Ekonom Rabobank melaporkan dolar ditutup di 5,1573, seiring real menguat 1,6% dan memimpin penguatan mata uang pasar berkembang

    by VT Markets
    /
    Apr 9, 2026

    Dolar AS menutup pekan lalu di level 5,1573 per Real Brasil. Real menguat 1,6% sepanjang pekan, menjadi kinerja terbaik ketiga dari 24 mata uang negara berkembang.

    Rabobank mempertahankan proyeksi USD/BRL di 5,55 pada akhir 2026. Pergerakan Real dinilai didorong sebagian oleh selisih suku bunga yang lebar (perbedaan tingkat bunga antara Brasil dan AS yang memengaruhi arus modal) serta pelemahan Dolar secara global.

    Risiko Geopolitik Dan Pasar Minyak

    Rabobank melaporkan peningkatan risiko geopolitik yang berpusat di Selat Hormuz (jalur pelayaran penting untuk pengiriman minyak). Kenaikan harga minyak disebut berdampak tidak jelas, sementara ketidakpastian tarif (bea masuk impor) masih menekan perdagangan global.

    Rabobank menyoroti ketidakpastian fiskal di Brasil pada tahun pemilu. Aktivitas industri disebut mulai menunjukkan tanda pemulihan, pasar tenaga kerja tetap kuat, dan hasil fiskal Februari membukukan angka negatif.

    Harapan meredanya ketegangan dinilai menurun setelah pidato presiden AS. Disebutkan ada komitmen mengurangi operasi di Iran secara bertahap, disertai ancaman baru, respons Iran, dan kenaikan harga minyak.

    Strategi Penempatan Posisi Pada USD/BRL

    Kami menilai penguatan Real belakangan ini sebagai peluang sementara bagi pelaku pasar. Dengan USD/BRL saat ini di sekitar 5,15, ini bisa menjadi titik masuk untuk membangun posisi yang mengantisipasi Real melemah. Artinya, dapat mempertimbangkan opsi beli (call option: kontrak yang memberi hak membeli pada harga tertentu) berjangka lebih panjang pada USD/BRL untuk mengejar potensi pergerakan menuju 5,55.

    Selisih suku bunga, meski masih lebar, mulai berkurang sebagai penopang Real. Bank sentral Brasil memangkas suku bunga acuan Selic (suku bunga kebijakan utama Brasil) yang kini 10,50% per rapat Maret 2026, sementara The Fed menahan suku bunga di 5,25%. Tren penyempitan ini diperkirakan berlanjut, sehingga daya tarik strategi *carry trade* (mendapat untung dari selisih bunga dengan memegang mata uang berbunga tinggi) pada Real berkurang.

    Di dalam negeri, kekhawatiran fiskal berlanjut sepanjang tahun pemilu. Laporan pemerintah untuk Maret 2026 menunjukkan defisit primer (defisit sebelum pembayaran bunga utang) sebesar R$15 miliar, menegaskan sulitnya menstabilkan keuangan negara. Pelebaran defisit seperti ini secara historis menekan Real.

    Dari sisi global, kondisi makin kurang mendukung bagi negara berkembang. Indeks Dolar AS (DXY: ukuran kekuatan Dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) menguat ke sekitar 104,5 pada awal April, dan ketegangan baru di Selat Hormuz mendorong minyak mentah Brent (patokan harga minyak global) menembus US$92 per barel. Faktor global ini menambah risiko bagi Real.

    Melihat ke belakang, USD/BRL sempat turun mendekati 5,00 pada akhir 2025 ketika prospek fiskal terlihat lebih baik. Namun penguatan Real itu tidak bertahan lama, menegaskan kelemahan dasar masih ada. Karena itu, penggunaan derivatif (instrumen turunan seperti opsi) untuk mengambil posisi menuju kurs USD/BRL yang lebih tinggi dalam beberapa pekan hingga bulan ke depan dinilai masuk akal.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code