Dolar Bertahan di Dekat Level Tertinggi Tahunan

    by VT Markets
    /
    Mar 12, 2026

    Poin-poin penting

    • Indeks dolar AS (USDX) diperdagangkan di sekitar 99.136, naik +0.144 (+0.15%), bertahan dekat level terkuatnya tahun ini. USDX adalah angka yang menunjukkan kuat-lemahnya dolar AS dibanding gabungan beberapa mata uang utama.
    • Minyak Brent naik menembus $100 per barel, meningkatkan kekhawatiran inflasi (kenaikan harga barang/jasa) dan menaikkan perkiraan kebijakan bank sentral akan lebih ketat (suku bunga tinggi dipertahankan lebih lama).
    • Pasar menunda ekspektasi penurunan suku bunga karena risiko inflasi dari minyak meningkat. Pelaku pasar mulai “mematok harga” bahwa pelonggaran kebijakan (penurunan suku bunga) bisa terjadi lebih lambat di bank sentral besar.

    Dolar AS melanjutkan penguatan saat harga minyak melonjak, mendorong mata uang ini mendekati level terkuat tahun ini. Pelaku pasar kembali membeli dolar karena guncangan energi global meningkatkan kekhawatiran inflasi dan membuat pasar menilai ulang seberapa cepat bank sentral bisa melonggarkan kebijakan.

    Kenaikan harga minyak menaikkan biaya energi di banyak negara, lalu mendorong harga barang/jasa bagi konsumen dan membuat arah inflasi makin sulit diprediksi. Ini menguatkan dolar karena pelaku pasar mengurangi taruhan pada pemangkasan suku bunga dan mencari aset yang lebih aman pada mata uang cadangan dunia (mata uang yang paling banyak dipakai untuk simpanan dan transaksi global), yaitu dolar.

    Pergerakan ini terjadi luas di pasar mata uang. Euro, yen, pound sterling, dan mata uang yang terkait komoditas (mata uang negara yang banyak bergantung pada ekspor bahan mentah seperti minyak, logam, atau hasil pertanian) melemah terhadap dolar karena gejolak energi menekan selera risiko global (minat investor mengambil aset berisiko).

    Jika harga minyak tetap tinggi, dolar bisa terus mendapat dukungan karena pasar menyesuaikan diri dengan kemungkinan bank sentral mempertahankan kebijakan ketat lebih lama.

    Ketergantungan Energi Membentuk Pergerakan Mata Uang

    Pergerakan mata uang banyak mencerminkan ketergantungan tiap negara pada energi impor. Negara yang sangat bergantung pada minyak dan gas dari luar biasanya mengalami defisit perdagangan membesar saat harga energi naik (defisit perdagangan: nilai impor lebih besar daripada ekspor).

    Kondisi ini menekan mata uang Eropa dan Asia. Eropa lebih rentan terhadap guncangan energi karena bergantung pada minyak dan gas impor, sehingga euro tertekan meski ada perkiraan Bank Sentral Eropa (ECB, lembaga yang mengatur kebijakan uang untuk zona euro) bisa mengetatkan kebijakan.

    Yen Jepang juga melemah menuju level 159 per dolar, mendekati level terlemahnya dalam hampir setahun. Jepang mengimpor sebagian besar kebutuhan energinya, jadi kenaikan harga minyak cepat menjadi tekanan bagi ekonomi.

    Mata uang komoditas juga ikut tertekan. Dolar Australia dan dolar Selandia Baru turun saat pelaku pasar menilai ulang risiko perlambatan pertumbuhan global dan kenaikan inflasi.

    Jika harga energi tetap bergejolak dan gangguan pasokan berlanjut, mata uang negara pengimpor energi bisa terus tertekan dibanding dolar.

    Ekspektasi Suku Bunga Bergeser di Berbagai Bank Sentral

    Lonjakan harga minyak mulai memengaruhi pasar suku bunga. Pelaku pasar semakin ragu bank sentral bisa memangkas suku bunga secepat perkiraan sebelumnya jika tekanan inflasi naik lagi.

    Pasar swap (kontrak pertukaran arus pembayaran, sering dipakai untuk membaca perkiraan arah suku bunga) kini menunjukkan sebagian bank sentral mungkin mengetat lebih cepat atau menunda pelonggaran. ECB makin diperkirakan bergerak lebih awal, sementara Bank Sentral Australia (RBA) bisa kembali tertekan untuk menaikkan suku bunga.

    Di Amerika Serikat, pelaku pasar juga mengurangi perkiraan pemangkasan suku bunga. Fed funds futures (kontrak berjangka yang mencerminkan perkiraan suku bunga acuan The Fed) menunjukkan pasar menggeser peluang pelonggaran ke waktu yang lebih jauh dalam tahun ini karena risiko inflasi dari energi meningkat.

    Jika ekspektasi inflasi terus naik seiring harga energi, bank sentral bisa mengambil sikap lebih hati-hati, yang biasanya mendukung dolar dan menjaga gejolak (naik-turun cepat) di pasar mata uang global.

    Prospek Teknis USDX

    Indeks Dolar AS (USDX) diperdagangkan dekat 99.14, naik sekitar 0.15%, karena dolar bertahan setelah memantul dari level terendah 95.34 lebih awal tahun ini.

    Indeks ini naik perlahan dalam beberapa minggu terakhir, mencerminkan permintaan dolar yang kembali meningkat di tengah ketidakpastian global dan perubahan perkiraan kondisi ekonomi luas (makro: gambaran ekonomi secara keseluruhan seperti inflasi, suku bunga, dan pertumbuhan).

    Dari sisi teknikal (analisis pergerakan harga lewat grafik), indeks saat ini berada di atas rata-rata pergerakan jangka pendek yang penting. Rata-rata pergerakan 5 hari (98.83) dan 10 hari (98.70) sama-sama naik dan berada sedikit di bawah harga saat ini, sementara 20 hari (98.07) dan 30 hari (97.76) berada lebih jauh di bawah harga. Rata-rata pergerakan adalah rata-rata harga dalam beberapa hari untuk melihat arah tren.

    Susunan ini menunjukkan dorongan naik (momentum bullish: kecenderungan harga terus naik) menguat dalam jangka dekat saat dolar mencoba melanjutkan pemulihan.

    Hambatan terdekat (resistance: area harga yang sering menahan kenaikan) berada di sekitar 99.30–99.50, tempat kenaikan sebelumnya sempat berhenti. Jika menembus dan bertahan di atas area ini, indeks bisa mendekati level psikologis 100.00, lalu area 100.32 yang sebelumnya membatasi kenaikan lebih luas.

    Dari sisi bawah, penopang awal (support: area harga yang sering menahan penurunan) terlihat di sekitar 98.70–98.80, dengan penopang yang lebih kuat dekat 98.00, tempat rata-rata pergerakan 20 hari berada.

    Secara umum, arah jangka pendek dolar masih cukup cenderung naik, dengan indeks bergerak stabil dekat puncak terbaru. Pergerakan di atas 99.50 kemungkinan memperkuat dorongan naik menuju level 100, sementara gagal bertahan di atas zona penopang 98.70–98.80 bisa memicu fase konsolidasi lebih dalam (konsolidasi: harga bergerak dalam rentang sempit sebelum arah berikutnya).

    Hal yang Perlu Dipantau Trader Selanjutnya

    • Gejolak harga minyak dan potensi gangguan lagi pada jalur pengiriman lewat Selat Hormuz (rute penting pengangkutan minyak dunia).
    • Pernyataan bank sentral saat ekspektasi inflasi naik seiring biaya energi.
    • Respons mata uang negara pengimpor energi, terutama euro dan yen.
    • Apakah USDX menguji lagi hambatan dekat 100.321 saat permintaan aset aman (safe haven: aset yang dicari saat pasar takut) menguat.

    Pelajari lebih lanjut tentang trading Indeks di VT Markets hari ini.

    FAQ

    1. Mengapa Dolar AS Sedang Menguat Sekarang?
      Dolar AS menguat karena harga minyak melonjak dan memicu kekhawatiran inflasi. Biaya energi yang lebih tinggi bisa menunda pemangkasan suku bunga, dan ini biasanya menguatkan dolar karena pelaku pasar mencari aset yang lebih aman dan imbal hasil lebih tinggi (imbal hasil: keuntungan dari memegang aset).
    2. Apa itu Indeks Dolar AS (USDX)?
      Indeks Dolar AS (USDX) mengukur kekuatan dolar terhadap gabungan enam mata uang utama: euro, yen Jepang, pound Inggris, dolar Kanada, krona Swedia, dan franc Swiss.
    3. Mengapa Kenaikan Harga Minyak Mendukung Dolar?
      Harga minyak yang lebih tinggi meningkatkan risiko inflasi dan mendorong bank sentral mempertahankan kebijakan uang yang ketat. Karena Amerika Serikat adalah eksportir energi bersih (net energy exporter: mengekspor energi lebih banyak daripada mengimpor), kenaikan harga minyak sering lebih menguntungkan dolar dibanding mata uang negara pengimpor energi.
    4. Bagaimana Selat Hormuz Memengaruhi Pasar Mata Uang?
      Selat Hormuz adalah salah satu rute pengiriman energi terpenting di dunia. Gangguan di sana bisa mendorong harga minyak naik, menaikkan ekspektasi inflasi, dan mengalihkan aliran dana global ke mata uang yang dianggap aman seperti dolar.
    5. Mengapa Ekspektasi Suku Bunga Berubah?
      Kenaikan harga energi meningkatkan risiko inflasi, sehingga bank sentral lebih hati-hati untuk menurunkan suku bunga. Pasar kini menggeser perkiraan pelonggaran ke waktu yang lebih akhir sambil menunggu perkembangan inflasi.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code