Neraca perdagangan China pada Maret mencatat surplus US$51,13 miliar. Angka ini di bawah perkiraan US$112 miliar.
Hasilnya lebih rendah US$60,87 miliar dari perkiraan. Data ini dilaporkan dalam dolar AS.
Permintaan Global Melemah
Selisih yang sangat besar ini menunjukkan permintaan global terhadap barang China melemah jauh lebih dalam dari perkiraan. Data terbaru menunjukkan ekspor turun 7,5% dibanding periode yang sama tahun lalu (year-over-year/yoy, yaitu perbandingan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya). Inilah penyebab utama pelemahan angka tersebut. Ini menjadi sinyal jelas perlambatan yang perlu diantisipasi.
Kami menilai ini berdampak negatif langsung pada mata uang yang pergerakannya terkait pertumbuhan China, terutama dolar Australia. AUD sudah turun ke level terendah enam bulan di 0,6450 terhadap dolar AS setelah kabar ini. Pertimbangkan membeli opsi put (kontrak yang memberi hak untuk menjual pada harga tertentu, biasanya digunakan saat mengantisipasi penurunan) pada pasangan AUD/USD atau melakukan posisi short (bertaruh harga turun dengan cara menjual terlebih dahulu), dengan harapan pelemahan berlanjut dalam beberapa pekan ke depan.
Laporan ini juga menjadi sinyal penurunan (bearish, artinya mengarah pada tren turun) untuk komoditas industri. Pertimbangkan menambah posisi yang diuntungkan saat harga turun pada logam dasar (base metals, yaitu logam industri seperti tembaga, aluminium, nikel). China adalah konsumen terbesar dunia. Sebagai contoh, kontrak berjangka tembaga (futures, kontrak untuk membeli/menjual di harga tertentu pada waktu mendatang) sudah turun 2,5% menjadi US$8.300 per ton, dan tekanan turun diperkirakan berlanjut.
Di pasar saham, data ini meningkatkan risiko koreksi (penurunan harga setelah kenaikan) pada indeks yang sensitif terhadap China seperti Hang Seng. Indeks Volatilitas Hang Seng CBOE (VHSI, ukuran perkiraan naik-turunnya harga/volatilitas—semakin tinggi berarti ketidakpastian dan kekhawatiran meningkat) naik 15% hari ini. Pertimbangkan menggunakan opsi untuk bersiap menghadapi penurunan lanjutan, misalnya membeli put sebagai lindung nilai (hedge, strategi untuk mengurangi risiko) portofolio.
Kondisi ini mirip dengan yang terlihat saat kekhawatiran pertumbuhan pada pertengahan 2025. Saat itu, penurunan data ekspor diikuti pelemahan Hang Seng 12% dalam dua bulan berikutnya. Riwayat ini bisa menjadi acuan untuk perkiraan pergerakan hingga Mei dan Juni tahun ini.