Indeks Biaya Tenaga Kerja Selandia Baru kuartal I naik 2% secara tahunan, sesuai ekspektasi pasar dan proyeksi

    by VT Markets
    /
    May 6, 2026

    Indeks Biaya Tenaga Kerja (Labour Cost Index/LCI) Selandia Baru naik 2% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal pertama. Angka ini sesuai dengan perkiraan pasar sebesar 2%.

    Data ini menunjukkan biaya tenaga kerja naik sesuai ekspektasi. Tidak ada angka tambahan dalam rilis tersebut.

    Tekanan Kenaikan Upah Masih Terkendali

    LCI kuartal I yang sesuai ekspektasi di 2% menegaskan tekanan kenaikan upah tetap terkendali. Ini jauh lebih rendah dibanding kenaikan upah agresif di atas 4% pada 2024, yang saat itu membuat inflasi (kenaikan harga barang dan jasa secara umum) bertahan tinggi. Tidak adanya kejutan kenaikan (upside surprise: angka rilis lebih tinggi dari perkiraan) memperkuat pandangan pasar bahwa fase pengetatan untuk menekan inflasi sebagian besar sudah lewat.

    Laporan ini memperkuat alasan bagi Reserve Bank of New Zealand (RBNZ/bank sentral Selandia Baru) untuk mulai memangkas suku bunga akhir tahun ini dari Official Cash Rate (OCR: suku bunga acuan) saat ini 5,50%. Ketika pasar tenaga kerja mulai mendingin (aktivitas perekrutan dan pertumbuhan upah melambat), bank sentral punya lebih sedikit alasan untuk mempertahankan kebijakan ketat (restrictive: suku bunga tinggi untuk menahan inflasi). Pasar kini memperhitungkan peluang lebih dari 70% untuk setidaknya satu kali pemangkasan suku bunga pada November.

    Bagi pelaku pasar valuta asing, ini memperkuat prospek pelemahan dolar Selandia Baru. Saat arah menuju suku bunga lebih rendah makin jelas, daya tarik NZD berkurang dibanding mata uang dari negara yang bank sentralnya masih cenderung bertahan ketat. Kami menilai membeli opsi jual (put option: hak untuk menjual pada harga tertentu) NZD/USD yang jatuh tempo pada kuartal ketiga bisa menjadi cara untuk mengambil posisi penurunan menuju area $0,5800 seperti tahun lalu.

    Karena data ini tepat sesuai perkiraan, volatilitas tersirat (implied volatility: perkiraan volatilitas yang tercermin dalam harga opsi) pada dolar “kiwi” berpotensi turun dalam beberapa pekan ke depan. Berlalunya risiko peristiwa utama ini mengurangi ketidakpastian pasar. Ini membuka peluang untuk menjual strangle opsi NZD (strategi menjual opsi beli dan opsi jual sekaligus pada level berbeda, dengan berharap harga bergerak dalam kisaran/range tertentu), dengan asumsi mata uang bergerak dalam rentang terbatas hingga ada pemicu besar berikutnya.

    Fokus Bergeser ke CPI dan Arah Kebijakan RBNZ

    Fokus kini beralih sepenuhnya ke laporan inflasi CPI berikutnya dan forward guidance RBNZ (panduan arah kebijakan: sinyal bank sentral soal langkah suku bunga ke depan). Data tenaga kerja ini penting, tetapi angka inflasi CPI (Consumer Price Index: indeks harga konsumen) akan menjadi pemicu perubahan kebijakan. CPI di bawah 3% kemungkinan mempercepat waktu pemangkasan suku bunga pertama.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code