Dolar Australia menguat setelah data pasar tenaga kerja Australia. Tingkat pengangguran bertahan di 4,3%, partisipasi angkatan kerja turun 0,1 poin persentase, dan sekitar 18.000 lapangan kerja bertambah pada Maret.
Pertumbuhan pekerjaan ini terjadi meski ukuran sentimen melemah pada awal pekan. Survei konsumen menunjukkan perkiraan pengangguran pada level tertinggi sejak pandemi, sementara indikator ketenagakerjaan dalam survei bisnis Australia Industry Group turun ke level terendah sejak 2020.
Ekspektasi inflasi konsumen naik dari 5,2% menjadi 5,9% pada April. Kenaikan suku bunga RBA (Reserve Bank of Australia, bank sentral Australia) belakangan dikaitkan dengan sentimen yang lebih lemah, seiring konflik Iran.
Data ekonomi China yang lebih baik, sebagai pembeli ekspor terbesar Australia, juga menopang mata uang tersebut. Risiko konflik Iran yang masih berlanjut disebut menjaga peluang terjadinya koreksi tetap tinggi.
Artikel ini menyebut dibuat dengan bantuan alat AI (kecerdasan buatan) dan diperiksa oleh editor.