Williams Perkirakan Inflasi 2,75–3% Tahun Ini Seiring Kenaikan Biaya Energi dan Munculnya Gangguan Pasokan

    by VT Markets
    /
    Apr 16, 2026

    John Williams, Presiden Federal Reserve Bank of New York, mengatakan ada tanda awal gangguan pada rantai pasok (aliran pasokan barang dari produsen ke konsumen). Ia memproyeksikan inflasi 2,75%–3% tahun ini, terkait kenaikan harga energi, dan menyebut perang di Timur Tengah sudah mendorong inflasi.

    Ia mengatakan sebagian guncangan energi (lonjakan harga energi yang mendadak) mulai merembet ke harga lain, sementara berakhirnya konflik dengan cepat bisa meredakan tekanan inflasi. Ia menambahkan, prospek ekonomi sangat tidak pasti karena dampak perang.

    Williams menyebut kebijakan moneter (kebijakan bank sentral soal suku bunga dan likuiditas uang) berada pada posisi yang tepat dan sistem pengendalian suku bunga The Fed berjalan sangat baik. Ia juga mengatakan dampak tarif (pajak impor) terhadap inflasi diperkirakan melemah tahun ini.

    Ia memperkirakan pengangguran tetap di kisaran 4,25%–4,5%. Ia memproyeksikan inflasi kembali ke target 2% pada 2027 dan memperkirakan pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto, total nilai produksi ekonomi) 2%–2,5% pada 2026.

    Ia mengatakan pasar tenaga kerja memberi sinyal beragam. Setelah pernyataan itu, Indeks Dolar AS (ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) mempertahankan kenaikan kecil harian di atas 98,00.

    Dengan inflasi kini diperkirakan mendekati 3% untuk 2026, harapan pemangkasan suku bunga The Fed secara besar-besaran tahun ini memudar. Kami melihat kebijakan moneter tetap ketat (suku bunga tinggi untuk menahan inflasi), sehingga pelaku pasar perlu bersiap pada lingkungan suku bunga “tinggi lebih lama”. Pandangan ini diperkuat data terbaru: laporan Indeks Harga Konsumen/CPI (ukuran perubahan harga barang dan jasa yang dibeli rumah tangga) Maret 2026 lebih tinggi dari perkiraan di 3,1% secara tahunan.

    Dengan outlook ini, pelaku pasar dapat mempertimbangkan strategi yang diuntungkan oleh suku bunga tinggi yang bertahan, seperti menjual kontrak futures suku bunga (kontrak berjangka yang nilainya mengikuti ekspektasi suku bunga) untuk penyerahan akhir 2026. Pasar sudah menyesuaikan ekspektasi, kini hanya menunjukkan satu potensi pemangkasan suku bunga tahun ini dibanding tiga yang diperkirakan pada Januari. Imbal hasil (yield, tingkat keuntungan obligasi) bisa naik lagi jika harga energi tidak mereda.

    Pendorong utama adalah harga energi, dengan konflik di Timur Tengah membuat minyak mentah WTI (harga acuan minyak AS) bertahan tinggi di sekitar US$95 per barel. Ini membuat strategi turunan (derivatif, instrumen yang nilainya mengikuti aset acuan) pada sektor energi, seperti membeli opsi call (hak membeli pada harga tertentu) atas kontrak futures minyak, menjadi cara langsung untuk memanfaatkan tekanan inflasi ini. Posisi tersebut diuntungkan jika gangguan pasokan terus mendorong harga lebih tinggi.

    Pernyataan soal ketidakpastian tinggi juga menunjukkan volatilitas pasar (besarnya naik-turun harga) kecil kemungkinan menghilang. Kami memperkirakan gejolak pasar berlanjut, sehingga posisi “long volatilitas” (mencari untung saat volatilitas naik) melalui opsi pada VIX (indeks volatilitas pasar saham AS) atau indeks saham utama bisa menjadi lindung nilai (hedging, perlindungan dari risiko) yang masuk akal. Kenaikan ketegangan geopolitik dapat memicu lonjakan volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan volatilitas yang tercermin dalam harga opsi).

    Lingkungan ini masih mendukung dolar AS, karena suku bunga relatif lebih tinggi menarik arus modal. Indeks Dolar yang bertahan di atas 98,00 mencerminkan kekuatan tersebut. Kami menilai mempertahankan posisi beli dolar (long USD) terhadap mata uang dari bank sentral yang lebih “dovish” (cenderung mendukung suku bunga lebih rendah) tetap relevan.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code