Pembelian saham Jepang oleh investor asing mencapai ¥2 miliar pada 3 April. Ini dibandingkan dengan ¥-4 miliar sebelumnya.
Data terbaru menunjukkan perubahan sebesar ¥6 miliar. Beralih dari jual bersih menjadi beli bersih.
Arus Dana Asing Berbalik Positif
Pada 3 April, sentimen berubah: investor asing kembali menjadi pembeli bersih saham Jepang. Arus masuk ¥2 miliar ini membalikkan arus keluar sebelumnya sebesar ¥4 miliar. Ini bisa menjadi sinyal awal dana asing mulai kembali masuk ke pasar.
Arus masuk ini terjadi saat yen masih melemah, dengan kurs USD/JPY bertahan di sekitar 162. USD/JPY adalah nilai tukar dolar AS terhadap yen Jepang. Yen yang lebih lemah membuat saham Jepang lebih murah bagi pembeli luar negeri, dan meningkatkan laba eksportir besar Jepang karena pendapatan dolar saat dikonversi ke yen menjadi lebih besar. Bank of Japan (bank sentral Jepang) juga memberi sinyal kebijakan tetap longgar, artinya suku bunga rendah dan likuiditas tetap didukung, sehingga biasanya positif untuk saham.
Indeks Nikkei 225 sedang bergerak mendatar di sekitar 44.500 setelah menguat tahun lalu. Nikkei 225 adalah indeks yang mengukur pergerakan 225 saham besar di Bursa Tokyo. Pada 2025, arus masuk asing beberapa kali terjadi sebelum reli besar, sehingga ini bisa menjadi pemicu kenaikan berikutnya. Reformasi tata kelola perusahaan (aturan dan praktik agar perusahaan lebih transparan dan berpihak pada pemegang saham) tetap menjadi daya tarik investasi jangka panjang.
Dengan kondisi ini, pelaku pasar bisa mempertimbangkan strategi untuk mengantisipasi penembusan naik. Membeli opsi call Nikkei 225 memberi cara dengan risiko terbatas untuk menangkap potensi kenaikan jika indeks naik dalam beberapa minggu. Opsi call adalah kontrak yang memberi hak (bukan kewajiban) membeli pada harga tertentu; risiko biasanya terbatas pada premi (biaya) opsi. Volatilitas tersirat masih relatif rendah selama fase mendatar ini. Volatilitas tersirat adalah perkiraan besar-kecilnya pergerakan harga yang tercermin dari harga opsi; jika rendah, premi opsi cenderung lebih murah.
Bagi yang ingin cara lebih langsung, posisi beli (long) pada futures Nikkei bisa dipertimbangkan. Futures adalah kontrak untuk membeli/menjual aset di harga tertentu pada waktu mendatang. Untuk mengelola risiko kurs, strategi ini bisa dipasangkan dengan posisi beli USD/JPY melalui futures atau opsi. Strategi gabungan ini diuntungkan jika saham naik dan yen melemah.