Donald Trump menulis di Truth Social pada Rabu bahwa AS akan bekerja sama erat dengan Iran melalui apa yang ia sebut sebagai “pergantian rezim yang sangat produktif”. Ia menulis tidak akan ada pengayaan uranium (proses meningkatkan kadar isotop uranium-235 agar bisa dipakai untuk bahan bakar nuklir atau, jika diperkaya tinggi, senjata).
Ia mengatakan AS, bekerja sama dengan Iran, akan membersihkan “debu” nuklir dari lokasi yang terkubur sangat dalam, merujuk pada pembom B-2 (pesawat pengebom siluman jarak jauh AS). Ia menambahkan area tersebut dipantau satelit oleh Space Force (cabang militer AS yang mengelola operasi di luar angkasa, termasuk satelit) dan tidak ada yang disentuh sejak tanggal serangan.
Perundingan Trump–Iran dan Reaksi Pasar
Trump juga mengatakan AS akan membahas keringanan tarif dan sanksi dengan Iran. Ia menyatakan banyak dari 15 poin sudah disepakati.
Di pasar, sentimen “risk-on” (minat investor pada aset berisiko seperti saham) disebut mendorong perdagangan di pertengahan pekan. Saat publikasi, futures S&P 500 naik 2,8% dan futures Nasdaq naik 3,5% hari itu. (Futures adalah kontrak untuk membeli/menjual aset pada harga tertentu di masa depan, sering dipakai sebagai indikator arah pasar.)
Dengan berita ini, volatilitas pasar (tingkat naik-turun harga) diperkirakan turun dalam beberapa pekan ke depan. Indeks Volatilitas CBOE atau VIX—sering disebut “indeks ketakutan” karena mengukur perkiraan gejolak pasar dari harga opsi S&P 500—yang sempat melonjak karena ketegangan Timur Tengah sepanjang 2025, dapat turun tajam dari level saat ini. Salah satu strategi adalah menjual futures VIX (kontrak berjangka atas VIX) atau membeli produk “inverse volatility” (instrumen yang nilainya cenderung naik saat volatilitas turun), dengan target kembali ke level lebih tenang seperti akhir 2024 di kisaran 14–15.
Lonjakan kuat pada futures S&P 500 dan Nasdaq menunjukkan sentimen risk-on menguat. Bagi yang tertinggal dari lonjakan awal, menjual opsi put “out-of-the-money” (opsi jual dengan harga strike lebih rendah dari harga pasar saat ini, sehingga peluang dieksekusi lebih kecil) pada indeks seperti SPY atau QQQ bisa dipertimbangkan, karena “implied volatility” (perkiraan volatilitas yang tersirat dari harga opsi) kemungkinan tinggi dan batas bawah pasar dinilai naik. Ini termasuk salah satu penguatan harian terbesar sejak reli pasar 2024.
Implikasi untuk Minyak dan Sektor Pertahanan
Harga minyak mentah diperkirakan turun jika kesepakatan ini maju. Potensi kembalinya lebih dari 1,5 juta barel per hari minyak Iran ke pasar global menciptakan kelebihan pasokan yang beberapa pekan lalu belum diperhitungkan. Pedagang dapat mempertimbangkan membeli opsi put pada futures minyak WTI atau Brent (dua acuan harga minyak global), terutama setelah lonjakan harga pada 2025 yang sempat mendorong minyak di atas US$90 per barel.
Sebaliknya, sektor pertahanan dan dirgantara kemungkinan menghadapi tekanan. Saham seperti Lockheed Martin, RTX, serta ETF ITA (reksa dana yang diperdagangkan di bursa yang melacak saham sektor dirgantara dan pertahanan) bisa berkinerja di bawah pasar seiring memudarnya peluang konflik berkepanjangan. Membeli opsi put atau memasang “bearish spread” (strategi opsi untuk mendapat untung saat harga turun dengan membatasi risiko) pada saham-saham tersebut dapat menjadi cara memanfaatkan pergeseran ini.