Ahli strategi OCBC melaporkan USD/THB naik 4% secara bulanan, dengan minyak dan berkurangnya harapan pelonggaran The Fed mendorong risiko kenaikan

    by VT Markets
    /
    Mar 18, 2026
    USD/THB telah naik lebih dari 4% sejak awal bulan ini karena pasar menurunkan perkiraan pelonggaran kebijakan (penurunan suku bunga) oleh Federal Reserve AS (bank sentral AS) dalam waktu dekat. Harga minyak yang lebih tinggi juga memperburuk “syarat perdagangan” Thailand (perbandingan harga ekspor vs impor; jika memburuk, negara harus menukar lebih banyak ekspor untuk membayar impor). OCBC menggambarkan baht Thailand sebagai mata uang yang sangat rentan terhadap pergerakan harga energi dan perubahan “sentimen risiko” (selera pasar untuk aset berisiko; saat sentimen memburuk, investor cenderung menghindari mata uang pasar berkembang). USD/THB masih dalam tren naik meski indikator teknikal (alat analisis grafik) menunjukkan kondisi “overbought” (harga sudah naik terlalu cepat sehingga berisiko koreksi).

    Pendorong Jangka Pendek Untuk Baht

    Harga emas yang lebih rendah, ditambah guncangan syarat perdagangan akibat minyak dan dolar AS yang lebih kuat, mengarah pada tekanan jangka pendek terhadap THB. OCBC juga mengaitkan pelemahan THB dengan arah dolar AS secara umum dan sentimen risiko regional. Perkembangan di sekitar Selat Hormuz dapat memberi dukungan jangka pendek bagi THB, sementara prospek tetap bergantung pada harga energi dan geopolitik. Level support utama adalah 32,10 (rata-rata bergerak 200 hari—nilai rata-rata harga 200 hari terakhir—dan retracement Fibonacci 61,8% yaitu level pantulan berdasarkan rasio yang sering dipakai analis) dan 31,90 (retracement Fibonacci 50%).

    Rencana Transaksi Dan Level Kunci

    Dengan hambatan ini, trader dapat mempertimbangkan strategi yang diuntungkan jika baht melemah lebih lanjut. Membeli opsi call USD/THB (kontrak yang memberi hak untuk membeli pada harga tertentu) dengan strike (harga patokan opsi) sekitar 37,00 dapat memberi “leverage” (dampak lebih besar dengan modal lebih kecil) ke arah kenaikan sambil membatasi risiko penurunan. Cara ini cocok karena pasangan ini menunjukkan momentum naik, meski indikator teknikal mengisyaratkan mulai overbought. Kami melihat baht sebagai salah satu mata uang paling rentan di kawasan terhadap naik-turunnya harga energi dan sentimen risiko global. Sensitivitas ini berarti eskalasi risiko geopolitik atau kejutan “hawkish” dari The Fed (sikap lebih ketat: cenderung menaikkan/menahan suku bunga lebih tinggi) dapat mempercepat kenaikan USD/THB. Untuk trader yang memperkirakan tren berlanjut, kondisi ini mendukung posisi bullish (bertaruh harga naik). Mereka yang ingin melakukan hedging (lindung nilai untuk mengurangi risiko) atau mengambil pandangan berlawanan bisa melihat level saat ini sebagai peluang masuk kontrak forward (perjanjian kurs di masa depan) untuk menjual USD pada kurs yang lebih menguntungkan. Namun ini butuh keyakinan kuat bahwa harga energi akan turun tajam atau sentimen risiko global akan membaik besar. Saat ini belum terlihat tanda jelas yang mendukung baht. Secara historis, periode dolar yang sama-sama kuat dan harga minyak tinggi cenderung mendorong pasangan ini naik. Trader perlu memantau level support 36,20, yang merupakan rata-rata bergerak 50 hari (rata-rata harga 50 hari terakhir). Jika level ini jebol, itu bisa menandakan jeda sementara, tetapi risiko dasarnya masih mengarah pada baht yang lebih lemah untuk saat ini.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code