USD/INR Melemah Dekati 93,20 Seiring Penguatan Rupee, Didukung Optimisme atas Gencatan Senjata AS-Iran yang Berkelanjutan

    by VT Markets
    /
    Apr 16, 2026

    Rupee India dibuka sedikit menguat terhadap Dolar AS pada Kamis, mendorong USD/INR turun ke sekitar 93,20. Pergerakan ini menyusul membaiknya harapan gencatan senjata yang lebih bertahan lama antara AS dan Iran.

    Turunnya permintaan aset *safe haven* (aset “pelindung” yang biasanya diburu saat pasar panik, seperti dolar AS) menekan Dolar AS, sementara aset berisiko lebih tinggi lebih banyak dibeli. Presiden AS Donald Trump mengatakan perang dengan Teheran “hampir” berakhir dan menyebut kemungkinan pengumuman dalam dua hari ke depan.

    Penurunan USD/INR tertahan oleh importir India yang membeli dolar. Laporan Reuters menyebut para bankir memperkirakan ruang penguatan rupee terbatas karena lindung nilai (*hedging*: strategi mengunci kurs untuk mengurangi risiko) importir yang masih berlanjut serta minat mengunci kewajiban dolar jangka lebih panjang.

    Investor Institusi Asing (*Foreign Institutional Investors/FII*: investor besar dari luar negeri seperti dana pensiun dan manajer aset) mencatat beli bersih saham India pada Rabu, sebesar Rp 666,15 crore. Pada April, mereka mencatat beli bersih pada dua hari dengan total Rp 1.338,24 crore, dan jual bersih pada hari-hari lainnya, sebesar Rp 41.627,90 crore.

    Pasar juga memantau pembicaraan Israel–Lebanon pada hari itu. Gencatan senjata dua pekan AS–Iran dijadwalkan berakhir pada 21 April, dan Teheran menuduh Washington melanggar ketentuan dengan terus menyerang Hizbullah di Lebanon yang didukung Iran.

    Secara teknikal, USD/INR berada di sekitar 93,20 dan di atas EMA 20 hari (rata-rata bergerak eksponensial: rata-rata harga yang memberi bobot lebih besar pada data terbaru) di 93,1181, dengan RSI (indikator momentum untuk melihat apakah pasar cenderung jenuh beli/jenuh jual) sekitar 52. Area dukungan berada di 93,12, dengan level berikutnya 92,29, sementara area resistensi (batas atas yang sering menahan kenaikan) termasuk 94,00 dan 95,15.

    Hari ini, 16 April 2026, ketegangan tersebut belum hilang dan masih memengaruhi strategi pasar. Ketidakstabilan di Timur Tengah menjaga harga Brent (patokan harga minyak dunia) tetap tinggi, sekitar US$88 per barel, yang membebani rupee karena India adalah importir minyak besar. *Premi risiko geopolitik* (tambahan harga karena risiko konflik) ini berarti kabar eskalasi dapat memicu lonjakan USD/INR.

    Di dalam negeri, inflasi tinggi tetap menjadi perhatian utama Reserve Bank of India (RBI/bank sentral India). Data indeks harga konsumen (CPI: ukuran kenaikan harga barang dan jasa yang dibeli rumah tangga) terbaru menunjukkan inflasi 5,9%, di atas target RBI, sehingga bank sentral diperkirakan mempertahankan suku bunga tinggi. Kebijakan ini membantu menarik arus masuk ke pasar obligasi dan menjadi penahan rupee agar tidak melemah tajam.

    Arus modal asing—penggerak penting yang dipantau pasar—masih ragu-ragu. FII mencatat jual bersih saham dalam satu kuartal terakhir, menarik hampir US$2 miliar di tengah kekhawatiran pertumbuhan global dan valuasi yang mahal. Minimnya minat beli asing mengurangi dukungan bagi rupee.

    Kehadiran aktif RBI di pasar valuta menjadi faktor paling penting saat ini. Data terbaru menunjukkan cadangan devisa India turun tipis ke sekitar US$642 miliar, mengindikasikan bank sentral menjual dolar untuk menopang rupee dan menahan volatilitas (besarnya naik-turun harga). Intervensi ini menciptakan resistensi kuat pada USD/INR, sehingga lonjakan naik besar cenderung sulit bertahan.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code