Pejabat Uni Eropa dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) memperkirakan kesepakatan AS–Iran bisa memakan waktu hampir 6 bulan, setelah muncul perselisihan soal pengayaan uranium (proses menaikkan kadar uranium untuk bahan bakar nuklir; pada tingkat tertentu bisa dipakai untuk senjata) dan kemampuan nuklir (kapasitas teknologi dan material terkait program nuklir). Setelah perkiraan waktu ini dibahas, kontrak berjangka minyak mentah (crude oil futures; kontrak untuk membeli/menjual minyak pada harga dan tanggal tertentu di masa depan) naik lebih dari US$3 dalam sehari ke sekitar US$98 per barel (bbl; satuan barel).
Selat Hormuz ditutup selama gencatan senjata 10 hari, dan setiap hari penutupan menambah tekanan pada perekonomian negara-negara GCC. Pejabat Uni Eropa dan GCC memantau berapa lama gencatan senjata bertahan.
Eropa menyiapkan rencana untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz setelah permusuhan berakhir. Usulan ini akan mengecualikan “pihak yang bertikai” (belligerent parties; pihak yang terlibat langsung dalam konflik), yang didefinisikan Wall Street Journal sebagai AS, Israel, dan Iran.
Masalah pengapalan (shipping; pengiriman lewat kapal) masih berlanjut selama Selat tetap ditutup. Bloomberg melaporkan perselisihan antara penyewa kapal (charterers; pihak yang menyewa kapal untuk mengangkut kargo) dan pemilik kapal (shipowners) membuat hampir tidak ada kesepakatan untuk memuat minyak di dalam Teluk Persia. Biaya sewa kapal (vessel-hire costs; biaya menyewa kapal) juga mencakup premi risiko (risk premium; biaya tambahan karena risiko konflik/ketidakpastian) sekitar US$475.000 per hari.
Artikel tersebut menyebutkan dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI; sistem komputer yang membantu mengolah dan menyusun informasi) dan ditinjau oleh editor.