.

    Pertanyaan Trader

    Mengapa Nikkei 225 Naik Tajam?

    Reli terjadi setelah gencatan senjata dua minggu dan pembukaan sementara Selat Hormuz mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan energi. Harga minyak yang lebih rendah memperbaiki prospek Jepang, yang mengimpor sebagian besar energinya, dan memicu pergerakan risk-on (risk-on, investor lebih memilih aset berisiko seperti saham) di kawasan.

    Mengapa Turunnya Minyak Sangat Membantu Saham Jepang?

    Harga minyak yang lebih rendah menurunkan biaya impor energi, mengurangi tekanan inflasi, dan memperbaiki prospek belanja rumah tangga serta margin perusahaan. Ini biasanya lebih mendukung Nikkei dibanding banyak indeks besar lain karena Jepang sangat dipengaruhi harga energi dari luar negeri.

    Mengapa Eksportir, Saham Chip, dan Bank Memimpin Reli?

    Eksportir terbantu karena kondisi ekonomi umum membaik, saham chip mengikuti minat risiko dan harapan pertumbuhan, dan bank naik karena pasar menjauh dari kekhawatiran stagflasi. Kenaikan ini cukup luas sehingga mengangkat banyak sektor siklikal, bukan hanya satu tema.

    Mengapa Saham Energi Tertinggal dari Nikkei?

    Saham energi melemah karena turunnya harga minyak yang membantu indeks justru mengurangi potensi pendapatan perusahaan produsen minyak dan saham yang terkait minyak. Karena itu saham seperti Inpex bergerak berlawanan saat pasar lain naik.

    Apa Arti Data Transaksi Berjalan dalam Cerita Ini?

    Jepang mencatat surplus transaksi berjalan (current account, selisih masuk-keluar uang dari perdagangan barang/jasa dan pendapatan luar negeri) sebesar 3,933 triliun yen pada Februari, di atas perkiraan 3,549 triliun yen. Ekspor naik 2,8%, impor naik 9,7%, dan neraca perdagangan mencatat surplus 267,6 miliar yen. Data ini menunjukkan posisi eksternal Jepang masih cukup kuat.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code