EUR/GBP naik tipis ke sekitar 0,8710 pada awal perdagangan Eropa Kamis. Fokus kini tertuju pada data Jerman Harmonised Index of Consumer Prices (HICP) yang rilis Jumat. HICP adalah indeks harga konsumen yang diseragamkan di Uni Eropa untuk mengukur inflasi.
Produksi Industri Jerman turun 0,3% dibanding bulan sebelumnya (month-on-month) pada Februari, setelah 0% pada Januari (direvisi dari -0,5%). Angka ini di bawah perkiraan kenaikan 0,9%.
Pembaruan Produksi Industri Jerman
Secara tahunan (year-on-year), Produksi Industri Jerman 0% pada Februari, setelah revisi penurunan 0,9% pada Januari.
Harga di pasar menunjukkan dua kali kenaikan suku bunga ECB (Bank Sentral Eropa) sudah sepenuhnya diperhitungkan, dengan peluang lebih dari 50% untuk kenaikan ketiga pada Desember, menurut Reuters. Prospek suku bunga ini membantu euro tetap stabil terhadap pound.
Di Inggris, ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan Bank of England (BoE/bank sentral Inggris) melemah. Gubernur BoE Andrew Bailey mengatakan pasar mungkin “terlalu cepat mengambil kesimpulan” dan posisi saat ini adalah “menahan suku bunga” (on hold, artinya suku bunga tidak dinaikkan atau diturunkan untuk sementara).
Perbedaan Kebijakan Dan Prospek Pasar
Data produksi industri Jerman yang lemah pada Februari 2025 menjadi sinyal awal yang berlanjut hingga 2026. Pelemahan berkepanjangan ini, dengan angka kuartal I 2026 menunjukkan kontraksi tahunan 2,9%, akhirnya melemahkan sikap “hawkish” ECB (hawkish artinya cenderung menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi). Kenaikan suku bunga ketiga yang sempat diperkirakan pada 2025 tidak terjadi, dan ECB bergeser ke sikap lebih netral.
Di sisi lain, sikap hati-hati BoE pada 2025 terbukti tepat karena inflasi Inggris turun lebih cepat dari perkiraan. CPI Inggris (Consumer Price Index/indeks harga konsumen, ukuran inflasi) turun ke 1,8% pada kuartal IV 2025, mendorong BoE memulai siklus pelonggaran lebih dulu dibanding ECB. Perubahan kebijakan ini menjadi alasan utama pound relatif lebih kuat terhadap euro dalam enam bulan terakhir.
Untuk beberapa pekan ke depan, konvergensi kebijakan (arah kebijakan yang makin mirip) membuat EUR/GBP cenderung bergerak dalam kisaran (range-bound), sehingga strategi menjual volatilitas menarik. Volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi) tenor satu bulan sekarang mendekati 5,5%. Menjual strategi opsi “strangle” (menjual opsi call dan put pada dua level harga berbeda) dengan strike 0,8450 dan 0,8650 dapat memberi hasil positif jika pasangan ini tetap stabil. Strategi ini memanfaatkan peluruhan nilai waktu opsi, selama kurs tidak bergerak besar secara tiba-tiba.
Kita perlu memantau data inflasi berikutnya dari Zona Euro dan Inggris untuk tanda perbedaan arah yang bisa mematahkan pola ini. Data HICP Jerman tetap menjadi rilis penting. Kenaikan inflasi yang mengejutkan dari salah satu wilayah dapat memicu kembali spekulasi suku bunga dan mengubah kondisi volatilitas rendah saat ini.