Anggota Dewan Gubernur ECB, Olli Rehn, mengatakan kerusakan pada infrastruktur produksi energi di Timur Tengah dapat menimbulkan dampak berkepanjangan setelah fase konflik paling intens. Ia mengatakan pekerjaan perbaikan dan pembangunan kembali bisa berlanjut lama setelah fase darurat berakhir.
Rehn mengatakan kenaikan inflasi utama (headline inflation, yaitu inflasi total yang mencakup komponen yang mudah bergejolak seperti energi dan pangan) tahun ini tampak sulit dihindari, tetapi dampak jangka menengahnya masih tidak pasti. Ia menilai ketidakpastian ini menyulitkan untuk memperkirakan arah inflasi di zona euro ke depan.
Jalur Kebijakan Masih Tidak Pasti
Ia menegaskan keputusan suku bunga tidak ditetapkan dari awal dan ECB tetap bergantung pada data (data-dependent, artinya keputusan mengikuti perkembangan data ekonomi terbaru). Ia juga mengatakan konflik ini menegaskan pentingnya transisi hijau Eropa (green transition, yaitu peralihan ke energi bersih dan rendah emisi) dan memperingatkan agar proses itu tidak diperlambat.
Komentar Rehn tidak banyak memengaruhi pasar valuta asing dalam waktu dekat. EUR/USD naik untuk hari ketujuh berturut-turut, menguat 0,17% pada Selasa, diperdagangkan di sekitar 1,1780.
Strategi Volatilitas Untuk Trader
Tingkat ketidakpastian pada harga energi dan kebijakan moneter menciptakan kondisi yang mendukung volatilitas (volatility, yaitu besarnya naik-turun harga dalam periode tertentu). Dinamika serupa terjadi pada 2022, ketika pasar energi yang sulit diprediksi memicu pergerakan tajam pada harga aset. Membeli straddle atau strangle (strategi opsi untuk memanfaatkan pergerakan besar; straddle membeli opsi beli dan opsi jual pada harga sama, strangle membeli opsi beli dan opsi jual pada harga berbeda) pada pasangan mata uang utama atau indeks saham menjelang rilis data inflasi penting bisa menguntungkan, apa pun arah pergerakan pasar.
Penguatan euro yang berlanjut, mendekati 1,1780, menunjukkan pasar menilai ECB mungkin perlu mengetatkan kebijakan lebih agresif dibanding Federal Reserve AS. Penilaian ini didukung oleh data inflasi AS yang belakangan lebih lunak. Karena itu, memakai strategi yang tetap bullish tetapi dengan risiko terbatas, seperti call spread pada EUR/USD (strategi opsi: membeli opsi beli dan menjual opsi beli lain pada harga lebih tinggi untuk membatasi biaya dan risiko), membantu trader mengikuti momentum sambil melindungi diri dari pembalikan arah mendadak.