Di tengah kenaikan harga minyak dan ketegangan AS–Iran, harga emas stabil di kisaran US$4.670, membatasi harapan pemangkasan suku bunga The Fed

    by VT Markets
    /
    Apr 13, 2026

    Emas (XAU/USD) nyaris tidak berubah setelah dibuka dengan gap turun, bertahan di sekitar $4.670 per troy ounce pada perdagangan Asia, Senin. Logam mulia ini masih tertekan karena harga energi yang lebih tinggi meningkatkan risiko inflasi dan menurunkan harapan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (bank sentral AS).

    Minyak WTI dibuka dengan gap naik, melonjak sekitar 8,5% dan diperdagangkan dekat $98,00 per barel. Pergerakan ini terjadi setelah ketegangan AS-Iran kembali meningkat.

    Blokade Selat Hormuz

    Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington akan mulai memblokade kapal yang masuk atau keluar Selat Hormuz setelah pembicaraan damai AS-Iran di Islamabad gagal. Komando Pusat AS menyatakan pasukan akan memblokade lalu lintas laut yang masuk dan keluar pelabuhan Iran mulai pukul 10.00 ET (14.00 GMT) pada Senin.

    Data CPI AS pada Jumat menguatkan pandangan bahwa suku bunga akan tetap tinggi lebih lama. CPI (Consumer Price Index/Indeks Harga Konsumen, ukuran inflasi) tahunan naik menjadi 3,3% pada Maret dari 2,4% pada Februari, sementara CPI bulanan naik 0,9% setelah 0,3%.

    Core CPI (inflasi inti, tidak memasukkan harga makanan dan energi yang sangat bergejolak) naik 0,2% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan. Angka ini dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS.

    Bank sentral menambah 1.136 ton emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan pada 2022, menurut World Gold Council. Ini pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai.

    Pendorong Emas dan Posisi Pasar

    Emas sering bergerak berlawanan arah dengan Dolar AS dan obligasi pemerintah AS (US Treasuries, surat utang pemerintah AS yang jadi acuan pasar), dan juga bisa bergerak berlawanan dengan aset berisiko seperti saham. Suku bunga lebih rendah biasanya mendukung emas, sedangkan suku bunga lebih tinggi cenderung menekan.

    Dengan eskalasi AS dan Iran, harga minyak melonjak, yang langsung mendorong inflasi. Ini mendukung sikap The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, terutama setelah laporan CPI yang tinggi pada Jumat lalu menunjukkan inflasi tahunan 3,3%. Fed funds futures (kontrak berjangka yang mencerminkan perkiraan pasar atas suku bunga kebijakan The Fed) kini hanya memberi peluang 15% untuk penurunan suku bunga sebelum kuartal IV, turun jauh dibanding bulan lalu.

    Untuk emas, ada dua kekuatan yang saling berlawanan sehingga memicu volatilitas (naik-turun harga yang tajam). Konflik di Selat Hormuz meningkatkan daya tarik emas sebagai safe haven (aset “pelindung” saat pasar panik), tetapi lonjakan inflasi dan ekspektasi suku bunga menguatkan dolar AS, yang menekan emas. Pada dinamika pasar 2024 dan 2025, dolar kuat dan suku bunga tinggi kerap menahan kenaikan emas meski ketidakpastian global meningkat.

    Ketidakpastian tinggi ini membuat pelaku pasar derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan futures/kontrak berjangka) lebih fokus pada volatilitas, bukan arah harga emas tertentu. Strategi seperti long straddle atau strangle (strategi opsi yang mencari untung dari pergerakan besar ke atas atau ke bawah) bisa dipertimbangkan. Cboe Gold Volatility Index (GVZ, indeks yang mengukur volatilitas tersirat/ekspektasi naik-turun harga emas dari harga opsi) kemungkinan melonjak di atas 20% pada awal perdagangan, mencerminkan ekspektasi pasar atas pergerakan tajam dalam beberapa pekan ke depan.

    Pilihan paling langsung ada di energi, karena blokade Selat Hormuz menciptakan supply shock (guncangan pasokan: pasokan berkurang tiba-tiba sehingga harga naik). Call options pada WTI futures (opsi beli atas kontrak berjangka WTI) atau ETF sektor energi (ETF: reksa dana yang diperdagangkan seperti saham) terlihat menarik selama ketegangan geopolitik ini tetap tinggi. Secara historis, blokade semacam ini dapat memicu kenaikan harga yang bertahan; misalnya, gangguan pengapalan pada akhir 2024 membuat Brent bertahan di atas $95 selama satu kuartal.

    Terakhir, pergerakan dolar AS perlu dipantau karena menjadi faktor besar bagi emas. Krisis ini mendorong flight to safety (perpindahan dana ke aset yang dianggap lebih aman) ke dolar, dengan Dollar Index (DXY, indeks kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) sudah menguji area resistance (level hambatan harga) penting pagi ini. Jika menembus dan bertahan di atas 106,50—level yang belum terlihat sejak November lalu—itu menjadi tekanan kuat yang bisa mengalahkan dukungan safe haven untuk emas.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code