
Poin-poin penting
- USDX diperdagangkan di 98,679, naik 0,043 (+0,04%), tetapi masih menuju penurunan mingguan lebih dari 1%. USDX adalah Indeks Dolar AS, yaitu ukuran nilai dolar terhadap beberapa mata uang utama.
- Gencatan senjata AS–Iran selama dua minggu dan turunnya harga minyak mengurangi kejutan kenaikan harga (inflasi) yang sebelumnya mendukung dolar sepanjang Maret.
- Perkiraan inflasi AS untuk 1 tahun naik menjadi 3,4% pada Maret dari 3,0% pada Februari, sementara perkiraan inflasi harga bensin melonjak ke 9,4%.
Dolar tidak lagi bergerak seagresif saat krisis Iran mendorongnya naik. USDX bertahan di sekitar 98,679, naik tipis hari ini, tetapi masih jauh di bawah puncak terbaru 100,481. Alasannya sederhana.
Gencatan senjata dua minggu mengurangi kebutuhan membeli aset “aman”, dan turunnya minyak mengurangi tambahan dukungan dolar dari kekhawatiran inflasi. Aset aman (safe haven) adalah aset yang biasanya dibeli saat situasi dunia tidak pasti.
Suasananya berubah, tetapi belum sepenuhnya. Gencatan senjata ini sementara, lalu lintas kapal di Hormuz belum normal, dan pasar menganggap kondisi tenang saat ini bisa berubah. Itu membuat dolar lebih lemah, tetapi belum menjadi tren turun yang jelas.
Turunnya Minyak Melemahkan Dukungan Utama Dolar
Kekuatan dolar pada Maret didorong dua hal: risiko perang dan perkiraan suku bunga tinggi lebih lama. Minyak memengaruhi keduanya. Setelah harga minyak mentah turun tajam usai pengumuman gencatan senjata, pasar punya lebih sedikit alasan untuk terus mendorong dolar naik. Perkiraan suku bunga tinggi lebih lama (higher-for-longer) artinya pasar menilai suku bunga akan tetap tinggi lebih lama dari perkiraan sebelumnya.
Ini penting karena AS biasanya diuntungkan saat guncangan energi lebih merugikan negara pengimpor daripada pengekspor, tetapi keunggulan itu mengecil saat minyak turun. Pasar kini menilai dampak inflasi tidak separah seminggu lalu, sehingga posisi beli dolar untuk berjaga-jaga jadi kurang menarik. Posisi beli (long) berarti bertaruh harga akan naik.
Masalah bagi pihak yang berharap dolar turun adalah minyak hanya mereda, belum kembali normal. Gangguan pengiriman, ketidakpastian politik, dan risiko konflik membesar lagi masih menyisakan “biaya tambahan” pada suku bunga dan mata uang. Biaya tambahan (premium) adalah kenaikan harga/imbal hasil karena risiko.
Inflasi Masih Membatasi Ruang Turun
Dolar memang melemah, tetapi risiko inflasi masih cukup tinggi sehingga pasar belum berani menceritakan “pemangkasan suku bunga bank sentral AS (The Fed) yang mudah”. Data survei Maret menunjukkan perkiraan inflasi 1 tahun naik ke 3,4% dari 3,0%, sedangkan perkiraan inflasi harga bensin melonjak ke 9,4%, tertinggi sejak lonjakan energi 2022.
Ini membuat arah suku bunga sulit turun cepat. Dolar biasanya turun lebih jauh jika inflasi benar-benar mereda atau data pertumbuhan ekonomi terlihat jelas melemah. Saat ini, pasar belum melihat keduanya.
Gencatan senjata mengurangi satu sumber masalah, tetapi rumah tangga masih memperkirakan biaya bahan bakar naik, dan bisnis masih menghadapi biaya logistik yang tinggi. Logistik adalah biaya dan proses pengiriman serta rantai pasok barang.
Itulah sebabnya dolar turun pelan, bukan jatuh tajam.
CPI Jadi Ujian Berikutnya
Langkah USDX berikutnya bergantung pada apakah data CPI yang akan rilis menunjukkan konflik sudah mendorong kenaikan harga lebih luas. CPI adalah Indeks Harga Konsumen, ukuran inflasi dari harga barang dan jasa yang dibeli rumah tangga. Data sektor jasa sudah mengarah ke sana. Harga biaya input naik pada laju tercepat dalam lebih dari 13 tahun, sementara pertumbuhan melambat—kombinasi yang membuat bank sentral berhati-hati. Biaya input adalah biaya bahan, energi, dan komponen yang dipakai perusahaan untuk menghasilkan barang/jasa.
Jika CPI tetap tinggi, dolar bisa cepat stabil karena pelaku pasar kembali pada pandangan “suku bunga tinggi lebih lama”. Jika CPI lebih rendah dari yang dikhawatirkan, pelemahan terbaru bisa berlanjut karena pasar punya ruang untuk mengurangi lagi “biaya tambahan” inflasi yang terbentuk sepanjang Maret.
Artinya, dolar bergerak dengan dua “jam” sekaligus: jam gencatan senjata dan jam inflasi.
Gambaran Teknikal USDX
Indeks Dolar AS (USDX) diperdagangkan di sekitar 98,68, melanjutkan penurunan setelah gagal bertahan di atas puncak 100,48. Pergerakan harga menunjukkan perubahan arah tenaga, dengan puncak yang makin rendah, dan beberapa candlestick terakhir menunjukkan tekanan jual. Pergerakan harga (price action) adalah analisis berdasarkan gerak harga; candlestick adalah bentuk grafik yang menunjukkan harga buka, tutup, tertinggi, dan terendah.
Penurunan ini membuat indeks turun di bawah area penopang jangka pendek, menandakan fase naik berhenti dan sedang terbentuk fase koreksi. Penopang (support) adalah area harga yang sering menahan penurunan; koreksi adalah penurunan sementara dalam tren.
Dari sisi teknikal, tren jangka pendek condong turun. Harga berada di bawah rata-rata bergerak 5 hari (99,09) dan 10 hari (99,46), keduanya mulai menurun dan menjadi penghambat di dekatnya. Rata-rata bergerak (moving average) adalah rata-rata harga dalam beberapa hari untuk melihat arah tren.
Rata-rata bergerak 20 hari (99,42) juga mulai datar dan berbalik turun, menguatkan hilangnya tenaga naik. Susunan ini menunjukkan setiap kenaikan kecil kemungkinan mendapat tekanan jual, kecuali indeks bisa naik lagi.

Level penting yang perlu diperhatikan:
- Penopang (support): 98,70 → 97,90 → 96,40
- Penghambat (resistance): 99,40 → 100,00 → 100,50
Fokus terdekat ada di zona 98,70, tempat harga sedang berputar di sekitarnya. Jika turun dan bertahan di bawah level ini, jalan bisa terbuka menuju 97,90, tempat penopang yang lebih kuat mungkin muncul.
Dari sisi atas, 99,40 kini menjadi penghambat jangka pendek. Jika naik lagi melewati level ini, itu menandakan mulai stabil dan bisa mendorong pemulihan ke angka 100,00.
Secara umum, USDX menunjukkan pelemahan jangka pendek setelah gagal menembus level 100. Polanya mendukung pergerakan mendatar atau penurunan lanjutan, kecuali pembeli bisa kembali menguasai area 99,40–100,00.
Yang Perlu Diperhatikan Trader Selanjutnya
Pasar kini menimbang tiga hal: apakah gencatan senjata bertahan, apakah pengiriman lewat Hormuz membaik sehingga minyak tetap rendah, dan apakah CPI menguatkan atau melemahkan cerita inflasi. Trader adalah pelaku pasar yang membeli dan menjual untuk mencari untung.
Jika gencatan senjata stabil dan inflasi lebih rendah, tekanan pada dolar kemungkinan berlanjut. Jika ancaman terhadap Hormuz muncul lagi atau data inflasi lebih panas dari perkiraan, pembeli dolar kemungkinan kembali cepat.
Pertanyaan Trader
Mengapa Indeks Dolar Bertahan di Dekat 99, Bukan Turun Lebih Tajam?
Dolar kehilangan sebagian dukungan “aset aman” karena perang, tetapi pelaku pasar belum meninggalkannya karena gencatan senjata hanya sementara, gangguan di Hormuz belum selesai, dan risiko inflasi masih tinggi. Pemberitaan pasar juga menunjukkan dolar sempat stabil setelah menyentuh level terendah satu bulan di sekitar 98,525.
Apa Penyebab Penurunan Mingguan USDX?
Pendorong terbesar adalah gencatan senjata AS–Iran selama dua minggu, yang membantu menurunkan minyak dan mengurangi kekhawatiran lonjakan inflasi yang lebih cepat. Itu membuat posisi beli dolar untuk bertahan jadi tidak seurgent saat lonjakan energi terburuk pada Maret.
Mengapa Minyak Masih Penting bagi Dolar Meski Ada Gencatan Senjata?
Minyak tetap memengaruhi perkiraan inflasi dan perkiraan langkah The Fed. Meski ada gencatan senjata, harga Brent dan WTI masih tinggi karena pasar ragu seberapa cepat arus kapal di Hormuz kembali normal. Selama energi mahal, dolar masih punya dukungan dari perkiraan suku bunga tinggi bertahan lebih lama. Brent dan WTI adalah patokan harga minyak dunia; perkiraan langkah The Fed adalah perkiraan kapan dan seberapa besar suku bunga AS berubah.
Mengapa Gencatan Senjata Belum Sepenuhnya Menghapus Permintaan Aset Aman?
Karena jedanya terlihat rapuh. Laporan pasar masih menyebut gencatan senjata tidak pasti, ada serangan di wilayah tersebut, dan penyeberangan kapal melalui Hormuz masih terbatas. Ini membuat pelaku pasar belum menganggap situasi sudah selesai.
Apa yang Ditunggu Pasar Selanjutnya dari Sisi Ekonomi Makro?
Ujian besar berikutnya adalah CPI AS bulan Maret. Perkiraan inflasi sudah naik, dan pasar ingin melihat apakah lonjakan minyak mulai masuk ke data inflasi resmi sehingga membuat The Fed tetap berhati-hati.
Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.