Ketegangan Iran Kembali Memanas, WTI Naik ke Sekitar US$95,70 (+5,90%) saat Kekhawatiran Blokade Menekan Pasokan, Masih di Bawah US$100

    by VT Markets
    /
    Apr 13, 2026

    WTI (minyak mentah patokan AS) diperdagangkan di sekitar $95,70 per barel pada Senin, naik 5,90% dalam sehari. Harga masih di bawah $100 dan tetap di bawah puncak minggu lalu di atas $106.

    Pergerakan ini terjadi setelah ketegangan kembali meningkat terkait Iran dan Selat Hormuz. Presiden AS memerintahkan militer AS untuk memblokir kapal yang terkait dengan pelabuhan Iran mulai pukul 10.00 Waktu Timur (ET) pada Senin.

    Guncangan Pasokan Selat Hormuz

    Selat Hormuz dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia. Standard Chartered melaporkan jalur ini pada praktiknya tertutup sejak akhir Februari, dengan lalu lintas kapal tanker turun dan ekspor minyak mentah dari Teluk turun sekitar 43% antara Februari dan Maret, sehingga sekitar 11 juta barel per hari (bpd, barel per hari) praktis tidak bisa masuk pasar.

    Perundingan damai antara Washington dan Teheran dilaporkan gagal selama akhir pekan. Gencatan senjata (penghentian sementara aksi militer) selama dua minggu masih berlaku.

    Arab Saudi memulihkan kapasitas penuh pipa East-West (jalur pipa dari wilayah timur ke barat negara itu) menjadi sekitar tujuh juta barel per hari. Ini memberi rute ekspor melalui Laut Merah dan bisa mengurangi ketergantungan pada pengiriman dari Teluk.

    Kenaikan cepat ke $95,70 menunjukkan pasar menilai ancaman blokade ini serius, tetapi kegagalan menembus kembali $100 menandakan pelaku pasar masih menghitung peluang solusi diplomatik. Tarik-menarik antara risiko pasokan terganggu dan harapan ketegangan mereda membuat harga berpotensi bergerak liar dalam beberapa pekan ke depan.

    Memanfaatkan Pergerakan Harga yang Tajam

    Kami melihat risiko harga melonjak jauh di atas puncak $106 minggu lalu jika AS benar-benar menerapkan blokade dan gencatan senjata runtuh. Dari sudut pandang kami pada 2025, kamiingat serangan terhadap kapal tanker pada 2019 di kawasan yang sama memicu lonjakan harga hampir 20% dalam satu hari. Dengan data terbaru EIA (badan energi AS) yang menunjukkan kapasitas produksi cadangan global sudah ketat, hanya 2,1 juta barel per hari, pasar menjadi jauh lebih sensitif terhadap ancaman gangguan 11 juta barel per hari.

    Sebaliknya, terobosan negosiasi bisa membuat harga turun lagi ke kisaran $90-an bawah secepat saat naik. Fakta bahwa Arab Saudi bisa mengalihkan hingga 7 juta barel per hari melalui pipa East-West menjadi bantalan penting, meski tidak sepenuhnya menutup dampak bila Hormuz benar-benar tertutup. Potensi penurunan cepat ini membuat posisi beli murni (bertaruh harga naik tanpa pelindung) berisiko tanpa perlindungan.

    Karena dua kekuatan yang saling berlawanan ini, transaksi yang paling langsung adalah bertaruh pada volatilitas (tingkat besar-kecilnya pergerakan harga). Kami memperkirakan CBOE Crude Oil Volatility Index (OVX, indeks yang mengukur perkiraan gejolak harga minyak dari harga opsi) yang sudah naik ke 55 akan tetap tinggi saat ketidakpastian berlanjut. Strategi seperti long straddle atau strangle (strategi opsi: membeli dua opsi agar untung jika harga bergerak besar, baik naik maupun turun) terlihat cocok untuk pasar yang sangat sensitif terhadap risiko geopolitik.

    Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code