USD/CNH turun tajam setelah penetapan harian (daily fix) yuan Tiongkok (CNY) yang lebih kuat dan membaiknya sentimen pasar (risk-on, yaitu investor lebih berani mengambil aset berisiko) setelah gencatan senjata AS–Iran. Penetapan CNY dipasang di 6,8680 dibanding 6,8854 pada hari sebelumnya.
Fix 6,8680 adalah penetapan USD/CNY terendah sejak April 2023. Langkah ini memperpanjang tren penguatan RMB yang dipandu (artinya penguatan nilai tukar yang diarahkan melalui penetapan harian dan kebijakan) yang berlangsung sejak April 2025.
Fix Lebih Kuat Dan Sentimen Risk-On
Permintaan aset aman (safe-haven, yaitu aset yang dicari saat pasar takut) terhadap dolar AS mereda ketika pasar beralih ke suasana risk-on, terkait kesepakatan gencatan senjata 2 minggu. Analis memperkirakan penguatan CNH (yuan offshore, yaitu yuan yang diperdagangkan di luar Tiongkok daratan) tetap stabil, namun menilai penetapan harian perlu dipantau jika terjadi perubahan kecepatan.
USD/CNH terakhir tercatat di sekitar 6,8335. Dukungan teknikal terlihat di sekitar 6,8200/70, yang disebut sebagai double bottom (pola grafik “dua dasar” yang sering dianggap area dukungan kuat).
Jika USD/CNH menembus di bawah area itu, dukungan berikutnya disebut berada di 6,81 dan 6,79. Perhatian juga tertuju pada pertemuan Trump–Xi di Beijing yang dijadwalkan 14–15 Mei.
Pendorong Dan Fokus USD/CNH Saat Ini
Saat ini gambaran ekonomi berbeda, dengan perbedaan arah kebijakan (policy divergence, yaitu kebijakan moneter AS dan Tiongkok bergerak berlawanan) menjadi pendorong pasar. Pertumbuhan PDB (GDP, ukuran total nilai produksi ekonomi) kuartal I 2026 Tiongkok baru dirilis 4,7%, sedikit di bawah perkiraan dan meningkatkan tekanan pada PBoC (People’s Bank of China, bank sentral Tiongkok) untuk melonggarkan kebijakan moneter. Sebaliknya, data terbaru core PCE AS (inflasi inti berdasarkan belanja konsumsi pribadi, indikator inflasi yang dipantau The Fed) pekan lalu masih tinggi di 3,5%, mengindikasikan The Federal Reserve (bank sentral AS) akan menahan suku bunga lebih lama.
Perbedaan ini mendorong USD/CNH ke level sekitar 7,29, jauh dari 6,83 setahun lalu. Pasar kini memantau resistance (level tahanan, area yang sering menahan kenaikan harga) penting di 7,32, yang sudah diuji dua kali dalam kuartal terakhir. Sinyal pelemahan lanjutan dari data produksi industri Tiongkok yang akan rilis dapat menjadi pemicu penembusan.
Dengan pandangan ini, kami menilai trader dapat mempertimbangkan membeli opsi call USD/CNH tenor tiga bulan (opsi beli, yaitu hak—bukan kewajiban—untuk membeli pada harga tertentu) dengan strike 7,35 (harga kesepakatan opsi). Strategi ini memposisikan untuk potensi kenaikan, memanfaatkan pelebaran selisih suku bunga (interest rate differential, perbedaan suku bunga AS vs Tiongkok). Biaya opsi ini relatif rendah meski tren terlihat jelas.
Kami juga melihat kenaikan volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan besar kecilnya pergerakan harga yang tercermin pada harga opsi), dari 4,5% menjadi 5,2% dalam sebulan terakhir. Ini menunjukkan pasar menilai peluang pergerakan harga besar meningkat. Trader dapat memanfaatkan kondisi ini untuk menyusun transaksi yang untung jika terjadi penembusan, karena PBoC bisa lebih sulit menahan pelemahan yuan jika data ekonomi terus mengecewakan.