
Poin-poin penting
- Minyak Brent turun 1,8% minggu ini; WTI diperkirakan turun 2,2% dalam sepekan.
- Pembicaraan nuklir AS–Iran menurunkan risiko langsung gangguan pasokan.
- OPEC+ diperkirakan mempertimbangkan kenaikan produksi 137.000 barel per hari (bpd = barel per hari).
- Arab Saudi disebut menaikkan produksi sebagai langkah cadangan jika terjadi gangguan.
Harga Minyak Bergerak Turun Saat Tambahan Biaya Risiko Global Memudar
Harga minyak turun tipis pada Jumat, dengan Brent diperdagangkan di sekitar $70,70 per barel dan WTI sekitar $65,20, karena ketegangan AS dan Iran mereda sehingga kekhawatiran gangguan pasokan dalam waktu dekat berkurang.
Untuk minggu ini, Brent menuju penurunan 1,8%, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) diperkirakan turun sekitar 2,2%, membalik sebagian kenaikan minggu lalu yang didorong oleh risiko global.
Pasar berubah dari harga yang dipicu kepanikan menjadi sikap menunggu perkembangan.
Pembicaraan Nuklir AS–Iran Menurunkan Risiko Militer Dalam Waktu Dekat
Amerika Serikat dan Iran mengadakan pembicaraan tidak langsung di Jenewa terkait sengketa nuklir yang sudah lama berlangsung, sehingga sementara waktu meredakan kekhawatiran eskalasi militer yang segera terjadi.
Harga minyak sempat naik lebih dari $1 per barel setelah muncul laporan bahwa negosiasi tersendat karena tuntutan soal pengayaan uranium (proses meningkatkan kadar uranium untuk tujuan tertentu). Namun, harga kembali melemah setelah menteri luar negeri Oman mengonfirmasi ada kemajuan dan rencana pembahasan teknis (pembahasan rinci soal aturan dan langkah) lanjutan di Wina pekan depan.
Walau pembicaraan ini menurunkan kekhawatiran gangguan pasokan jangka dekat di Timur Tengah, jadwalnya tetap ketat menjelang tenggat awal Maret. Analis menilai peluang eskalasi memang menurun, tetapi belum hilang sepenuhnya.
Singkatnya, risk premium global (tambahan harga karena ketidakpastian/risiko geopolitik) mengecil, tetapi belum hilang.
Keputusan Produksi OPEC+ Menambah Tekanan dari Sisi Pasokan
Perhatian kini tertuju pada rapat OPEC+ (kelompok negara OPEC dan sekutunya), di mana kelompok ini diperkirakan mempertimbangkan kenaikan produksi sekitar 137.000 barel per hari untuk April.
Setelah sebelumnya menunda kenaikan produksi di awal tahun, kemungkinan dimulainya lagi pertumbuhan produksi menunjukkan keyakinan pasokan cukup stabil. Namun, pasokan tambahan biasanya menekan harga.
Selain itu, laporan menyebut Arab Saudi menaikkan produksi dan ekspor sebagai rencana cadangan jika terjadi gangguan di kawasan. Ini membantu pasar lebih tahan terhadap supply shock (gangguan pasokan mendadak).
Jika kemajuan diplomasi berlanjut dan produksi OPEC+ naik, kondisi pasokan menjadi lebih seimbang sehingga lonjakan harga ke atas bisa lebih terbatas.
Gambaran Teknikal untuk Minyak WTI
WTI saat ini diperdagangkan di sekitar $65,30, bertahan di atas rata-rata pergerakan jangka pendek (moving average/MA, yaitu rata-rata harga dalam beberapa hari terakhir untuk melihat arah tren):
- MA5: 65,72
- MA10: 65,22
- MA20: 64,41
- MA30: 63,56

Level teknikal utama (patokan harga yang sering dipakai trader):
- Resistance terdekat (batas atas tempat harga sering sulit naik): $67,20
- Support (batas bawah tempat harga sering tertahan): zona $63,50–$64,00
- Kisaran lebih lebar: $60–$70
Jika gagal menembus $67, kondisi bisa tetap bergerak dalam kisaran (range-bound = naik-turun di batas tertentu). Jika pelemahan berlanjut di bawah $63,50, harga bisa turun menuju area $60-an bawah.
Prospek Pasar Minyak: Pasokan vs Geopolitik
Arah harga minyak dalam jangka pendek kini bergantung pada dua faktor yang saling berlawanan:
- Risiko global di Timur Tengah
- Kebijakan pasokan OPEC+
Jika negosiasi AS–Iran terus membaik dan OPEC+ menaikkan produksi, harga minyak mentah bisa tertahan di kisaran $60–$70. Namun, jika pembicaraan gagal atau terjadi eskalasi militer, volatilitas (naik-turun harga yang cepat dan tajam) bisa kembali muncul.
Untuk sementara, para trader terlihat berhati-hati menjelang akhir pekan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
- Mengapa harga minyak turun minggu ini? Harga minyak turun karena ada kemajuan dalam pembicaraan nuklir AS–Iran sehingga kekhawatiran gangguan pasokan segera di Timur Tengah berkurang. Selain itu, perkiraan OPEC+ akan menaikkan produksi juga menekan harga.
- Berapa penurunan Brent dan WTI minggu ini? Brent menuju penurunan mingguan sekitar 1,8%, sedangkan WTI diperkirakan turun sekitar 2,2%, membalik sebagian kenaikan minggu sebelumnya yang didorong isu geopolitik.
- Bagaimana pembicaraan nuklir AS–Iran memengaruhi harga minyak? Harga minyak sering naik saat ketegangan AS–Iran meningkat karena ada risiko gangguan jalur pasokan dari Timur Tengah. Saat pembicaraan menunjukkan kemajuan, risk premium geopolitik (tambahan harga karena risiko konflik) berkurang sehingga harga bisa turun.
- Apakah OPEC+ menaikkan produksi minyak? OPEC+ diperkirakan mempertimbangkan menaikkan produksi sekitar 137.000 barel per hari pada rapat mendatang. Jika disetujui, pasokan tambahan dapat membantu menstabilkan atau membatasi kenaikan harga dalam waktu dekat.
- Apa peran Arab Saudi di pasar minyak saat ini? Laporan menyebut Arab Saudi meningkatkan produksi dan ekspor sebagai rencana cadangan jika terjadi gangguan di kawasan. Langkah ini dapat mengurangi dampak jika ketegangan geopolitik meningkat.
- Berapa kisaran harga WTI saat ini? WTI diperdagangkan di sekitar $60-an tengah per barel, dengan kisaran teknikal lebih lebar antara $60 dan $70. Resistance berada dekat $67, sedangkan support sekitar zona $63–$64.
- Apakah harga minyak bisa naik lagi segera? Ya. Jika negosiasi AS–Iran gagal atau ketegangan militer meningkat di Timur Tengah, harga minyak bisa cepat naik kembali karena kekhawatiran pasokan.
- Apa yang perlu dipantau trader berikutnya di pasar minyak? Trader perlu memantau hasil rapat OPEC+, perkembangan negosiasi AS–Iran, dan perubahan perkiraan permintaan global (perkiraan kebutuhan konsumsi dunia). Faktor-faktor ini kemungkinan menentukan arah pergerakan harga minyak berikutnya.
Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.