Data CFTC Tunjukkan Taruhan Bearish Yen Dipangkas Tajam Saat Sikap BoJ Lebih Hawkish dan Dolar AS Melemah Picu Penutupan Posisi

    by VT Markets
    /
    May 9, 2026

    Data CFTC Jepang menunjukkan posisi neto non-komersial JPY naik ke ¥-61,7 ribu dari ¥-102,1 ribu.

    Ini berarti posisi neto masih negatif, tetapi semakin mendekati nol dibanding pembacaan sebelumnya.

    Spekulan Mengurangi Posisi Jual Yen

    Terlihat pengurangan besar pada taruhan penurunan Yen. Posisi neto jual (net short) menyusut hampir 40% dalam satu minggu. Ini menunjukkan spekulan besar cepat menutup posisi yang bertaruh Yen akan melemah. Ini adalah penutupan posisi jual (short-covering, yaitu membeli kembali setelah sebelumnya menjual) paling agresif sejak kuartal IV 2025.

    Perubahan ini menyusul komentar Bank of Japan (BoJ/bank sentral Jepang) yang dinilai lebih “hawkish” (cenderung mendukung kebijakan lebih ketat seperti kenaikan suku bunga) dari perkiraan pasar. Dengan inflasi inti Jepang (core CPI, inflasi yang biasanya mengecualikan komponen yang bergejolak seperti makanan segar) bertahan di 3,1% year-on-year (y/y, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya), tekanan untuk normalisasi kebijakan (mengurangi pelonggaran dan kembali ke kebijakan yang lebih ketat) makin besar dalam waktu dekat. Ini berbeda dari sikap BoJ yang cenderung ragu-ragu sepanjang tahun lalu.

    Pada saat yang sama, prospek dolar AS melemah, yang ikut mendorong pergerakan ini. Laporan tenaga kerja AS terbaru menunjukkan penambahan hanya 160.000 pekerjaan, di bawah perkiraan, sehingga peluang pemangkasan suku bunga The Federal Reserve (Fed/bank sentral AS) sebelum akhir tahun naik menjadi di atas 75%. Selisih suku bunga (interest rate differential, perbedaan tingkat bunga antar negara yang memengaruhi arus dana) yang menyempit membuat posisi jual Yen menjadi kurang menarik.

    Bagi pelaku derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan kontrak berjangka), ini menjadi sinyal untuk meninjau ulang posisi short Yen. Strategi yang dinilai masuk akal adalah membeli opsi beli JPY (call option, hak untuk membeli pada harga tertentu) yang out-of-the-money (harga kesepakatan lebih “jauh” dari harga pasar saat ini sehingga belum menguntungkan jika langsung dieksekusi) terhadap dolar. Volatilitas tersirat (implied volatility, perkiraan pasar atas besarnya fluktuasi harga ke depan yang tercermin dalam harga opsi) masih relatif rendah dibanding pergerakan tajam pada 2024. Ini memberi cara dengan risiko terukur untuk bersiap jika Yen menguat berkelanjutan.

    Perubahan sentimen ini juga berarti posisi short yang sudah ada di kontrak berjangka (futures, perjanjian membeli/menjual pada harga tertentu di masa depan) atau forward (kontrak serupa yang biasanya dibuat di luar bursa) menghadapi risiko lebih tinggi terkena short squeeze (lonjakan harga saat pelaku short terpaksa membeli untuk menutup posisi, sehingga mendorong harga makin naik). Pada reli penutupan posisi jual akhir 2023, USD/JPY sempat turun cepat beberapa “figure” (pergerakan besar beberapa poin/angka pada kurs) ketika sentimen berbalik. Data saat ini mengindikasikan pasar bisa memasuki fase pembalikan serupa.

    Risiko Short Squeeze

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code