Ahli strategi OCBC menyebut kabar Iran menggerakkan pasar, mendorong harga minyak dan imbal hasil, sehingga pelemahan dolar AS relatif terbatas

    by VT Markets
    /
    Apr 9, 2026

    Pergerakan pasar terutama dipicu berita terkait Iran, dengan harga minyak dan imbal hasil obligasi bergerak mengikuti perkembangan gencatan senjata. Perdagangan terbaru sangat bergejolak karena tenggat geopolitik sempat memicu kekhawatiran inflasi dan gangguan pasokan minyak, lalu mereda ketika harapan penurunan ketegangan mendorong harga minyak dan imbal hasil obligasi tenor pendek turun.

    Momentum meningkat setelah Presiden Donald Trump menyetujui gencatan senjata Iran selama dua minggu, dengan syarat Selat (Selat Hormuz) dibuka kembali. Brent turun di bawah USD100 per barel, futures S&P 500 naik (kontrak berjangka indeks saham AS), dan dolar AS melemah.

    De Escalation Outlook

    Jika penurunan ketegangan dinilai kredibel, dolar AS diperkirakan kembali ke tren pelemahan tipis karena risiko energi yang lebih rendah mendukung ekonomi di luar AS, aset berisiko global, dan mata uang siklikal (mata uang yang biasanya menguat saat ekonomi dan selera risiko membaik). Sejak konflik Iran dimulai, pergerakan valuta asing banyak terkait perubahan terms of trade (rasio harga ekspor terhadap impor yang memengaruhi pendapatan negara) dan sentimen risiko secara luas.

    Dalam skenario penurunan ketegangan, harga minyak yang lebih rendah dan kondisi risk-on (pelaku pasar lebih berani mengambil risiko) diperkirakan menguntungkan AUD, NZD, dan SEK dibanding CAD dan NOK yang terkait minyak (biasanya terbantu saat harga minyak naik), serta dibanding mata uang safe haven (aset “perlindungan” saat pasar panik) seperti CHF dan JPY. Strategi carry trade pasar berkembang seperti BRL, MXN, dan ZAR dapat kembali jika gencatan senjata bertahan (carry trade: meminjam dalam mata uang berbunga rendah lalu membeli mata uang berbunga tinggi untuk mengejar selisih bunga).

    Kami melihat pasar bergerak hampir sepenuhnya berdasarkan judul berita terkait Iran, dengan harga minyak dan imbal hasil obligasi bereaksi pada setiap perkembangan. Brent sempat melonjak di atas USD110 pada puncak ketegangan, tetapi bulan ini turun kembali di bawah USD98 per barel. Gejolak ini tetap menjadi pendorong utama positioning jangka pendek (penempatan posisi beli/jual trader).

    Market Reaction And Positioning

    Menjelang akhir 2025, perubahan momentum terbesar terjadi ketika gencatan senjata dua minggu diumumkan, dengan syarat pembukaan kembali Selat Hormuz. Peristiwa ini memicu penyesuaian harga risiko lintas aset. Reaksi awal pasar: futures S&P 500 menguat dan dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama.

    Jika penurunan ketegangan ini bertahan, dolar AS seharusnya kembali melemah bertahap. Harga energi yang lebih rendah mengurangi kekhawatiran inflasi dan mendukung ekonomi pengimpor energi di Eropa dan Asia. Indeks Volatilitas CBOE (VIX)—ukuran utama “ketakutan” pasar karena menghitung volatilitas (besar-kecilnya naik turun harga) yang diharapkan pada S&P 500—sudah turun dari puncak di atas 25 ke sekitar 17 yang lebih stabil.

    Lingkungan ini mendukung mata uang seperti dolar Australia, dolar Selandia Baru, dan krona Swedia. AUD/USD sudah pulih dari sekitar 0,6200 ke di atas 0,6650, dan peluang lanjut menguat masih terbuka. Trader derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan futures) dapat mempertimbangkan call option (opsi beli, memberi hak membeli di harga tertentu) atau bull call spread (strategi opsi beli: membeli call dan menjual call lain pada strike lebih tinggi untuk menekan biaya) untuk mendapatkan eksposur ke mata uang siklikal.

    Sebaliknya, mata uang terkait minyak seperti dolar Kanada dan krone Norwegia bisa tertinggal jika harga minyak stabil di level lebih rendah. Safe haven tradisional, franc Swiss dan yen Jepang, juga berpotensi berkinerja lebih lemah jika selera risiko terus membaik. USD/JPY naik kembali mendekati 152 dari sekitar 145 saat pelaku pasar mengurangi aset aman.

    Saat volatilitas mereda, carry trade pasar berkembang kembali menarik. Mata uang seperti real Brasil, peso Meksiko, dan rand Afrika Selatan menawarkan imbal hasil tinggi yang lebih menarik dalam kondisi global yang lebih tenang. Menjual opsi untuk mengumpulkan premi (premi: biaya yang diterima/paid untuk transaksi opsi) pada pasangan ini bisa menjadi strategi bila gencatan tetap berjalan.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code