Untuk sesi kedua berturut-turut, GBP/USD diburu pembeli, bangkit dari level terendah mingguan di kisaran 1,3510–1,3515

    by VT Markets
    /
    May 6, 2026

    GBP/USD naik dua hari berturut-turut pada Rabu, menjauh dari level terendah pekan ini di 1,3515–1,3510 dan mencapai sekitar 1,3580 pada sesi Asia. Kenaikan ini dipicu harapan baru soal kesepakatan damai AS–Iran, yang melemahkan Dolar AS sebagai safe haven (aset yang biasanya dicari saat pasar panik).

    Presiden AS Donald Trump mengatakan “Project Freedom”, yang bertujuan memulihkan pelayaran dagang melalui Selat Hormuz, akan dihentikan sementara agar pembicaraan bisa berlanjut. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyebut gencatan senjata masih berlaku untuk sekarang dan AS tidak ingin kembali menaikkan tensi dengan Teheran.

    Near Term Price Action

    Pada Selasa, GBP/USD ditutup dekat 1,3545 setelah pergerakan sempit, dengan resistance (area harga yang sering menahan kenaikan) di sekitar 1,3550. Pasangan ini bergerak dalam kisaran sekitar 60 pip (satuan perubahan kecil pada harga valas) dalam dua sesi terakhir.

    Dengan kalender data Inggris yang sepi hingga akhir pekan, arah jangka pendek diperkirakan terutama bergantung pada pergerakan Dolar AS. Konflik Iran dan penutupan Selat Hormuz telah menopang harga minyak, sementara sentimen pasar masih rapuh.

    Dalam pembaruan lain, Sterling naik lebih dari 0,20%, dengan GBP/USD di sekitar 1,3560 dan fokus ke 1,3600. Disebutkan juga harga minyak yang lebih rendah, turunnya permintaan USD, serta saham AS yang menguat.

    Policy Divergence And Market Drivers

    Fokus pasar kini bergeser dari geopolitik Timur Tengah ke perbedaan kebijakan bank sentral. Bank of England menghadapi inflasi domestik yang tetap tinggi; Office for National Statistics melaporkan inflasi bertahan di 3,1% pada kuartal I-2026. Ini berbeda dengan Federal Reserve AS yang lebih hati-hati, menahan suku bunga pada April karena khawatir output manufaktur melambat.

    Perbedaan kebijakan ini menjadi pendorong utama yang mengangkat GBP/USD menuju 1,4100. Selisih suku bunga antara Inggris dan AS melebar 25 basis poin (0,25 poin persentase) sejak awal tahun, menguntungkan Sterling. Trader kini memperkirakan setidaknya ada satu kenaikan suku bunga lagi dari Bank of England sebelum akhir musim panas.

    Dengan pergeseran dari lonjakan yang dipicu peristiwa tak terduga ke tren yang lebih dipengaruhi kebijakan, strategi derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan futures, nilainya mengikuti aset acuan) perlu menyesuaikan. Implied volatility (perkiraan volatilitas yang tersirat dari harga opsi) untuk opsi GBP/USD turun ke level terendah tahunan, berbeda dari lonjakan tajam pada 2025. Kondisi ini mendukung strategi seperti menjual out-of-the-money put (opsi jual dengan harga kesepakatan di bawah harga pasar, peluang dieksekusi lebih kecil) untuk mengantongi premi (biaya yang diterima penjual opsi), dengan memanfaatkan kenaikan yang lebih stabil.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code