USD/CAD memangkas penurunan pada Selasa, seiring turunnya harga minyak membebani Dolar Kanada. Pasangan ini diperdagangkan dekat 1,3761 setelah sempat menyentuh 1,3731, level terendah sejak 24 Maret.
Indeks Dolar AS (US Dollar Index/DXY, ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) berada di sekitar 98,00, level terendah sejak 2 Maret. Sentimen risiko membaik, sehingga dolar AS tetap tertekan secara luas.
Minyak turun karena optimisme mengenai dibukanya kembali perundingan AS-Iran dan kemungkinan gencatan senjata dua minggu bisa diperpanjang. Donald Trump mengatakan kepada The New York Post bahwa pembicaraan dengan Iran “bisa terjadi dalam dua hari ke depan” di Pakistan.
Blokade angkatan laut AS yang menargetkan pelabuhan Iran mulai berlaku pada Senin. Perselisihan soal program nuklir Iran dan ketegangan di sekitar Selat Hormuz (jalur sempit penting untuk pengiriman minyak dunia) berlanjut.
WTI (West Texas Intermediate, acuan harga minyak mentah AS) diperdagangkan dekat US$89 per barel, turun lebih dari 4% dan melemah untuk hari kedua beruntun. Pelemahan lebih lanjut pada harga minyak bisa menambah tekanan pada Dolar Kanada.
Harga minyak yang lebih rendah bisa mengurangi dorongan bagi Federal Reserve (bank sentral AS/The Fed) dan Bank of Canada (bank sentral Kanada) untuk memperketat kebijakan. Presiden Chicago Fed Austan Goolsbee mengatakan ekspektasi inflasi (perkiraan pasar soal inflasi ke depan) masih relatif stabil, sambil mengingatkan pemangkasan suku bunga pada 2026 bisa makin kecil peluangnya jika inflasi tidak turun.
PPI AS bulan Maret lebih lemah dari perkiraan. PPI (Producer Price Index/Indeks Harga Produsen, ukuran kenaikan harga di tingkat produsen/pabrik) utama naik 0,5% MoM (month-on-month/bulanan) dibanding perkiraan 1,2%, dan PPI tahunan naik 4,0% dibanding proyeksi 4,6%.