EUR/USD Bertahan di Sekitar 1,1670 di Sesi Asia saat Sentimen Risk-Off Makin Dalam Usai Pembicaraan Damai AS–Iran Gagal

    by VT Markets
    /
    Apr 13, 2026

    EUR/USD turun seiring naiknya penghindaran risiko (risk aversion, yaitu pelaku pasar cenderung menghindari aset berisiko dan memilih aset aman) setelah perundingan AS–Iran berakhir tanpa kesepakatan setelah 21 jam. Pasangan ini diperdagangkan di sekitar 1,1670 pada jam Asia setelah terjadi gap turun (gap down, yaitu harga pembukaan langsung lebih rendah dari penutupan sebelumnya tanpa transaksi di antaranya) saat pembukaan Senin.

    Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan perundingan di Islamabad tidak menghasilkan kesepakatan yang bisa diterima kedua pihak. Ia menambahkan AS ingin jaminan tegas bahwa Iran tidak akan mengejar senjata nuklir.

    Presiden AS Donald Trump mengatakan AS akan mulai melakukan blokade terhadap kapal yang masuk atau keluar Selat Hormuz. CENTCOM (Komando Pusat AS, yaitu komando militer AS untuk kawasan Timur Tengah) menyatakan pasukan akan mulai memblokade semua lalu lintas laut yang masuk dan keluar pelabuhan Iran pada pukul 10.00 ET (waktu Pantai Timur AS) atau 14.00 GMT pada Senin.

    Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan AS tidak mendapatkan kepercayaan delegasi Iran, dan keputusan kini ada di tangan Washington. Garda Revolusi Iran memperingatkan kapal perang yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap melanggar gencatan senjata dan akan mendapat respons tegas.

    Dengan gagalnya perundingan dan ancaman blokade AS, pasar biasanya beralih ke aset aman, terutama Dolar AS. Penurunan EUR/USD ke 1,1670 mencerminkan hal itu, dan tren berpotensi berlanjut karena Eropa lebih bergantung pada impor energi sehingga Euro lebih rentan. Pelaku pasar opsi (kontrak yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli/menjual aset pada harga tertentu) dapat mempertimbangkan membeli put EUR/USD (hak menjual, diuntungkan jika harga turun) atau menjual call out-of-the-money (call dengan harga kesepakatan di atas harga pasar saat ini, biasanya lebih murah namun berisiko) untuk memanfaatkan potensi penurunan lanjutan.

    Dampak paling langsung ada pada harga minyak mentah, sehingga sikap pasar bisa cepat menjadi bullish (pandangan harga akan naik). Selat Hormuz adalah titik sempit jalur pelayaran yang sangat penting; data historis menunjukkan jalur ini menangani lebih dari 20% konsumsi cairan petroleum global. Blokade, bahkan sebagian, berisiko memicu guncangan pasokan (supply shock, yaitu pasokan turun mendadak) sehingga strategi utama adalah mengambil posisi long (bertaruh harga naik) pada kontrak berjangka (futures, kontrak untuk membeli/menjual di harga tertentu pada waktu tertentu) WTI dan Brent atau membeli call option (hak membeli, diuntungkan jika harga naik).

    Situasi sejenis pernah terjadi pada awal 2022 ketika konflik geopolitik mendorong harga minyak WTI melonjak dari sekitar US$90 ke di atas US$130 per barel hanya dalam beberapa pekan. Berdasarkan acuan itu, minyak berpotensi cepat menguji puncak tahun 2025. Kondisi ini dapat membuat saham sektor energi menjadi salah satu “tempat berlindung” yang relatif lebih tahan di pasar saham.

    Kenaikan penghindaran risiko juga berpotensi menekan saham global dan membuka peluang posisi short (bertaruh harga turun). Kombinasi ketidakpastian geopolitik dan lonjakan harga energi menjadi beban bagi ekonomi global dan menekan perkiraan laba perusahaan. Strategi yang dipertimbangkan adalah membeli put option pada indeks pasar luas seperti S&P 500 dan Euro Stoxx 50.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code